Kelapa Dua Raya 189 Depok, Jawa Barat 16951 Indonesia
+(62) 856-93-010101 admin@geraidinar.com
Mon - Fri 8.30 - 16.00 National Holiday Closed

Notice: Undefined offset: 181 in /DATA/geraidin/public_html/libraries/src/Access/Access.php on line 608

Notice: Trying to get property of non-object in /DATA/geraidin/public_html/libraries/src/Access/Access.php on line 608

Notice: Undefined offset: 181 in /DATA/geraidin/public_html/libraries/src/Access/Access.php on line 613

Notice: Trying to get property of non-object in /DATA/geraidin/public_html/libraries/src/Access/Access.php on line 613

Green Waqf for Fast Track Net-Zero

Dunia mentargetkan Net-Zero Emission itu tercapai tahun 2050, sedangkan Indohesia sendiri sudah berkomitmen untuk mencapainya 2060. Ini semua niat baik harus didukung, untik dimaksimalkan.

Ada potensi besar Net-Zero yang mungkin belum dilirik oleh para pengemban emisi raksasa di Indonesia yang simpulnya ada di dua BUMN, yaitu PLN dan Pertamina. Kalau dari dua BUMN ini saja bisa mencapai lebih awal target Net-Zero-nya, secara keseluruhan Indonesia akan mencapai Net Zero jauh lebih croat dari target semula dan bahkan bisa 20 tahun lebih cepat dari target dunia. Mungkinkah?

Ada dua hal yang bisa dilakukan untuk mencapai Net-Zero ini, pertama menekan emisi semaksimal mungkin - do the best, dan kedua menyerap emisi yang masih tetpaksa harus keluar - remove the rest.



Nah di point kedua tersebut peluang besarnya di kita. Yang diakui sebagai pencapaian carbon removal itu adalah bila kita menanam pohon di daerah yang semula gersang. Di Indonesia kita memiliki 14 juta hektar lahan gersang ini, yang kita sebut lahan kritis dan sangat kritis.

Maka bila separuh saja lahan gersang tersebut kita tanami pohon penghijauan seperti tamanu yang serapan CO2-nya rata-rata di angka 500 kg/pohon/tahun, maka seluruh emisi CO2 PLN misalnya bisa diserap oleh 7 juta hektar tanaman tamanu atau separuh dari lahan kritis yang kita miliki.

Lantas siapa yang akan mendanai penanaman pohon di 7 juta hektar lahan kritis tersebut? Idealnya adalah PLN sebagai kompensasi dari emisi carbon ysng ditimbulkannya, atau pakai anggaran pemerintah dari dana prnghijauan, penyelamatan lingkungan dan pencegahan bencana. Nsmun kalau keduanya-pun tidak, maka rakyat bisa juga yang rame-rame mendanainya.

Lantas aoa pentingnya rakyat seperti kita-kita ini menanam pohon yang seharusnya dilakukan pemerintah atau PLN? Ini kesempatan bagi rakyat yang beriman untuk memperoleh pahala secekah hingga hari kiamat, karena begitulah dijanjikan Nabi SAW balasan bagi orang yang menanam pohon.

Gerakan menanam pohon di 14 juta hektar lahan kritis dan sangat kritis itu alhamdulillah telah dimulai. Adalah para kiyai dan jama’ahnya di Garut yang telah memulainya, daerah-daerah lain bisa mencontohnya insyaAllah. Gerakan ini kami wadahi dalam gerakan Green Waqf.