Aslim Taslam, Then…Gold is Antidote To The Crisis…
- Details
- Category: Entrepreneurship
- Hits: 8599
Bahan tulisan saya kali ini adalah gabungan dari Khutbah Iedul Adha 08/12/08 pagi dari Ustadz Ihsan Tanjung dan acara televisi di Business News Network malamnya yang membahas fenomena Gold Backwardation di pasar emas internasional.
Dalam khutbah Iedhul Adha tersebut Ustadz Ihsan mengingatkan kita semua atas kewajiban berdakwah, yaitu secara khusus mengajak kaum non-muslim di sekitar kita untuk ikut masuk Islam.
Hal ini dicontohkan langsung dengan ucapan Rasulullah yang sangat terkenal yaitu Aslim Taslam yang artinya “Masuk Islam-lah engkau, niscaya engkau bakal selamat (dunia dan akhirat)”. (HR. Bukhari).
Selama ini kita mungkin ada perasaan nggak enak untuk mengajak masuk Islam temen-temen dekat kita, tetangga dekat, staff di kantor dlsb. yang beragama non-muslim. Tetapi khutbah Ustadz Ihsan tersebut memberi perspektif lain tentang kewajiban berdakwah ini.
Karena kita yakin bahwa agama Islam ini yang benar dan kita yakin bahwa dengan jalan ini kita akan selamat di dunia dan akhirat; bukankah kita terlalu egois kalau kita ingin menikmatinya sendiri – tanpa mengajak orang-orang yang kita kenal (yang belum muslim) untuk mengikutinya pula ?.
Dari Local Max Ke Big Max…
- Details
- Category: Entrepreneurship
- Hits: 8161

Tulisan saya kali ini saya ambilkan dari materi Entrepreneurship Training untuk kalangan pegawai dan professional yang kami kembangkan bersama Center for Islmic Entrepreneurship Development (CIED).
Perjalanan karir sukses seorang karyawan atau professional yang paling umum dapat kami gambarkan seperti grafik disamping yang disebut grafik Local Max. Karyawan atau professional muda, mulai dari titik A kemudian yang sukses menanjak karirnya sampai puncak di titik B.
Titik B ini adalah titik Local Max dimana sesorang karyawan atau professional stuck dengan apa yang dicapainya; bisa jadi dia sudah menjadi eksekutif puncak atau professional yang diakui dibidangnya. Tetapi yang dia lihat kemanapun adalah penurunan.
Karena penurunan ini menyakitkan, sedikit saja yang mau menempuh perjalanan dari B ke C, sehingga mayoritas karyawan dan professional berhenti di titik B ini.
Kalau Anda puas dengan grafik Local Max Anda, maka Anda-pun berhenti disini.
Positioning Riba Dalam Masyarakat Islam…
- Details
- Category: Entrepreneurship
- Hits: 8777

Sama dengan kemungkaran besar lainnya seperti pelacuran , perjudian dan minuman keras , riba adalah kemungkaran besar yang usianya seusia sejarah manusia itu sendiri.
Juga jangan dikira di jaman Rasulullah SAW hidup tidak ada riba; ada riba saat itu dan justru itulah ditimbulkan larangannya. Demikian pula di jaman-jaman nabi sebelumnya, ada riba tetapi selalu dilarang.
Di jaman keemasan Islam sesudah Rasulullah SAW pun demikian. Pelaku-pelaku riba tetap ada di masyarakat meskipun itu terus dilarang.
Di jaman-jaman kekhalifahan, pedagang dimuliakan apalagi kalau pedagang ini dari jauh. Pedagang-pedagang antar kota ini dijamu sebagai tamunya kaum mukminin di kota tujuan.
Kepada mereka disediakan rumah-rumah singgah yang terbaik – Anda masih bisa melihat bekas-bekas rumah singgah ini bila Anda datang ke Damskus sekarang. Para pedagang luar kota ini belum boleh berdagang sebelum mengamati pasar selama tiga hari. Agar ketika mulai berjualan mereka tahu harga yang wajar , sehingga tidak dirugikan atau merugikan orang lain.
Lantas dimana posisi para rentenir ?, mereka beroperasi secara sembunyi-sembunyi dengan mencegat para pedagang dan orang-orang yang akan ke pasar – untuk menawarkan jasa ribawinya (seperti calo karcis kereta di musim lebaran). Bila ketahuan petugas pengawas pasar (hisbah) mereka ini dikejar-kejar dan lari tunggang langgang.
Dengan positioning sebagi produk yang tercela – karena dosa besar dan diperangi Allah dan RasulNya (QS 2:279) – maka meskipun para rentenir ini tidak bisa dihilangkan keberadaannya dalam masyarakat, pertumbuhan dan perkembangannya dicegah.
Dinar Untuk Solusi Komersial, Siapa Takut…?
- Details
- Category: Dinar/Emas
- Hits: 9296

Pekan ini GeraiDinar.Com akan genap satu tahun dalam penayangan, lebih dari 240 artikel telah saya tulis mulai dari tampilan awal di geraidinar.blogspot.com; geraidinar.com/old.php (versi blog) dan pada penampilan terakhir di geraidinar.com.
Selama ini artikel-artikel yang saya tulis baru sebatas teori dasar tentang Dinar, lingkungan finansial dimana kita berada dan sedikit aplikasinya pada kebutuhan individu.
Menginjak usianya yang kedua, insyaallah saya akan mulai merespon tantangan dunia komersial dan industri untuk memberi jawaban atas problem-problem finansial yang mereka hadapi.
Untuk yang pertama ini, solusi Dinar saya tawarkan untuk dunia perbankan (khususnya bank syariah) dan real estate.
Case study-nya adalah sebagai berikut :
Selama ini salah satu problem terbesar kaum pekerja adalah perumahan. Mereka kesulitan membeli rumah secara tunai, sementara menabung (dalam Rupiah) bukan solusi yang cerdas untuk dapat membeli rumah karena bagi hasil tabungan rata-rata kurang lebih hanya separuh dari tingkat inflasi harga rumah.
'Déjà Vu' Akhir Tahun 1998/2008…
- Details
- Category: Dinar/Emas
- Hits: 7816
Hari ini (31/12/08) adalah hari terakhir dalam tahun 2008, waktunya saya menganalisa data kinerja Dinar setahun terakhir untuk pemahaman saya sendiri sekaligus juga untuk berbagi dengan para pembaca situs ini.
Saya belum bisa memuatnya hari ini, karena perdagangan emas dunia untuk tahun ini masih akan berlangsung sampai dini hari besuk waktu Indonesia. Insyaallah catatan akhir tahun ini bisa saya sajikan besuk atau lusa.
