CocoJet : Jet Fuel Rasa Kelapa
- Details
- Category: Entrepreneurship
- Hits: 1084
CocoJet : Jet Fuel Rasa Kelapa
Karena industri penerbangan merupakan salah satu pencemar udara terbesar, gerakan nenuju bahan bakar yang carbon neutral untuk pesawat-pesawat Jet dunia - bisa menjadi peluang besar negeri ini. Estimasi dari International Energy Agency (IEA), kebutuhan BioJet akan bisa mencapai 6 Milyar ton 2026 - yang sekarang produksinya baru 0.5 Milyar ton per tahun.
Mengapa ini akan menjadi peluang kita? Karena sumber paling dekat untuk biofuels itu adalah minyak nabati. Sedangkan diantara minyak nabati, yang paling dekat komposisi asam lemaknya dengan biojet adalah minyak kelapa. Dan negeri inilah yang dari dahulu memiliki nickname - negeri rayuan pulau kelapa, negeri nyiur melambai - negeri yang kelapa banget.
Introducing LocaleFuel
- Details
- Category: Entrepreneurship
- Hits: 965
Introducing LocaleFuel
Di era fossil fuels lebih dari seabad terakhir, sumber-sumber minyak ditambahg dalam skala besar, demikian pula infrastruktur pengiriman minyak mentah, refinery sampai distribusi BBM ke konsumen akhir. Semuanya dalam skala besar sehingga production cost-nya bisa ditekan.
Namun pengelolaan BBM dalam skala besar dan tersentralisir juga nemiliki kelemahan tersendiri, yaitu distribusi produk BBM yang sangat mahal terutama untuk pulau-pulau dan daerah terpencil yang di Indonesia ada belasan ribu jumlahnya.
Bukan hanya berat di anggaran subsidi untuk distribusi, pengelolaan BBM juga nemiliki carbon foot print yang sangat serius. Mulai dari pdngiriman bahan baku, distribusi product sampai pembakarannya sendiri di tingkat pengguna.
Transisi Energi Untuk Industri Mandiri
- Details
- Category: Entrepreneurship
- Hits: 1271
Transisi Energi Untuk Industri Mandiri
Selama masih ada batubara, gas alam, BBM fosil - maka ini akan tetap menjadi pilihan utama bagi industri untuk sumber energinya. Tetapi cepat atau lambat seluruh industri akan harus juga memikirkan strategi untuk energy transition-nya. Bisa karena disahkannya UU -EBT, bisa juga karena ‘paksaan’ dari industri keuangan - yaitu Bank dan Asuransi yang secara global sudah membentuk Net-Zero alliance-nya masing-masing.
Tidak ada satu solusi energy transition yang fit for all, sangat tergantung pada resources yang dimiliki suatu industri, lokasinya dan jenis kebutuhan energinya. Sebagai contoh bila industri Anda di Indonesia, maka secara umum penggunaan sinar matahari bisa menjadi solusi.
BBM Para Wali
- Details
- Category: Entrepreneurship
- Hits: 941
BBM Para Wali
Ketika Allah menggambarkan cahayaNya, Dia menggambarkannya dengan sangat indah di surat An-Nur :35, “... seperti sebuah lubang yang didalamnya ada lampu, lampunya berada dalam kaca, kacanya seperti bintang-bintang yang berkilauan, cahayanya dinyalakan dari pohon (buah) yang diberkahi, yaitu pohon zaitun yang tumbuh tidak di timur atau di barat sesuatu, yang hampir-hampir minyaknya bisa menerangi meskipun belum tersentuh api (belum dinyalakan), cahaya di atas cahaya...”.
Lantas kalau kita tidak punya pohon zaitun, dan kalau beli minyaknya terlalu mahal kalau hanya untuk dijadikan api/energi, apakah kita tidak bisa punya minyak terbaik untuk energi? Jawabannya kita juga diberi rezeki yang sama.
Produksi BBM Semudah Nasi Goreng
- Details
- Category: Entrepreneurship
- Hits: 933
Produksi BBM Semudah Nasi Goreng
Ada sebuah alat di dapur saya yang menjadi inspirasi dari setiap mesin yang saya rancang, alat itu adalah wajan. Dengan wajan yang sederhana ini, istri saya bisa memasak nasi goreng dengan sangat enaknya, berapa-piringpun nasi goreng dibutuhkan. Wajan adalah sekedar alat, dia tidak harus pinter dan trampil - tetapi yang masaklah yang harus pinter atau minimal trampil.
Nah dengan folisofi yang sama, bagaimana kalau wajan tersebut saya ganti menjadi sebuah reaktor yang saya sebut TCat - Thermo Catalytic, tetap - intinya dia adalah ‘alat masak’. Yang dinasak sebagian juga sama dengan nasi goreng, yaitu minyak goreng (bekas) atau minyak nabati lainnya.
Bila seorang chef mengandalkan keahliannya dalam memilih bahan, meracik bumbu dan teknik memasak, maka untuk produksi BBM-pun juga demikian. Dibutuhksn keahlian memilih bahan, meracik katalis , mengatur suhu dan waktu - yang semuanya bisa dilatihkan ke siapapun hingga nenjadi trampil.
Lantas apa perlunya ketrampilan produksi BBM ini? Mayoritas orang tidak membutuhkannya - setidaknya selagi BBM yang bahkan disubsidi easily available. Tetapi bayangkan saudara-saudara kita di pulau kecil atau tempat terpencil, pengelola proyek-proyek di remote area, pengelola tower telepon di tempat yang sulit dlsb. maka kemampuan memproduksi BBM sendiri menjadi crucial untuk sustainability kehidupan dan pekerjaannya.
Bahkan masyarakat peekotaan-pun bisa meng-enrich dirinya atau komunitasnya dalam keahlian kemandirian energi ini. Bayangan saya orang-orang berduit anggota club-club mobil mewah, motor gede, para crazy rich celebrities dlsb. Kalau saja mereka ini mau menggunakan aksesnya terhadap dana dan jaringan orang berpunya untuk peduli pada green energy dan sustainability - maka orang kebanyakan seperti kita-kita akan tertarik untuk menirunya.
Siapa yang mau mulai duluan? Kami siap sediakan ‘wajan’-nya dan tentu juga seluruh ecosystem penyedia bahan bakunnya, pelatihannya, strategi untuk sustainability-nya dst.




