Dinar & Produktivitas Negeri...
- Details
- Category: Dinar/Emas
- Hits: 7305
Kemarin US$ sempat melampaui angka Rp 13,000 di pasar. Dampaknya terhadap harga emas dan Dinar tentu sangat significant. Sampai-sampai GeraiDinar.Com menganjurkan kepada para agen dan kliennya agar tidak bertransaksi untuk menghindari transaksi yang mengandung gharar.
Pagi ini harga Dinar semakin tinggi, untuk pertama kalinya melampui Rp 1,400,000/Dinar. Insyaallah Senin kita akan membuka kembali transaksi pada tingkat harga yang berada pada keseimbangan yang baru tersebut.
Mudah-mudahan otoritas moneter negeri ini bisa mempertahankan nilai Rupiah agar tidak merosot lebih jauh, sehingga kita juga bisa bertransaksi secara comfortable dengen elemen gharar yang minimal.

Masalahnya adalah kita juga harus menyadari kemampuan otoritas moneter untuk mempertahankan nilai Rupiah sangat terbatas. Lihat grafik disamping yang datanya saya ambilkan dari situs resmi Bank Indonesia. Cadangan devisa kita berkurang sekitar US$ 10 Milyar dalam tiga bulan Agustus, September dan Oktober.
Pada bulan Oktober saja cadangan devisa kita berkurang sekitar US$ 6.5 Milyar. Kemana perginya ? dugaan saya terbesar adalah untuk mengamankan nilai Rupiah. Mudah-mudahan angka November yang akan keluar akhir bulan ini tidak menambah keterkejutan kita akan kondisi keuangan riil negeri ini.
Emas Cukup Untuk Seluruh Umat Manusia, Tetapi…
- Details
- Category: Dinar/Emas
- Hits: 18138
Diciptakannya emas dan perak oleh Allah menurut Imam Ghazali adalah agar emas dan perak ini digunakan sebagai hakim atau timbangan yang adil untuk menilai barang-barang dalam bermuamalah. Hal ini sejalan dengan banyaknya ayat-ayat al-Quran yang memerintahkan kita untuk menegakkan timbangan atau neraca yang berarti juga menegakkan keadilan.
Dinar Emas di Tengah Ancaman Deflasi dan Tingginya Inflasi…
- Details
- Category: Dinar/Emas
- Hits: 6781
Ketika krisis melanda Indonesia tahun 1998, saat itu saya adalah salah satu korbannya. Sebagai direksi di sebuah perusahaan publik, saya punya investasi di saham dan juga deposito. Deposito Rupiah yang saya kumpulin dari jerih payah bertahun-tahun nilainya terpangkas menjadi tinggal seperempatnya hanya dalam beberapa bulan krisis.
Investasi saham lebih buruk lagi, karena selain nilainya dalam Rupiah anjlog. Rupiahnya sendiri tinggal seperempat dari Rupiah sebelum krisis. Pukulan bertubi-tubi selama krisis ini menghanguskan sebagian besar dari investasi yang saya bangun sejak awal karir.
Alhamdulillah saya bersyukur dengan pertolongan Allah dimudahkan untuk memahami fenomena finansial yang ada di sekitar kita, sehingga ketika krisis ini berulang sepuluh tahun kemudian (2008) – saya tidak perlu menjadi korban lagi.
Sesungguhnya tidaklah sulit untuk memahami apa yang terjadi dengan system keuangan yang berbasis uang kertas ini, data-datanya tersebar di berbagai sumber yang dapat dipercaya. Grafik diatas misalnya, saya ambil dan olah datanya dari Pacific Exchange Services dan Kitco.
Emas dan Kemakmuran Negeri Ini…
- Details
- Category: Dinar/Emas
- Hits: 12165
Dalam beberapa tulisan saya sebelumnya saya sering menyebutkan bahwa cadangan emas Bank Indonesia hanya sekitar 96 ton. Angka 96 ton tersebut benar adanya ketika saya melakukan riset untuk buku ‘Mengembalikan Kemakmuran Islam Dengan Dinar dan Dirham’.
Prediksi Harga Emas Dari Citigroup…
- Details
- Category: Entrepreneurship
- Hits: 8542

Saya lagi di Perkebunan Gunung Ringgit ketika harian the Telegraph - Inggris me-released prediksi harga emas dari Citigroup pekan lalu sehingga saya tidak bisa menurunkan tulisan ketika berita ini lagi hangat-hangatnya di pasar emas dunia.
Namun karena anailsa-analisa yang dibuatnya cukup valid dan dikeluarkan oleh pihak yang juga cukup competent, maka meskipun terlambat saya kutip juga prediksi tersebut.
Prediksi ini sebenarnya bemula dari nota internal Citigroup kepada kliennya yang intinya menyatakan bahwa harga emas akan dapat mencapai US$ 2,000/troy oz dalam dua tahun mendatang, dan kemungkinannya adalah akhir tahun 2009.
Prediksi ini kemudian tidak dibantah, malah ditegaskan oleh Tom Fitzpatrick – Chief Technical Strategist dari bank tersebut.
Menurut Tom, ini tidak lain karena bank-bank sentral dunia telah membanjiri sistim moneter dengan likuiditas – uang kertas. Saat ini uang kertas ber-trilyun Dolllar tersebut ibarat debu beterbangan – mencari tempat untuk jatuh. Setelah jatuh akan menjadi tumpukan uang kertas dan guncangan inflasi yang tidak pernah terjadi sebelumnya.