Kelapa Dua Raya 189 Depok, Jawa Barat 16951 Indonesia
+(62) 856-93-010101 admin@geraidinar.com
Mon - Fri 8.30 - 16.00 National Holiday Closed

Notice: Undefined offset: 181 in /DATA/geraidin/public_html/libraries/src/Access/Access.php on line 608

Notice: Trying to get property of non-object in /DATA/geraidin/public_html/libraries/src/Access/Access.php on line 608

Notice: Undefined offset: 181 in /DATA/geraidin/public_html/libraries/src/Access/Access.php on line 613

Notice: Trying to get property of non-object in /DATA/geraidin/public_html/libraries/src/Access/Access.php on line 613

Bio-Hydrocarbon Economy

Ekonomi yang sangat besar itu adalah ekonomi hydrocarbon. Tidak terbatas pada bahan bakar mayoritas kendaraan dan mesin modern, tetapi juga hampir keseluruhan bahan baku untuk barang dan peralatan yang ada di sekitar kita.

Hanya saja ekonomi hydrocarbon itu tidak sustainable. Selain cadangannya terus menyusut di seluruh dunia, selagi masih adapun dunia berusaha mengerem penggunaannya karena cemaran udara yang ditimbulkannya.

Lantas apa penerus dan pengganti ekonomi hydrocarbon itu? Yang paling logis dan paling siap adalah versi bio-nya, yaitu ekonomi bio-hydrocarbon. Paling logis karena semua mesin yang semula nenggunakan BBM hydrocarbon, bisa langsung diganti bio-hydrocarbon tanpa perubahan apapun, atau disebut drop-in biofuels. Paling siap karena bio-hydrocarbon itu bisa diproduksi dari nyaris seluruh tanaman yang ada di muka bumi.



Berbeda dengan ekonomi hydrocarbon yang menuntut modal raksasa, era bio-hydrocarbon bisa melibatkan seluruh lapisan masyarakat tanpa modal sekalipun. Buruh tani yang mengumpulkan limbah pertanian, masyarakat pinggir hutan yang memungut biji nyamplung jatuhan di hutan, masyarakat nelayan yang biasa membersihkan isi perut ikan dlsb., semua akan bisa berperan dalam ekonomi bio-hydrocarbon.

Lebih dari itu, ekonomi bio-hydrocarbon tidak
mencemari bumi karena emisi yang ditimbulkannya ter-offset oleh CO2 yang terserap saat tanamannya tumbuh dan berproduksi.

Ekonomi bio-hydrocarbon juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya penyelamatan lingkungan dengan gerakan penanaman pohon - khususnya tamanu di lahan-lahan kritis dan sangat kritis, dan penanaman pohon pelindung pantai dari ancaman abrasi dan tsunami - dengan kelapa misalnya.

Dari dua tanaman yang saya jadikan contoh ini saja, sudah ada potensi ekonomi bio-hydrocarbon di lahan seluas 14 juta hektar untuk tanaman tamanu di lahan kritis dan sangat kritis, dan 9,900 km garis pantai untuk tanaman kelapa. Tertarik menggarap peluangnya? Berikut link untuk mendapatkan update diskusi-diskusinya : https://forms.gle/yB3YcQMbP7th5WK86