Independent Energy
- Details
- Category: Entrepreneurship
- Hits: 997
Independent Energy
Akhirnya dampak perang nun jauh di Ukraina sana bener-bener berdampak pada kita, per 1 April 2022 harga BBM kita naik di kisaran 40%. Dan inipun konon masih di bawah harga ekonomis produksinya, artinya tekanan untuk naiknya lagi juga masih sangat besar.
Pada hari yang sama dengan kenaikan harga BBM kita, masyatakat Eropa yang dicap sebagai ‘unfriendly countries’ oleh Vladimir Putin juga akan mengalami masalah energi yang sangat serius. Pasalnya per 1 April 2022 juga pembelian gas dari Rusia oleh ‘unfriendly countries’ tersebut harus menggunakan Rubles yaitu mata uangnya Rusia.
Ini simalakama yang luar biasa bagi masyarakat Eropa, tidak membeli lagi gas dari Rusia akan melonjakkan harga energi di negara-negara tersebut, sementara membeli dengan uang Rubles menunjukkan ketidak berdayaan Eropa terhadap Rusia yang kaya minyak dan gas.
Green Waqf for Fast Track Net-Zero
- Details
- Category: Entrepreneurship
- Hits: 1177
Green Waqf for Fast Track Net-Zero
Dunia mentargetkan Net-Zero Emission itu tercapai tahun 2050, sedangkan Indohesia sendiri sudah berkomitmen untuk mencapainya 2060. Ini semua niat baik harus didukung, untik dimaksimalkan.
Ada potensi besar Net-Zero yang mungkin belum dilirik oleh para pengemban emisi raksasa di Indonesia yang simpulnya ada di dua BUMN, yaitu PLN dan Pertamina. Kalau dari dua BUMN ini saja bisa mencapai lebih awal target Net-Zero-nya, secara keseluruhan Indonesia akan mencapai Net Zero jauh lebih croat dari target semula dan bahkan bisa 20 tahun lebih cepat dari target dunia. Mungkinkah?
Ada dua hal yang bisa dilakukan untuk mencapai Net-Zero ini, pertama menekan emisi semaksimal mungkin - do the best, dan kedua menyerap emisi yang masih tetpaksa harus keluar - remove the rest.
Bio-Hydrocarbon Economy
- Details
- Category: Entrepreneurship
- Hits: 1046
Bio-Hydrocarbon Economy
Ekonomi yang sangat besar itu adalah ekonomi hydrocarbon. Tidak terbatas pada bahan bakar mayoritas kendaraan dan mesin modern, tetapi juga hampir keseluruhan bahan baku untuk barang dan peralatan yang ada di sekitar kita.
Hanya saja ekonomi hydrocarbon itu tidak sustainable. Selain cadangannya terus menyusut di seluruh dunia, selagi masih adapun dunia berusaha mengerem penggunaannya karena cemaran udara yang ditimbulkannya.
Lantas apa penerus dan pengganti ekonomi hydrocarbon itu? Yang paling logis dan paling siap adalah versi bio-nya, yaitu ekonomi bio-hydrocarbon. Paling logis karena semua mesin yang semula nenggunakan BBM hydrocarbon, bisa langsung diganti bio-hydrocarbon tanpa perubahan apapun, atau disebut drop-in biofuels. Paling siap karena bio-hydrocarbon itu bisa diproduksi dari nyaris seluruh tanaman yang ada di muka bumi.
The Greenest Car
- Details
- Category: Entrepreneurship
- Hits: 1088
The Greenest Car
Upaya berbagai pihak untuk memperkenalkan mobil listrik dalam menekan emisi CO2 di udara harus didukung. Tetapi ini saja tentu belum cukup, dan belum menjadi solusi karena puluhan juta mobil, motor apalagi kapal laut dan pesawat terbang yang berbahan bakar cair yang sekarang ada akan tetap ada hingga setidaknya 1/2 abad ke depan.
Lebih dari itu, tingkat penurunan emisi CO2 oleh penggunaan mobil listrik juga sangat dipengaruhi kwalitas listriknya itu sendiri. Di negeri ini karena sumber energi listrik masih didominasi oleh fosil, cemaran CO2 dari listriknya sendiri masih tinggi. Listrik dari batubara misalnya, masih mengeluarkan emisi CO2 di kisaran 1 kg CO2 per kWh. Sedangkan komponen batubara dan fosil lainnya masih di kisaran 85% di listrik kita. Jadi masih ada emisi CO2 sekitar 0.85 kg per kWh yang dipakai mobil listrik.
Sekarang kita coba hitung perbandingannya dengan mobil bensin untuk kelas yg sama misalnya. Mobil bensin kelas menengah butuh 9.4 liter bensin untuk menempuh 100 km perjalanan, emisi yang dikeluarkan 2.64 kg/liter, total emisi dalam 100 km ini adalah 24.8 kg. Mobil listrik di kelas tersebut butuh 18.5 kWh untuk jarak tempuh yang sama, masih mengeluarkan emisi 15.7 kg. Tidak sebersih yang kita bayangkan bukan?
The New Commodity : Bio-Hydrocarbon
- Details
- Category: Entrepreneurship
- Hits: 1049
The New Commodity : Bio-Hydrocarbon
Kalau ada komoditi baru yang amat sangat dibutuhkan di dunia saat ini dalam skala yang kolosal, maka dia adalah Bio-Hydrocarbon atau saya singkat BioHC. Mengapa demikian? Ada tiga alasan untuk ini.
Pertama sumber energi terbesar yang digunakan di dunia lebih dari seabad terakhir adalah hydrocarbon dari fosil. Mayoritas kendaraan, mesin/alat berat, kapal, pesawat, mesin-mesin industri hampir keseluruhannya menggunakan hydrocarbon dari fosil ini. Ini tidak akan bisa terus berkelanjutan karena sumbernya yang terus menyusut, sedangkan mesin-mesin yang membutuhkannya akan tetap ada setidaknya hingga setengah abad kedepan!
Kedua dunia menyadari bahwa hydrocarbon dari fosil-lah yang selama ini mencemari udara, menimbulkan pemanasan global yang kemudian menimbulkan bencana demi bencana. Karenanya, selagi dia masih ada-pun harus ditekan penggunaannya.




