Apresiasi Nilai Dinar Dalam Hampir 2 Tahun…
- Details
- Category: Dinar/Emas
- Hits: 5322

Dalam berbagai kesempatan, saya banyak membuat analisa harga Dinar untuk jangka panjang bahkan sampai 40 tahun; harga-harga tersebut umumnya adalah harga Dinar teoritis yang dihitung berdasarkan harga emas dunia dan nilai tukar mata uang asing yang berlaku saat itu. Meskipun data-data tersebut sangat akurat dan valid karena diambil dari sumber-sumber data yang terpercaya, tetap saja harga-harga jangka panjang tersebut adalah harga teoritis – bukan nilai tukar Dinar yang benar-benar ditransaksikan.
Nilai tukar Dinar yang benar-benar ditransaksikan baru kami kumpulkan secara systematis sejak bulan September 2007, bersamaan waktu itu dengan peluncuran layanan informasi harga Dinar via SMS yang kami berikan secara gratis ke masyarakat peminat/pengguna Dinar. Beberapa bulan kemudian, informasi ini kami tampilkan pula di web sehingga bisa lebih detil dan lebih mudah pengoperasiannya.
Menarik diikuti kalau kita tengok kebelakang sejak data tersebut terkumpul. Nilai tukar Dinar yang tampil pertama kali via sms gateway kami adalah Rp 940,000 pada tanggal 14/09/07, pada update terakhir tanggal 01/08/09 angka tersebut telah menjadi Rp 1,343,760 atau mengalami kenaikan 43% untuk waktu hampir dua tahun (23 bulan ).
Kenaikan ini adalah murni apresiasi nilai dari Dinar itu sendiri, bagi Dinar yang diinvestasikan lebih lanjut seperti dalam program Qirad – maka ada bagi hasil juga yang besarannya antara 3% - 4% diluar apresiasi nilai tersebut.
Dalam dua tahun terakhir, puncak harga emas tahunan keduanya terjadi di bulan Maret. Tanggal 17 Maret 2008 harga Dinar mencapai Rp 1,308,600 dan tanggal 2 Maret 2009 harga Dinar mencapai Rp 1,613,530. Dugaan saya ini tidak terlepas dari faktor musim yang pernah saya tulis sebelumnya.
Dengan hasil apresiasi nilai yang self-explanatory ini, insyaallah menjadi mudah bagi pengguna atau peminat Dinar untuk mengambil keputusan investasinya.
Bersiap Menghadapi Fenomena Angsa Hitam…
- Details
- Category: Entrepreneurship
- Hits: 9652

Kejadiannya bermula pada tanggal 23 Desember 1913, ketika warga Amerika tengah liburan bersama keluarganya – termasuk sebagian besar anggota congress, segelintir elit di congress menyetujui dan mengesahkan Federal Reserve Act. Dengan Act ini, uang yang tadinya harus di back-up dengan emas atau perak dan hanya boleh di keluarkan oleh US Treasury, kini menjadi dikeluarkan oleh sekelompok 12 bank swasta yang disebetut Federal Reserve – meskipun mereka bukan Federal dan tidak memiliki Reserve – sekedar nama untuk mengelabui masyarakat Amerika dan Dunia.
Untuk pekerjaan mengeluarkan dan mengatur peredaran uang ini, Federal Reserve dibayar dengan apa yang disebut seigniorage – selisih antara biaya cetak dengan nilai nominal uang. Ironinya Federal Reserve tidak mau menerima pembayaran ini dalam bentuk uang kertas yang dikeluarkannya sendiri – karena mereka tahu uang yang dikeluarkannya tersebut sebenarnya tidak bernilai. Mereka hanya mau menerima pembayaran dalam bentuk Gold Certificate, yang bisa ditukar dengan satu benda saja yaitu Emas !.
Agar tidak menyolok mata, maka pembayaran ini dicicil dengan 1 % cadangan emas negeri itu per tahun. Nampaknya kecil – hanya 1 % ; tetapi ini berarti kemampuan negeri itu untuk membayar emas ke Federal Reserve hanya bisa bertahan selama 100 tahun saja. Artinya sesudah itu pemerintah Amerika akan kehabisan cadangan emasnya , tidak ada lagi yang dipakai untuk membayar Federal Reserve - maka akan berakhirlah system financial dunia ala Federal Reserve ini. Seratus tahun tahun sejak Desember 1913 adalah Desember 2012, yang konon bertepatan dengan ramalan bangsa Maya – bahwa tahun 2012 adalah waktu berakhirnya kehidupan di bumi.
Kita tidak percayai ramalan bangsa Maya ini tentu saja; tetapi kita percaya sepenuhnya janji yang disampaikan di Al-Qur’an bahwa Allah memusnahkan riba (QS 2 : 276). Maka bisa jadi system finansial ribawi di seluruh dunia yang dikomandoi IMF dan Amerika dengan Federal Reserve-nya memang akan segera berakhir.
Siap Menghadapi Masa Pensiun…
- Details
- Category: Entrepreneurship
- Hits: 8007

“Allhummaj’al khaira ‘umry aakhirahu wa khaira ‘amaly khawaatimahu wa khaira ayyaami yauma alqooka fiih”, “Ya Allah jadikanlah yang terbaik dari umurku adalah akhirnya, dan yang terbaik dari amal perbuatanku adalah penutupnya, dan yang terbaik dari hariku adalah hari ketika aku bertemu denganMu.”
Do’a tersebut adalah bagian dari do’a Qatamal Qur’an yang sering tercetak di halaman akhir beberapa cetakan Al-Qur’an. Do’a inilah yang dulu mengilhami saya untuk mempercepat pensiun saya dari pekerjaan bergengsi sebelumnya.
Pada puncak karir saya sebagai eksekutif perusahaan raksasa pada pertengahan usia 30-an; saat itu saya sering berpikir apa yang akan saya lakukan bila kelak pensiun. Pekerjaan saya saat itu terlalu delicate dan bahkan kadang stress-full , pekerjaan seperti ini tidak cocok untuk ditekuni sampai usia pensiun.
Sementara untuk pensiun tanpa melakukan sesuatu yang berarti, bertentangan dengan ajaran Islam yang tersirat dari do’a tersebut diatas. Idealnya amal kita harus terus membaik dan puncaknya pada saat kita dipanggil olehNya – saat itulah puncak amal terbaik kita tercapai.
Dengan kesadaran ini, maka ketakutan akan datangnya masa pensiun (pada saat Anda berada di puncak karir – ketakutan semacam ini sangat mungkin terjadi) saya lawan justru dengan menyongsong pensiun lebih cepat. Waktu itu saya mencanangkan pensiun dari pekerjaan eksekutif pada usia 40 tahun.
Pas pada saat usia mencapai 40, saya bertekat untuk bener-bener berhenti – maka saya ajukan-lah surat pengunduran diri saya saat. Muluskah ? ternyata tidak. Pemegang saham saya mem-persuade saya untuk bertahan sampai 3 tahun periode berikutnya.
Mana Yang Lebih Bisa Dipercaya : Data Inflasi Atau Data Harga Emas…?
- Details
- Category: Dinar/Emas
- Hits: 9085

John Williams adalah seorang kakek dari lima cucu yang tinggal di Oakland, California. Kakek ini memiliki profesi yang aneh bagi sebagian orang – namun sangat diperlukan bagi sebagian yang lain. Dagangan si kakek adalah hal yang tidak biasa yaitu statistik – diluar statistik resmi yang di release oleh pemerintah. John Williams memang bukan sembarang kakek, dulunya ia adalah praktisi bisnis dan juga consultant di perusahaan-perusahaan raksasa dunia.
Anda bisa kunjungi situsnya di Shadow Government Statistic, bahkan kalau ingin lebih detil memperoleh data statistik si kakek – Anda dapat berlangganan dengan biaya US$ 175 / tahun – maka Anda sudah memiliki akses ke sumber statistik lain diluar statistik resmi pemerintah Amerika Serikat – sepanjang tahun.
Apakah data yang dikeluarkan oleh kakek Williams ini lebih akurat dibandingkan data resmi pemerintah ?, nampaknya sebagian orang berpendapat demikian – makanya kakek yang satu ini menjadi sangat terkenal sepanjang krisis satu setengah tahun terakhir. Para statistician pemerintah-pun pada kebakaran jenggot karena media masa nampaknya cenderung mempercayai teori konspirasi dalam bidang statistik yang dilontarkan kakek Williams. Teorinya demikian :
Awalnya para surveyor mengumpulkan data secara nasional, kemudian data ini diolah oleh para statistician – sampai disini masih ok. Namun sebelum di release untuk umum, para politisi menginginkan data yang keluar menunjukkan suatu kemajuan (yang sangat penting untuk citra mereka di masyarakat) , maka kalau-pun mereka tidak bisa mengubah fakta, maka target-nya mereka dapat ‘mengelola’ fakta . Inilah yang membuat seorang John Williams tidak pernah bisa percaya statistik resmi pemerintah.
Dinar : Proteksi Anda Terhadap Inflasi…
- Details
- Category: Dinar/Emas
- Hits: 13540

Pemerintah sudah mengumumkan akan menaikkan gaji pegawai negeri dan pensiunan sebesar rata-rata 5% dalam waktu dekat. Tentu hal ini akan menggembirakan mereka yang saat ini berstatus sebagai pegawai negeri maupun pensiunan.
Masalahnya adalah apakah hal ini akan meningkatkan kemakmuran mereka dan masyarakat pada umumnya ? sayangnya jawabannya adalah belum tentu. Daya beli mereka dan masyarakat umumnya hanya akan meningkat bila kenaikan pendapatan ini lebih tinggi dari kenaikan angka inflasi.
Karena angka inflasi tahunan rata-rata sejak 2001 – 2008 lalu di Indonesia mencapai 8.98%, maka kenaikan pendapatan yang bisa meningkatkan daya beli harusnya melebihi angka inflasi ini. Atau kalau kenaikan demikian tidak dimungkinkan, maka pengendalian inflasi harus menjadi focus pemerintah. Untuk jangka pendek tahun ini kemungkinan besar pemerintah akan mampu menekan inflasi seperti yang ditunjukkan pada angka inflasi yang hanya 0.66% per Juli lalu; namun perlu program jangka panjang untuk mempertahankannya pada angka yang rendah agar kemakmuran terjaga.
Sayangnya di dunia yang menganut rezim uang kertas, saya belum ketemu suatu negara yang berhasil mempertahankan inflasinya. Saudi Arabia-pun yang menjadi legenda cetita sejak bapak-ibu kita pergi haji bisa membeli makanan – minuman seharga 1 Riyal, kalau Anda pergi haji atau umrah sekarang akan semakin sulit memperoleh makanan-minuman seharga 1 Riyal . Pasalnya sejak tahun lalu, inflasi juga menjadi momok negeri itu. Bulan Juli tahun lalu bahkan inflasi negeri itu sempat menyentuh angka 11.1%.