Alasan Fundamental Untuk Memilih Dinar…
- Details
- Category: Dinar/Emas
- Hits: 8019

Mungkin karena banyaknya tulisan saya di situs ini sehingga sebagian pembaca malah bingung mengapa kita memilih Dinar untuk menjalankan tiga fungsi uang sekaligus yaitu sebagai store of value (proteksi nilai), unit of account (timbangan muamalah yang adil) dan ujungnya nanti dengan sendirinya akan menjadi medium of exchange (alat tukar) yang berlaku secara universal.
Alasan pertama tentu karena Dinar emas adalah uang yang digunakan oleh Rasulullah SAW tidak hanya untuk jual beli, tetapi juga untuk penerapan syariah itu sendiri.
Penentuan sikaya dan si miskin yang memiliki hak dan kewajiban berbeda – batasnya adalah nisab zakat yang diukur dengan 20 Dinar atau 200 Dirham.
Hukum potong tangan bagi pencuri menjadi tidak berlaku bila seorang mencuri karena lapar dan yang dicuri-pun hanya cukup untuk makan saat itu, batasannya adalah nisab pencuri ¼ Dinar.
Seorang pembunuh bisa dibebaskan dari hukum qisas (dibunuh) bila keluarga korban memaafkan dan si pembunuh bersedia membayar diyat atau uang darah yang besarannya 1000 Dinar.
Lantas bagaimana kita bisa tahu seseorang menjadi wajib zakat atau malah sebaliknya berhak menerima zakat kalau ukurannya yang berupa Dinar atau Dirham saja kita tidak mengenalnya ?. Tidak heran pula bisa jadi karena tidak mengenal syariah untuk menghakimi pencuri di beberapa daerah ada pencuri ayam atau pencuri jemuran yang dihakimi massa sampai meninggal, padahal bisa jadi dia hanya pencuri yang lapar – dimana justru orang kaya di daerah tersebutlah yang tidak menjalankan kewajibannya.
Inilah alasan pertama kita menghadirkan Dinar kembali ditengah kaum muslimin, agar ‘timbangan’ yang adil tersebut kembali dikenal oleh umat secara luas sehingga aturan syariah - bisa lebih mudah diterapkan.
Kemudian selain daripada itu, kita juga tahu fakta di dunia modern ini bahwa uang kertas tidak akan bertahan terlalu lama. Semua uang kertas yang ada di dunia modern ini, tidak ada satupun yang telah membuktikan dirinya bisa survive dalam seratus tahun saja. Bisa jadi nama uangnya masih ada, tetapi jelas daya belinya sangat jauh berbeda dalam rentang waktu tersebut.
M-Dinar Saving Account : Menghadirkan Koperasi/BMT Yang Siap Bersaing Dengan Bank-Bank Besar…
- Details
- Category: Dinar/Emas
- Hits: 11855
Sejak kita di tingkat sekolah menengah dahulu, kita sudah dikenalkan dengan koperasi yang konon merupakan sokoguru dari perekonomin Indonesia. Bahkan konsep sokoguru perekonomian ini juga disebut dalam UU No 2 Th 1992 Tentang Perkoperasian.
Fungsi koperasi yang antara lain membangun dan mengembangkan potensi dan ekonomi anggota khususnya dan masyarakat pada umumnya, juga menjadi pas untuk menjadi wadah badan hukum dari konsep Baitul Maal wa Baitut Tamwil yang kemudian lebih dikenal dengan Baitul Maal wa Tamwil atau disingkat BMT.
Sebagaimana namanya, BMT ini adalah institusi ideal untuk mengembangkan potensi umat. Di satu sisi fungsi Baitul Maal yang bersifat sosial dapat menjadi sarana untuk mengimplementasikan Surat Al Hasyr ayat 7 “….supaya harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu…...” yang merupakan prinsip dasar ekonomi Islam.
Di sisi lain perputaran harta ini juga harus sustainable atau berkelanjutan sehingga gerakan sosial tidak harus selalu didanai semata dari donasi; kegiatan sosial yang berkelanjutan harus memiliki sumber pendanaan nya yang kontinyu – salah satunya adalah ya dengan funsi komersial BMT atau fungsi Baitut Tamwil-nya.
Maka dari kedua fungsi tersebut, BMT-lah yang sesungguhnya bisa menjadi Social Business yang sesungguhnya. Para pendiri dan pengelola BMT adalah para Social Entrepreneur yang harus didorong tumbuh kembangnya.
Sayangnya dengan fungsi yang ideal dan digadang-gadang menjadi sokoguru perekonomian tersebut, baik Koperasi maupun BMT hingga kini belum sepenuhnya hadir di hati masyarakat. Koperasi dan BMT menjamur, namun masyarakat yang memiliki dana – belum banyak yang melirik koperasi ataupun BMT sebagai pilihan tempat untuk menyimpannya.
Memgenali Value Curves Dalam Pengelolaan Uang & Investasi Anda…
- Details
- Category: Entrepreneurship
- Hits: 6677
Grafik disamping mungkin terlihat ribet kalau Anda lihat secara keseluruhan, agar tidak ribet dan memudahkan untuk memahami maknanya Anda dapat melihatnya satu persatu sesuai warnanya. Bila Anda lagi memperhatikan warna kuning misalnya, abaikan warna lain sehingga Anda akan melihat dengan jelas hanya kurva warna kuning tersebut.
Kurva-curva ini disebut Value Curves yaitu visualisasi secara grafik nilai-nilai dari berbagai opsi investasi Anda dilihat dari beberapa parameter kunci. Untuk parameter uang dalam contoh ini saya gunakan tiga parameter fungsi uang yaitu sebagai Medium of Exchange, Unit of Account dan Store of Value. Kemudian untuk parameter investasi saya gunakan Liquidity, Yield/Value Appreciation, Security dan Availability. Dalam prakteknya Anda bisa membuat parameter sendiri yang Anda anggap penting dalam mengelola uang dan investasi Anda.
Dalam contoh ini kita gunakan tujuh opsi pengelolaan uang dan investasi kita yaitu Stocks, Deposit, Saving, Dinar, Gold Bar, M-Dinar dan Real Sectors. Mari sekarang kita lihat Value dari pasing-masing opsi ini bila ditinjau dari para tujuh parameter yang kita gunakan.
Menabung Dinar Menjadi Semakin Mudah Dengan M-Dinar Saving Account…
- Details
- Category: Dinar/Emas
- Hits: 22741
Sejak pertama kali kami memperkenalkan Dinar emas sebagai instrumen investasi dan proteksi nilai (kelak insyaallah dengan sendirinya akan menjadi alat tukar), tidak hentinya kami bekerja keras untuk terus menghasilkan applikasi-apllikasi yang mudah dalam menggunakan Dinar emas ini.
Teknologi M-Dinar yang kami perkenalkan awal tahun ini mendapatkan response yang amat baik meskipun penyempurnaan terus menerus tetap kami lakukan. Teknologi ini kini menjadi infrastruktur produk GeraiDinar yang baru hasil kolaborasi dengan Koperasi BMT Daarul Muttaqiin.
Dengan Tabungan M-Dinar yang kami perkenalkan kemarin, kini masyarakat yang ingin menabung Dinar dapat menggunakan sarana internet seperti account M-Dinar selama ini ataupun melalui tabungan fisik – yaitu menggunakan Buku Tabungan M-Dinar untuk mencetak posisi saldo, setoran, penarikan fisik Dinar dlsb.
Karena Tabungan M-dinar menggunakan konsep Aqad Mudharabah, penabung Dinar tidak dikenakan biaya penyimpanan atau biaya apapun. Bahkan nantinya setelah Dinar benar-benar berputar secara fisik mendanai kegiatan ekonomi sektor riil, penabung M-Dinar akan mendapatkan bagi hasilnya dalam bentuk Dinar.
Strength In Numbers : Keberkahan Dari Kebersamaan…
- Details
- Category: Entrepreneurship
- Hits: 5888

Dari sebuah hadits panjang yang saya ambilkan dari kitab Riyadus Shalihin, dari Abu Hurairah .R.A. atau dari Abu Sa’id R.A. (perawi ragu namun tidak bermasyalah karena keduanya adil), beliau berkata : “ Ketika perang Tabuk, orang-orang pada kelaparan” mereka berkata : “Wahai Rasulullah, seandainya engkau memberi ijin – kami akan menyembelih unta kami, lantas kami makan dan lemaknya buat minyak.” Rasulullah bersabda : “Lakukanlah” ; Umar datang lalu berkata : “Wahai Rasulullah, bila engkau lakukan yang semacam itu kendaraan akan jadi sedikit. Tetapi perintahkanlah mereka untuk mengambil bekal mereka yang tersisa lalu taruhlah didepan engkau. Kemudian berdo’alah kepada Allah agar makanan tersebut berkah. Barangkali Allah mengabulkan sehingga makanan tersebut menjadi berkah”.
Lantas Rasulullah SAW bersabda : “Ya” lalu beliau memerintahkan untuk digelar alas lantai, kemudian memerintahkan agar kelebihan bekal mereka dikumpulkan. Lantas seorang laki-laki datang dengan membawa segenggam gandum, ada yang membawa segenggam kurma dan ada yang membawa segenggam roti. Sehingga terkumpullah diatas tikar sesuatu yang sedikit.
Kemudian Rasulullah SAW mendoakan agar diberi berkah. Lalu beliau bersabda : “Ambillah, lalu taruhlah di wadah kalian”. Lantas mereka mengambil makanan tersebut, lalu ditaruh di kantong, bejana atau wadah mereka. Seluruh tempat yang di perkemahan itu dipenuhi dengan makanan. Mereka makan hingga perutnya kenyang. Sisanya-pun masih ada.
Saat itu Rasul SAW bersabda : “Aku bersaksi, bahwa tiada tuhan selain Allah dan sesungguhnya aku adalah utusan Allah. Bila seorang hamba berjumpa dengan Allah (kelak di hari kiamat) dan dia telah membacanya (bersyahadat), dia tidak ragu, maka dimasukkan ke surga.”. H.R. Muslim.
Diantara pelajaran dari hadits tersebut diatas yang bisa kita petik adalah, bahkan Rasulullah SAW memerlukan ikhtiar selain juga berdo’a untuk dapat menyelamatkan pasukannya dari kelaparan di medan perang. Jenis ikhtiar-nyapun adalah sesuatu yang dapat kita contoh, yaitu melibatkan anggota pasukan untuk berkontribusi. Betapapun sedikitnya kontribusi ini tidak tertalu bermasalah, karena dengan sedikit yang diberkahi – maka problem seluruh pasukan teratasi.