Independent Energy
Akhirnya dampak perang nun jauh di Ukraina sana bener-bener berdampak pada kita, per 1 April 2022 harga BBM kita naik di kisaran 40%. Dan inipun konon masih di bawah harga ekonomis produksinya, artinya tekanan untuk naiknya lagi juga masih sangat besar.
Pada hari yang sama dengan kenaikan harga BBM kita, masyatakat Eropa yang dicap sebagai ‘unfriendly countries’ oleh Vladimir Putin juga akan mengalami masalah energi yang sangat serius. Pasalnya per 1 April 2022 juga pembelian gas dari Rusia oleh ‘unfriendly countries’ tersebut harus menggunakan Rubles yaitu mata uangnya Rusia.
Ini simalakama yang luar biasa bagi masyarakat Eropa, tidak membeli lagi gas dari Rusia akan melonjakkan harga energi di negara-negara tersebut, sementara membeli dengan uang Rubles menunjukkan ketidak berdayaan Eropa terhadap Rusia yang kaya minyak dan gas.
Saat ini kenaikan harga BBM kita masih murni ekonomi, tetapi kenaikan atau krisis gas di Eropa sudah terkait ideologi dan harga diri mereka terhadap bangsa Rusia yang saat ini sedang sangat dibencinya.
Nah kita yang masih ‘untung’ kenaikan BBM kita murni alasan ekonomi ini bisa mengambil pelajaran, betapa pentingnya kita mampu merdeka dalam pemenuhan kebutuhan energi ini - agar kita tidak harus tunduk pada siapapun dalam mengambil sikap politik kita di tengah dunia yang cenderung bergejolak.
Dan modal untuk merdeka energi itu kita miliki seluruh potensinya. Kita sangat kaya dengan biomasa yang siap diolah menjafi bio-hydrocarbon, yaitu bahan dasar yang bahkan lebih baik dari hydrocarbon yang kita gunakan untuk hampir seluruh BBM kita.
Teknologinya-pun alhamdulillah telah tuntas terpecahkan, bahkan saat ini siap dicobakan untuk daerah/pulau terpencil atau proyek-proyek di daerah terpencil. Dengan demikian melalui independent energy ini kita akan bisa terus menjaga independency dan marwah negeri zamrut di katulistiwa ini dari tekanan negara manapun di dunia. InsyaAllah.