Financial Check-Up : Apakah Kita Sehat Secara Finansial ?...
- Details
- Category: Entrepreneurship
- Hits: 7399
Medical Check-Up mungkin mayoritas kita sudah biasa, apalagi kalau yang bekerja pada perusahaan besar – secara berkala wajib menjalani ini. Untuk apa ?, agar kita tahu kondisi kesehatan kita yang sesungguhnya – dan untuk dapat melakukan langkah-langkah pencegahan atau penyembuhan bila ditemukan gejala yang kurang baik pada kesehatan kita.
Lantas apa itu Financial Check-Up ?, sama dengan Medical Check-Up – hanya gunanya bukan untuk mengetahui kondisi kesehatan tubuh kita – tetapi untuk mengetahui kesehatan keuangan kita.
Sama dengan Medical Check-Up, Financial Check-Up ini juga perlu untuk mengetahui kondisi keuangan kita yang sesungguhnya – dan diambil tindakan-tindakan perbaikan bila ada yang kurang beres.
Untuk melakukan Medical Check-Up kita membutuhkan (team) dokter yang masing-masing memiliki kompetensi dibidangnya. Demikian halnya dengan Financial Check-Up kita juga membutuhkan bantuan dari orang yang competent dibidangnya seperti para Financial Planner, Wealth Management Specialist dlsb.
Jalan Keluar Itu Memang Pasti Ada, Tetapi Bagi Siapa..?
- Details
- Category: Entrepreneurship
- Hits: 7482
“… Barang siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar ” (QS 65:2)
“Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya… ” (QS 65:3)
“… Dan barang siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya.” (QS 65:4)
“… Dan barang siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan menghapus kesalahan-kesalahannya dan akan melipat gandakan pahala baginya.” (QS 65:5)
Dalam berbagai tulisan saya, biasanya saya tidak menggunakan kata “pasti” karena hanya Allah Ta’ala yang bisa memastikan sesuatu itu terjadi atau tidak. Namun karena judul tulisan ini saya ambilkan dari janji Allah Ta’ala dalam Al-Qur’anul Karim, maka saya berani menggunakan kata “pasti” ini – janji Allah pasti benarnya!.
Adalah lumrah dalam kehidupan kita sehari-hari, baik sebagai individu, rumah tangga, masyarakat sampai negara kita memiliki masalah. Dan sesungguhnya untuk setiap masyalah tersebut, Allah Ta’ala sudah menjanjikan pasti ada jalan keluarnya. Namun untuk siapa jalan keluar ini diberikan ? ternyata kepastian akan jalan keluar tersebut hanya diperuntukkan bagi yang bertakwa.
Bahkan bagi yang bertakwa, bukan hanya jalan keluar yang diberikan, tetapi juga rizki dari arah yang tidak disangka-sangka, kemudahan dalam segala urusan, dan yang lebih menggembirakan lagi adalah dihapuskannya kesalahan dan dilipat gandakannya pahala.
Peluang di Top 20 Dunia Maya…
- Details
- Category: Entrepreneurship
- Hits: 7889

Karena melalui hobby saja, saya mengenal internet sejak internet mulai dipasarkan untuk umum di Indonesia dan masih berupa teks awal 90-an. Saking langkanya internet saat itu, saya bahkan duluan memiliki email address dan alamat di web ketika perusahaan besar tempat saya bekerja belum memilikinya.
Sampai hampir 10 tahun kemudian – karena didera krisis 97/98 – pengguna internet di Indonesia tidak terlalu besar pertumbuhannya. Berdasarkan data International Telecommunication Union (ITU), pengguna internet di Indonesia baru mencapai 2,000,000 pengguna tahun 2000.
Tidak heran makanya berbagai inisiatif bisnis berbasis internet sampai awal tahun 2000-an sangat jarang yang sukses. Saat itu saya sendiri bereksperimen dengan puluhan situs, tidak ada yang berhasil. Pertama mungkin karena eksperimen-eksperimen tersebut hanya sambilan, kedua ya karena pengguna internet pada waktu itu masih sangat sedikit, dan ketiga akses permodalan saat itu yang belum terbuka.
Kini situasi itu sangat berbeda; pengguna internet di Indonesia tahun lalu telah mencapai 25,000,000 pengguna menurut data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII). Bahkan pemerintah sebenarnya mentargetkan pengguna internet mencapai 50 juta akhir tahun lalu - belum tercapai memang – tetapi banyak pihak optimis kalau target ini bisa tercapai dalam dua tiga tahun mendatang.
Dengan pengguna internet yang begitu besar, peluang untuk berwirausaha di dunia internet yang disebut netpreneur atau infopreneur menjadi terbuka lebar. Situs yang asalnya hanya blog geraidinar.com pun awalnya hanya saya buat tanpa sengaja – dalam suasana liburan di sebuah warnet di Jogjakarta akhir tahun 2007.
Ketika respon masyarakat sudah mulai membesar, yang kemudian menuntut konsentrasi penuh saya untuk melayaninya – maka mulailah bisnis ini saya tangani dengan penuh dan saya tinggalkan pekerjaan ‘bergengsi ‘ saya sebelumnya. Kini sudah hampir satu tahun pekerjaan full-time sebagai netpreneur ini saya jalani, alhamdulillah tidak ada yang saya sesali sedikit-pun atas langkah pindah kwadrant yang saya lakukan.
Pengalaman ini yang ingin saya share kepada teman-teman pembaca yang ingin menerjuni bisnis yang sangat potensial ini; tidak ada yang mudah memang – tetapi juga tidak ada yang mustahil untuk dilakukan. Apa yang kita lakukan ini menurut ustadz saya berada diantara baina mungkin wal mustahil. Asal masih berada di area yang mungkin, maka semuanya bisa terjadi. Sebaliknya kalau kita masuk ranah yang mustahil – maka itu akan membuang-buang waktu saja.
Bila Terpaksa Harus Berhutang, Kemana…?.
- Details
- Category: Entrepreneurship
- Hits: 7396

Pada tulisan saya tanggal 17 Maret 2009 lalu saya menganjurkan agar kita tidak mengandalkan hutang dalam mengatasi krisis (ekonomi) atau membangun kekuatan ekonomi umat. Untuk kegiatan produktif, banyak solusi Islam yang lebih adil bagi kedua belah pihak seperti qirad atau mudharabah, musyarakah dan lain sebagainya.
Namun ada kalanya kita terpaksa harus berhutang untuk hal-hal yang bersifat dharurat dan memang tidak mungkin diatasi dengan aqad –aqad tersebut diatas. Contohnya adalah ketika terkena musibah keluarga sakit yang perlu biaya besar, kecelakaan, bencana alam, kebakaran, banjir dlsb.
Dalam kondisi terkena musibah seperti ini, orang yang sehari-harinya mampu-pun bisa jadi terpaksa harus berhutang. Pertanyaannya adalah kemana kita harus berhutang ketika kondisi memaksa kita untuk itu ?.
Di jalan-jalan, di koran-koran bahkan sering via sms para ‘pemberi pinjaman’ menawarkan jasanya dengan iming-iming tanpa jaminan, atau cukup dengan jaminan BPKB dan sejenisnya. Bukan hanya oleh lembaga keuangan kecil saja, tetapi hal demikian juga ditawarkan oleh bank-bank asing besar.
Motifnya apa mereka menawarkan pinjaman ke orang-orang yang sebenarnya tidak terlalu membutuhkan pinjaman ini ?; tidak lain adalah kerena mereka berharap memiliki penghasilan dari bunga pinjaman alias riba.
Pinjaman-pinjaman semacam ini bukan merupakan solusi bagi kebutuhan dana dharurat seperti yang saya uraikan diatas. Pertama karena pinjaman mereka mencekik dari sisi bunganya dan kedua karena pinjaman ini berbasis riba yang mendatangkan dosa bagi pemberi dan penerimanya.
Musim Membeli Emas/Dinar…
- Details
- Category: Dinar/Emas
- Hits: 16318
Meskipun saya sudah berusaha menjawab secara umum kapan waktu yang baik untuk menukar Dinar pada tulisan saya tanggal 21 February 2009 lalu , masih sangat banyak pertanyaan diajukan ke saya terutama dari kalangan pengguna Dinar yang relatif baru. Pertanyaan tersebut adalah apakah sekarang waktu yang baik untuk menukar investasi saya ke Dinar ?, dan berbagai pertanyaan sejenis.
Jawaban saya selalu saya arahkan untuk membaca tulisan saya tersebut diatas; Namun tergelitik juga saya untuk melengkapi tulisan tersebut diatas dengan data-data yang barangkali juga bermanfaat sebagai tambahan bahan pertimbangan.
Data ini saya kumpulkan dari Kitco untuk harga emas selama lima tahun terakhir dan saya kelompokkan berdasarkan empat musim yaitu Musim Semi (Spring); Musim Panas (Summer), Musim Gugur (Fall) dan Musim Dingin (Winter). Musim yang saya pakai adalah musim-musim belahan bumi utara, karena konsentrasi aktifitas pasar emas jauh lebih banyak terjadi di belahan bumi utara dibandingkan dengan selatan.
Kemudian agar bisa dibandingkan secara konsisten dari tahun-tahun yang berbeda, maka saya buat index harga 100 untuk bulan Juni (awal musim panas).
Hasilnya saya sajikan dalam grafik diatas; cukup menarik bukan ?. Perhatikan pada garis rata-rata (average) yang berwarna emas; ternyata memang secara statistik harga emas yang berarti juga Dinar cenderung rendah pada Musim Semi dan Musim Panas. Sebaliknya, harga emas di Musim Gugur cenderung meningkat dan puncaknya di Musim Dingin.