Produk Dinar Yang Mana Yang Paling Tepat Untuk Anda…?
- Details
- Category: Entrepreneurship
- Hits: 12049

Karena ada beberapa produk dari GeraiDinar dan BMT Daarul Muttaqiin yang seolah tumpang tindih satu sama lain, maka pada kesempatan ini – menjawab banyaknya pertanyaan – saya jelaskan karakter dari masing-masing produk, sehingga pembaca bisa memilih produk Dinar yang mana yang paling tepat untuk Anda.
Pertama tentang produk Dinar fisiknya sendiri. Dinar adalah keeping koin emas 4.25 gram, 22 karat yang di Indonesia diproduksi oleh Logam Mulia, PT Aneka Tambang (BUMN). Sejauh ini GeraiDinar hanya menjual Dinar produksi Logam Mulia. Dalam Islam Dinar emas inilah uang yang adil sepanjang masa, namun dalam hukum NKRI Dinar hanya dihukumi seperti perhiasan biasa – tidak bersifat legal tender artinya untuk saat ini Anda tidak dapat memaksa orang untuk menerima pembayaran dengan uang Dinar Anda.
Karena belum menjadi legal tender dan satuan fisiknya yang bernilai sangat besar (untuk ukuran uang kertas – saat ini sekitar Rp 1,400,000/Dinar), maka dari tiga fungsi uang – Dinar emas sementara ini baru memerankan dua diantaranya yaitu sebagai store of value dan sebagai unit of account, sementara fungsi sebagai medium of exchange belum dapat diperankan secara praktis oleh Dinar secara fisik.
Karena Dinar secara fisik belum dapat secara luas memainkan peran sebagai alat tukar atau medium of exchange ini, agar Dinar tidak terlalu banyak yang tersimpan di lemari-lemari penyimpanan (safe deposit ) – maka kami lahirkan produk kedua yaitu Qirad yang kemudian kami beri nama dagang iQirad. Dengan produk iQirad ini Dinar yang semula lebih banyak tersimpan di lemari-lemari, kini bergerak dan berputar untuk mendanai pencetakan Dinar-Dinar berikutnya.
Dinar dan Pencarian Mata Uang Modern…
- Details
- Category: Dinar/Emas
- Hits: 7947

Empat belas tahun lalu ketika Rupiah sebenarnya masih perkasa (US$ 1= Rp 2,300) saya masih ingat ada delegasi besar dari industri asuransi Indonesia melakukan perjalanan muhibah ke London lengkap dengan team wartawan televisinya. Karena ketinggalan rombongan dalam suatu acara, si wartawan pergi sendirian di daerah yang belum dikenalnya.
Malang bagi dia, sekelompok laki-laki menyekap dan merampoknya. Rupanya si perampok ini perampok yang cukup canggih, ketika mereka membuka dompet si wartawan – langsung mereka mencocokkan nilai mata uangnya dengan table exchange rate yang sudah dipersiapkan sebelumnya (mungkin mereka perampok khusus turis asing !). Karena tidak menemukan konversi Rupiah ke Pounsterling, akhirnya perampok tersebut hanya mengambil uang Dollar dan Poundsterling yang ada di dompet si wartawan dan membiarkan uang Rupiahnya tetap di dompet.
Inilah sifat mata uang kertas : hanya berlaku untuk wilayah tertentu dan jangka waktu tertentu – dalam Islam disebut Fulus. Kalau Rupiah saja tidak banyak dikenal oleh negeri-negeri yang jauh, bisa Anda bayangkan suatu saat Anda menerima pembayaran dengan Tuvaluan Dollar misalnya ? maukah Anda terima ?, saya rasa tidak.
Karena alasan inilah beberapa negara kecil seperti British Columbia dan British Isles saat ini sedang bereksperimen dengan alternative uang barunya. Yang mereka lakukan sekarang adalah berusaha bisa menjalankan kembali ‘barter’ antara tenaga kerja, makanan dan asset-asset bernilai lainnya. Mengapa mereka perlu bereksperimen ini ?, bayangkan kalau Anda warga negara dari suatu negara yang sangat kecil tersebut, mereka tidak akan bisa bertahan dengan mata uangnya sendiri – karena uangnya akan sangat rentan dimainkan oleh spekulan, mereka terpaksa menggunakan mata uang negara lain – mereka menjadi seperti ‘terjajah’ kembali. System semacam ‘barter’ tidak mengharuskan mereka menggunaka mata uang dari negeri ‘penjajah’ – mereka bisa menjadi lebih ‘merdeka’ karenanya.
Jadi di satu sisi ada negara yang tidak mampu membuat atau mempertahankan nilai mata uangnya sendiri. Sementara disisi lain sudah banyak pihak swasta yang bisa membuat ‘uangnya’ sendiri. Anda pemegang frequent flyers points dari penerbangan tertentu misalnya , atau points rewards dari bank-bank tertentu – Anda benar-benar dapat membeli barang berharga dengan ‘uang’ yang berupa poin-poin dari institusi swasta tersebut.
Bahkan di dunia maya telah ada ada ‘uang’ baru yaitu Paypal yang kini telah menguasai sekitar 15 % transaksi perdagangan online di Amerika saja. Paypal tidak pula sendirian karena pesaing-pesaing baru terus berdatangan seperty Eagle Cash, Freedom-Pay dlsb.
Ini mungkin termasuk yang diprediksi oleh ‘dewa’-nya ekonom barat John Naisbitt bahwa monopoli mata uang oleh negara akan segera berakhir – masyarakat akan mulai menggunakan uang privat – yaitu benda-benda riil yang memiliki nilai intrinsik.
Dinar Equity Exchange : Jual Beli Yang Nyaris Tanpa ‘Uang’…
- Details
- Category: Dinar/Emas
- Hits: 8919
Krisis finansial global ini sungguh memberikan banyak hikmah bagi yang mau mengambil pelajaran darinya, salah satunya adalah pasar property di Amerika Serikat seperti yang ditulis oleh penulis kondang Robert Kiyosaki dalam buku terakhirnya The Real Book of Real Estate ( Vanguard Press, 2009).
The New Economy : Dimana Peluang Kita…?
- Details
- Category: Entrepreneurship
- Hits: 7203

Ketika internet mulai digunakan masyarakat awam akhir tahun 80-an, seorang professor dari MIT Tom Malone menulis serangkaian papers yang intinya memprediksi bagaimana dunia internet ini akan merubah wajah perekonomian dunia. Ia memprediksikan bahwa perusahaan-perusahaan terbesar dunia abad 20-an akan mengalami proses yang dia sebut decentralize and externalize menjadi sebuah ekosistem industri.
“Bayangkan kalau perusahaan raksasa seperti AT & T tidak hanya pecah menjadi dua atau tiga tetapi menjadi ribuan perusahaan yang berbeda, maka disagregasi radikal sukarela ini akan menjadi alternatif yang menarik ……..” kata Tom Malone dalam saah satu wawancaranya dengan majalah teknologi Wired.
Belasan tahun kemudian ternyata prediksi Tom tidak terwujud. AT & T tidak pecah menjadi ribuan perusahaan kecil, AT & T tetap menjadi perusahaan yang bahkan semakin besar. Demikian pula perusahaan –perusahan raksasa dunia lainnya seperti Goldman Sachs, General Electric, Wal-Mart dan ratusan raksasa lainnya tumbuh rata-rata menjadi tiga kali lebih besar selama decade terakhir.
Namun prediksi Tom Malone ternyata juga tidak terlalu salah, terutama sejak September tahun lalu sejak raksasa-raksasa keuangan dunia mulai runtuh yang kemudian juga diikuti oleh runtuhnya raksasa lain dari industri otomotif dlsb.
Krisis finansial global yang sampai saat ini juga belum bisa dikatakan telah pulih, bukan hanya suatu siklus yang berulang – tetapi juga menjadi permulaan dari era baru dalam pereknonomian global. Era baru ini ditandai dengan lahirnya ribuan startups atau perusahaan pemula, semakin sedikitnya jumlah perusahaan raksasa, dan tidak terbatasnya peluang baru yang kini bermunculan.
Dalam bidang keuangan misalnya, kini telah terbukti tidak benar anggapan masyarakat dunia selama ini bahwa perusahaan-perusahaan raksasa keuangan tersebutlah yang lebih aman dan lebih tahan terhadap krisis.Krisis justru bermula dari runtuhnya raksasa-raksasa yang dahulu dengan sombongnya menyatakan dirinya too big to fail.
Wealth Mathematic : Dari Mana Kemakmuran Berasal…?
- Details
- Category: Entrepreneurship
- Hits: 6273

Kemakmuran memiliki makna yang berbeda-beda dari satu individu ke individu lainnya. Namun secara umum kemakmuran ini mengandung unsur-unsur kebebasan, keimanan, kemerdekaan, kesehatan, kedamaian, keharmonisan, kemajuan, kecukupan dan berbagai unsur positif lainnya.
Dalam tulisan ini saya hanya mengambil arti sempit dari kemakmuran dari sisi monetary (Monetary Wealth) yang berarti ketersediaan asset yang bisa di daya gunakan secara leluasa untuk meemenuhi kebutuhan pemiliknya secara berkelanjutan.
Bagaimana kita membangun Monetary Wealth ini ?, formula disamping adalah rumusan sederhana yang saya ambilkan dari bukunya Robert Kiyosaki terakhir dengan judul The Real Book of Real Estate (Vanguard Press, 2009) . Kata si penulis apabila kita pahami dan terapkan unsur-unsur dari formula tersebut kita akan bisa makmur – paling tidak secara finansial.
X = eXchange
Exchange adalah pertukaran barang dari satu pemilik ke pemilik lainnya dengan imbalan barang yang lain.
O = Opportunity
Kesempatan untuk melakukan pertukaran.
T = Talent
Talent atau bakat yang meliputi juga sikap, kemampuan, kapasitas, kekuatan, kecerdasan, ketrampilan yang melekat pada diri seseorang.
E = Equity
Equity atau ekuitas adalah nilai kekayaan atau hak yang dimiliki seseorang.
Tm = Time
Time atau waktu adalah kecepatan kita melaksanakan sesuatu.