BBM Para Wali
Ketika Allah menggambarkan cahayaNya, Dia menggambarkannya dengan sangat indah di surat An-Nur :35, “... seperti sebuah lubang yang didalamnya ada lampu, lampunya berada dalam kaca, kacanya seperti bintang-bintang yang berkilauan, cahayanya dinyalakan dari pohon (buah) yang diberkahi, yaitu pohon zaitun yang tumbuh tidak di timur atau di barat sesuatu, yang hampir-hampir minyaknya bisa menerangi meskipun belum tersentuh api (belum dinyalakan), cahaya di atas cahaya...”.
Lantas kalau kita tidak punya pohon zaitun, dan kalau beli minyaknya terlalu mahal kalau hanya untuk dijadikan api/energi, apakah kita tidak bisa punya minyak terbaik untuk energi? Jawabannya kita juga diberi rezeki yang sama.
Enam abad silam para wali sudah merintisnya. Adalah putra Sunan Muria yang sampai punya sebutan Sunan Nyamplungan - karena mendakwahkan nyamplung sebagai sustainable energi zaman itu - agar masyarakat tidak lagi menebang pohon sebagai bahan bakar satu-satunya, karena dari buah nyamplung inipun sudah cukup untuk bahan bakar.
Meskipun sudah enam abad berlalu, bukankah sikap kita umumnya masih sama dengan zaman para wali tersebut? Kita masih bersikap seolah fossil fuels adalah satu-satunya BBM kita untuk saat ini?
Maka zaman inipun harus ada yang ‘mendakwahkan’ bahwa kita harus banyak-banyak nenanam pohon nyamplung ini, dan kelak ketika pohon-pohon ini sudah berbuah, sekitar 4 tahun lagi, bahan bakar kita dari buah nyamplung ini. Tidak harus lagi bergantung pada fosil.
Mengenai kwalitas dan jenis BBM-nya tidak perlu diragukan lagi. Yang saya pegang ini adalah Bio Gasoline - begitu bening dan indah bercahaya - seperti yang digambarkan untuk minyak terbaik di atas. Karakternya persis bensin tetapi bersifat renewable dan carbon neutral. Bukan hanya pengganti bensin saja, dengan teknologi ysng sama yang kami sebut TCat atau Thermo Catalytic, BBM-BBM populer seperti Green Diesel, BioJet, dan BioMazut-pun bisa diproduksi dari buah pohon nyamplung ini, solusi terbaik era energy transition menuju Net-Zero.
InsyaAllah kami siap mendukung dari ujung ke ujung dari teknologi budidaya sampai teknologi produk akhir, siapa saja yang berminat memperbaiki lingkungan dengan menanam pohon para wali ini.