CocoJet : Jet Fuel Rasa Kelapa
Karena industri penerbangan merupakan salah satu pencemar udara terbesar, gerakan nenuju bahan bakar yang carbon neutral untuk pesawat-pesawat Jet dunia - bisa menjadi peluang besar negeri ini. Estimasi dari International Energy Agency (IEA), kebutuhan BioJet akan bisa mencapai 6 Milyar ton 2026 - yang sekarang produksinya baru 0.5 Milyar ton per tahun.
Mengapa ini akan menjadi peluang kita? Karena sumber paling dekat untuk biofuels itu adalah minyak nabati. Sedangkan diantara minyak nabati, yang paling dekat komposisi asam lemaknya dengan biojet adalah minyak kelapa. Dan negeri inilah yang dari dahulu memiliki nickname - negeri rayuan pulau kelapa, negeri nyiur melambai - negeri yang kelapa banget.
Proses membuat minyak kelapa untuk menjadi biojet juga relatif sederhana, mesin yang kami buat dengan nana TCat - Thermo Catalytic-pun cukup untuk menyiapkan ramuan utamanya, yaitu rantai catbon di range C9-C16. Selebihnya para ahli bahan bakar pesawat-lah yang tinggal nge-blend sesuai kebutuhan mereka.
Jadi challenge-nya bukan di teknologi, tetapi pada bahan bsku yang bisa disiapkan secara terstruktur, systematis dan masif. Pekerjaan inipun telah kita rintis yaitu dengan menyiapkan pembibitan kelapa unggul secara masif sejak beberapa tahun lalu - karena kelapa-kelapa kita yang ada sekarang belum disiapkan untuk industri.
Intinya, ketika dunia hendak mengurangi cemaran CO2 dari dunia penerbangan, salah satu resources terbaiknya ada di negeri ini. Mengapa tidak kita sambut peluangnya?