Kartu Yang Tidak Boleh Hilang
Lebih dari 1400 tahun sebelum manusia modern mengenal smart card, ternyata sudah diperkenalkan ke umat akhir zaman akan adanya kartu yang super cerdas dengan super memory. Di dalamnya tersimpan semua perbuatan kita baik yang kecil maupun yang besar.
Adanya kartu ini diungkap dalam hadits sahih yang diriwayatkan oleh setidaknya tiga perawi yaitu Tirmidzi (2639), Ibnu Majah (4300) dan Ahmad (213}. Haditsnya-pun disebut hadits bitoqoh - yang artinya hadits kartu! Apa isinya? Inilah yang menyebabkan kartu sakti (bitoqoh) ini jangan sampai hilang.
Diceritakan dalam hadits panjang tersebut di hari kiamat, ketika seorang diadili dengan begitu banyak dosa, dosanya terekam semua dalam 99 kartu, padahal ukuran satu kartunya saja sejauh mata memandang. Namun diakhir hisabnya terselip satu kartu - bahkan yang punya kartu-pun tidak menyadari adanya kartu ini.
Ternyata ini satu kartu sakti, satu-satunya kebaikan yang dimiliki orang tersebut. Begitu kartu ini ditimbang dengan 99 kartu yang berisi dosa-dosanya, total seluruh dosa-dosa tersebut ‘terbang’ kalah berat dengan satu bitoqoh tersebut.
Apa isi kartu sakti atau bitoqoh ini? Dialah dua kalimat sahadah. Nampaknya sederhana, tetapi dua kalimat ini tidak boleh hilang dari orang beriman dalam kondisi apapun. Inilah kartu yang harus bisa dipertahankan dengan nyawa sekalipun.
Sayangnya kartu ini mudah sekali hilang secara masal, bahkan orang senegara bisa hilang rame-rame kartunya, oleh hal yang sepele yang bahkan tanpa ada yang menyadarinya.
Saya sungguh khawatir peristiwa akhir-akhir ini telah menghilangkan kartu tersebut dari kita, maka tulisan ini bersifat mengingatkan diri saya sendiri dan Anda, jangan sampai ada diantara kita yang kehilangan kartu itu. Karena kartu itu bisa hilang hanya gara-gara kita percaya sama pawang hujan, kita percaya sama air dan tanah keramat - yang sampai harus diusung oleh sejumlah kepala daerah.
Jangan hilangkan kartu sakti ini dari tangan dan dari rakyat Anda, karena bisa jadi ini satu-satunya kartu yang bisa menyelamatkannya di hari kiamat nanti - ketika dosa-dosa itu begitu besarnya.