Mencermati Naik Turunnya Emas Dalam 40 Tahun Terakhir…
- Details
- Category: Dinar/Emas
- Hits: 7524

Banyak sekali orang berinvestasi hanya mengikuti trend sesaat, berita di Koran…manut grubyug istilah jawanya. Bukan hanya di Indonesia tetapi juga di seluruh dunia.
Trend sesaat, apalagi berita di koran sering sekali misleading terhadap pembacanya. Bahkan oleh koran keuangan dunia sekaliber Financial Times sekalipun. Koran hanya menulis apa yang dipandang up-to-date dan menarik bagi pembaca saat itu, belum tentu yang terbaik dalam konteks kebutuhan investasi kita.
Financial Times misalnya, pada tahun 2004 menulis editorial dengan judul The Death of Gold – maka banyak orang terpengaruh ; tetapi kemudian dua pekan lalu (05/1/09) mereka mempublikasikan tulisan yang 180 Derajat berlawanan dengan judul “ There is Only One Alternative To The Dollar” – apalagi kalau bukan emas ?.
Bayangkan hanya dalam rentang kurang dari 5 tahun, koran yang sama bisa berbalik arah 180 derajat. Padahal untuk kepentingan investasi, horizon kita harus panjang – sepuluh, dua puluh bahkan lebih dari 40 tahun.
Mengapa demikian ?. Kebanyakan kita mulai bekerja awal usia 20-an tahun, akan pensiun pertengahan 50-an tahun – ini sudah 30 tahun. Ekspektasi hidup orang Indonesia adalah sampai 71 tahun, berarti hasil kerja keras kita diharapkan bisa dinikmati sampai sekitar 16 tahun setelah pensiun. Kalau dihitung dari awal kita bekerja (mulainya kita membayar dana pensiun) – maka rentang waktu antara mulai menabung sampai terakhir menikmatinya bisa sampai 46 tahun !.
Dinar Lagi Tinggi, So What…?.
- Details
- Category: Dinar/Emas
- Hits: 5289
Hari-hari ini harga emas dunia lagi melambung, pada saat artikel ini ditulis di dashboard GeraiDinar.Com harga emas menunjukkan angka US$ 904.45. Sementara itu Rupiah dalam posisi masih tertekan lemah di angka Rp 11,365/ US$ - jadi bisa dimengerti kalau Dinar dalam Rupiah juga melambung.
Dinar di GeraiDinar.Com pagi ini (harga jam 6.30) dijual dengan harga Rp 1,432,530 – dan harga beli tetap dengan selisih 4% dari harga jual yaitu Rp 1,375,229,-.
Meskipun harga lagi tinggi, saya tidak menganjurkan Anda melepas Dinar Anda hanya karena harga lagi tinggi ini – kecuali bila Anda memang membutuhkan Rupiahnya sekarang. Mengapa ?.
Pertama Tingginya harga ini semu karena sebenarnya daya beli uang kertas baik rupiah maupun US Dollar yang lagi lemah – dan akan terus melemah. Ketika Anda menjual benda riil yang berharga dengan uang kertas yang nilainya semu, maka Anda kehilangan proteksi nilai terhadap investasi atau tabungan Anda. Artinya ketika Dinar terus naik harganya – Anda tidak bisa membeli lagi Dinar yang sama dengan uang kertas Rupiah atau Dollar Anda.
Kedua karena alasan Anda mengkonversi uang kertas Anda ke Dinar, besar kemungkinan niatnya bukan untuk spekulasi atau untung-untungan sesaat. Besar kemungkinan Anda niatnya adalah untuk investasi dan proteksi nilai yang sifatnya jangka panjang. Gejolak-gejolak harga yang melambung, jangan sampai membiaskan tujuan Anda semula.
Antara Damascus, Dubai dan Depok...
- Details
- Category: Entrepreneurship
- Hits: 7474
Alhamdulillah hari ini adalah hari kesepuluh saya melakukan perjalanan ke Damascus dan Dubai, insyaallah besuk sudah kembali ke Depok. Maksud perjalanan ini adalah dalam rangka mengidentifikasi 'bukit' untuk 'pohon zaitun' yang kita tanam agar bisa memberikan hasil yang terbaik karena tumbuh 'tidak di timur dan tidak pula di barat'.
'Pohon zaitun' ini bisa berupa pendidikan untuk anak-anak kita, usaha yang kita bagun, amal islami yang kita persiapkan untuk akhirat kita atau apa saja yang memerlukan lingkungan pertumbuhan yang baik.
Dari kunjungan ini saya membuat analisa dari dua kota Damascus dan Dubai, relatif bila dibandingkan dengan Depok dimana saya tinggal. Yang saya sajikan disini hanya summary dari analisa tersebut.
Outliers : Pohon Zaitun Yang Tumbuh Tidak Di Timur dan Tidak Pula Di Barat...
- Details
- Category: Entrepreneurship
- Hits: 10100
Outliers adalah judul buku yang ditulis oleh Malcolm Gladwell (Penguin Books, 2008) yang dua buku dia sebelumnya The Tipping Points dan Blink juga pernah saya jadikan sebagai bahan tulisan saya di situs ini.
Buku terbaru Outliers ini bercerita tentang kisah-kisah sukses orang dari berbagai latar belakang dan profesi, dari pemain hockey, programmer computer sampai pengusaha paling sukses sekaliber Bill Gates.
Orang-orang yang sangat sukses dibidangnya masing-masing ini oleh penulis dsebutnya sebagai Outliers – yang artinya kurang lebih adalah sesuatu yang berada jauh dari kelompoknya, sesuatu yang sangat berbeda dari jenisnya.
Yang menarik dari karya penulis ini adalah dia tidak terfokus pada faktor internal dari pribadi-pribadi yang sangat sukses tersebut, dia lebih banyak menguraikan faktor-faktor dari luar yang memungkinkan seorang menjadi sangat sukses dibidangnya.
Saya tidak menguraikan faktor-faktor sukses eksternal tersebut karena tulisan ini tidak dimaksudkan sebagai resensi dari bukunya Malcolm, tetapi inti dari pesan yang dia sampaikan dalam buku tersebut yang ingin saya share dengan para pembaca situs ini.
Inti dari pesan buku tersebut adalah sebagai berikut ; “ Pohon yang tumbuh sangat tinggi di hutan, jauh diatas pohon-pohon sejenisnya - bukanlah semata karena pohon tersebut memiliki segala keunggulan dalam diri nya – melainklan dia adalah produk lingkungannya. Dia tidak akan bisa leluasa menikmati pertumbuhannya bila sedari kecil kerindangan pohon-pohon lain di sekeliling menghalanginya untuk memperoleh sinar matahari...”.
Bagi kita umat Islam, kita yakin sepenuhnya bahwa sukses tidaknya kita ada di tangan Allah semata. Namun pada saat yang bersamaan kita juga harus mengikuti sunatullah hukum sebab akibat.
Di tataran ikhtiarnya, untuk bisa sukses kita harus berusaha mengumpulkan segala faktor internal dan eksternal yang memungkinkan untuk mencapai kesuksesan tersebut – apapun bidang yang kita tekuni dan apapun kriteria sukses kita.
Untuk faktor eksternal dibidang usaha misalnya, negara yang proses perijinan usahanya ribet, pajaknya mencekik, infrastruktur industrinya amburadul dan birokratnya korup tentu tidak akan melahirkan banyak pengusaha yang sukses. Segala faktor eksternal yang menghambat ini adalah seperti kerindangan pohon diatas yang menghalangi pohon kecil dari memperoleh sinar matahari sehingga dia sulit tumbuh.
Untuk faktor internalnya, kita tidak bisa menyerah dengan lingkungan. Bila lingkungan usaha tersebut bisa kita atasi dengan cara yang halal – maka ini baik, bila tidak – maka bukankah bumi Allah luas ?.
Sebagai makhluk terbaik yang diciptakan Allah, kita lebih beruntung dari pohon yang sangat tinggi sekalipun – kita bisa memilih lingkungan kita, termasuk memilih lingkungan untuk berusaha. Kita tidak bisa dibatasi oleh lingkungan dimana kita dilahirkan, atau lingkungan dimana sekarang kita bertempat tinggal – bila lingkungan tersebut tidak kondusif untuk pertumbuhan (usaha) kita maka di bumi Allah yang luas ini – insyaallah akan selalu ada tempat untuk (usaha) kita agar bisa tumbuh secara optimal.
Pohon zaitun yang menghasilkan buah terbaik adalah pohon zaitun yang tumbuh di puncak bukit sehingga mendapatkan sinar matahari sepanjang waktu; itulah gambaran produk terbaik dari lingkungan terbaik menurut Al-Quran :
“Allah (pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahayaNya adalah seperti lubang yang tidak tembus yang didalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam tabung kaca, (dan) tabung kaca itu bagaikan bintang yang berkilauan, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang diberkahi, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di timur dan tidak pula dibarat, yang minyaknya saja hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya diatas cahaya, Allah memberi petunjuk kepada cahaya-Nya bagi orang-orang yang dikehendaki, dan Allah membuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia. Dan Allah maha mengetahui segala sesuatu.” (QS An-Nur 35).
Jadi kalau usaha atau karir Anda sulit tumbuh di lingkungan tempat usaha atau tempat Anda bekerja sekarang, jangan buru-buru nyalahin lingkungan. Lingkungan memang amat sangat penting pengaruhnya bagi keberhasilan Anda, tetapi sesungguhnya Anda bebas memilih lingkungan tersebut, bukankah bumi Allah luas ?. Wallahu A'lam.
Monster Inflasi dan Monster Deflasi Versi European Central Bank…
- Details
- Category: Dinar/Emas
- Hits: 8962
Inflasi dan deflasi adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat yang hidup di era uang kertas ini. Kebanyakan kita merasakan bahwa inflasi (atau sangat jarang deflasi) itu bener-bener ada, tetapi tidak mudah memahami makhluk apa sih inflasi dan deflasi itu ?, bagaimana terbentuknya atau kapan lahirnya dlsb.
Nah untuk menjelaskan masalah inflasi dan deflasi ini secara menarik ke masyarakat, bahkan sejak mereka di bangku sekolah – European Central Bank (ECB) punya ide kreatif – yaitu membuat film animasi pendek sekitar 5 menit yang bercerita tentang dua monster yaitu Monster Inflasi dan Monster Deflasi. Kalau akses internet Anda cukup bagus, Anda bisa menontonnya langsung dengan klik di link ini.
Tidak terbatas pada film animasi tersebut, ECB juga menyiapkan dokumen PDF untuk bisa di download para guru dan masyarakat untuk bahan ajar atau sosialisasi masyalah inflasi dan deflasi ini.
Sepintas film animasi ini nampak baik- baik saja dan cukup menarik untuk ditonton. Namun saya sendiri melihat film animasi tersebut merasa jadi bodoh, atau filmnya yang sengaja membodohkan penontonnya.