Kelapa Dua Raya 189 Depok, Jawa Barat 16951 Indonesia
+(62) 856-93-010101 admin@geraidinar.com
Mon - Fri 8.30 - 16.00 National Holiday Closed

Berita utama di harian kompas hari ini (16/11/2011) diberi judul “Banjir Masih Ancam Ibukota”, yang isinya menuding hujan sebagai potensi tiga musibah besar yang harus diantisipasi. Tiga musibah besar tersebut adalah banjir lahar dingin Merapi, luapan Bengawan Solo dan banjir di Ibukota – semuanya menuding musim hujan sebagai penyebabnya.  Saya tidak tahu apakah masyarakat yang meng-kambing hitam-kan hujan sebagai musibah ini , karena pengalaman buruknya atau karena ketidak tahuannya – tetapi secara pribadi saya sendiri selalu merasa senang ketika hujan turun, mungkin ini karena pengalaman yang panjang sedari kecil.

Malang adalah salah satu kota yang mempunyai kesan tersendiri bagi saya, bukan karena saya lahir di situ atau pernah tinggal lama di kota tersebut – tetapi Malang adalah kota pertama yang saya pernah kunjungi semasa kecil tanpa pendampingan orang tua. Begitu berkesannya perjalanan pertama tersebut, sampai saya masih ingat lagu apa yang diputar di bus pariwisata kami  ketika sedang berada di Batu – padahal itu peristiwa 35 tahun lalu. Dalam kunjungan saya pekan lalu –pun kota ini tetap memberikan pengalaman yang luar biasa, kali ini bukan tentang kota-nya sendiri – tetapi tentang buah yang khas kota itu yaitu apel Malang.

 

Melihat indahnya aneka kupu-kupu yang beterbangan di kebun bunganya, seorang petani bunga ingin menambah keindahan kebun tersebut dengan lebih banyak lagi kupu-kupu. Dia mulai berburu kepompong dan dikumpulkannya di pojok kebun tersebut. Hari demi hari diamatinya kepompong-kepompong ini, sampailah pada hari H dimana kepompong mulai mengalami bukaan kecil yang nampaknya akan menjadi pintu  keluar sang calon kupu-kupu.

 

Untuk meresponse minat para pembaca situs ini yang mengikuti Program I’tikaf Wirausaha, Post I’tikaf Follow Through dan Program-Program Pesantren Wirausaha Daarul Muttaqiin; maka kami akan mengadakan lagi program sejenis yang kini kami beri nama  Program Pesantren Akhir Pekan.  Untuk yang pertama program ini insyaAllah kami jadwalkan tanggal 12 – 13 November 2011 pekan depan.

 

Pada akhir Perang Dunia II  IBM adalah pemain utama di industry computer, namun chairman mereka pada tahun 1943 – Thomas Watson - hanya bisa membayangkan bahwa di seluruh dunia hanya ada pasar untuk menjual maksimal 5 komputer saja. Bahkan sampai enam tahun  kemudian majalah teknologi saat itu -Popular Mechanics- menulis “Kami pikir computer masa depan beratnya tidak lebih dari 1.5 ton”. Kalau yang mereka sebut saat itu ‘computer masa depan’ beratnya tidak lebih dari 1.5 ton,  bisa Anda bayangkan seberapa berat computer yang ada saat itu !