Kelapa Dua Raya 189 Depok, Jawa Barat 16951 Indonesia
+(62) 856-93-010101 admin@geraidinar.com
Mon - Fri 8.30 - 16.00 National Holiday Closed

Notice: Undefined offset: 181 in /DATA/geraidin/public_html/libraries/src/Access/Access.php on line 608

Notice: Trying to get property of non-object in /DATA/geraidin/public_html/libraries/src/Access/Access.php on line 608

Notice: Undefined offset: 181 in /DATA/geraidin/public_html/libraries/src/Access/Access.php on line 613

Notice: Trying to get property of non-object in /DATA/geraidin/public_html/libraries/src/Access/Access.php on line 613

The Greenest Car

Upaya berbagai pihak untuk memperkenalkan mobil listrik dalam menekan emisi CO2 di udara harus didukung. Tetapi ini saja tentu belum cukup, dan belum menjadi solusi karena puluhan juta mobil, motor apalagi kapal laut dan pesawat terbang yang berbahan bakar cair yang sekarang ada akan tetap ada hingga setidaknya 1/2 abad ke depan.

Lebih dari itu, tingkat penurunan emisi CO2 oleh penggunaan mobil listrik juga sangat dipengaruhi kwalitas listriknya itu sendiri. Di negeri ini karena sumber energi listrik masih didominasi oleh fosil, cemaran CO2 dari listriknya sendiri masih tinggi. Listrik dari batubara misalnya, masih mengeluarkan emisi CO2 di kisaran 1 kg CO2 per kWh. Sedangkan komponen batubara dan fosil lainnya masih di kisaran 85% di listrik kita. Jadi masih ada emisi CO2 sekitar 0.85 kg per kWh yang dipakai mobil listrik.

Sekarang kita coba hitung perbandingannya dengan mobil bensin untuk kelas yg sama misalnya. Mobil bensin kelas menengah butuh 9.4 liter bensin untuk menempuh 100 km perjalanan, emisi yang dikeluarkan 2.64 kg/liter, total emisi dalam 100 km ini adalah 24.8 kg. Mobil listrik di kelas tersebut butuh 18.5 kWh untuk jarak tempuh yang sama, masih mengeluarkan emisi 15.7 kg. Tidak sebersih yang kita bayangkan bukan?



Jangan kawatir, insyaAllah akan segera ada solusi yang benar-benar bersih dengan mobil bensin atau diesel yang sudah Anda pakai sekarang, bahkan mobil antik sekalipun tetap bisa dibuat sangat bersih efek emisi globalnya. Dengan apa?

Yaitu dengan mengganti BBM hydrocarbon yang dipakai selama ini dengan Bio-Hydrocarbon (BioHC). Setiap CO2 yang keluar dari emisinya, sepenuhnya ter-offset oleh CO2 yang diserap dalam pertumbuhan tanaman yang menghasilkan Bio-Hydrocarbon tersebut dalam proses yang kita kenal dengan fotosintesa.

Maka mobil bensin dalam contoh di atas, bisa menjadi nol tingkat emisinya bila BBM-nya diganti sepenuhnya dengan BioHC, dalam hal ini jenis BioGasoline. Jadi yang belum ‘terlanjur’ punya mobil listrik tidak usah kawatir, Anda akan tetap bisa ikut menekan emisi CO2 dengan mengganti BBM fosil Anda dengan BioHC.

Karena tataniaga BBM ini njlimet - akan perlu waktu untuk BioHC menjadi masal, namun insyaAllah tetap bisa lebih cepat dari masalnya mobil listrik. Terutama bagi para pioner yang ingin terlibat sebagai pelopor dalam energi bersih ini - sudah bisa bergabung dalam komunitas kami untuk nantinya menjadi orang-orang pertama yang mobilnya Net-Zero emission! InsyaAllah. Berikut link untuk bergabung di komunitas ini : https://forms.gle/yB3YcQMbP7th5WK86