Kelapa Dua Raya 189 Depok, Jawa Barat 16951 Indonesia
+(62) 856-93-010101 admin@geraidinar.com
Mon - Fri 8.30 - 16.00 National Holiday Closed

Waktu kecil di desa dahulu kami sering berburu buah liar yang tumbuh di tegalan atau sawah. Buah yang paling enak adalah buah ciplukan, tetapi buah ini sangatlah kecil – sehingga kami suka membayangkan alangkah indahnya kalau saja suatu saat ada buah ciplukan yang sebesar terong !. Sekitar 40 tahun kemudian, dalam sebuah perjalanan balik dari Thailand – di pesawat dibagikan  buah ciplukan yang besarnya sekitar 3 kali dari ciplukan liar yang dulu pernah kami makan, rasanya masih seperti yang dahulu tetapi ukurannya jauh lebih besar. Saya langsung membayangkan barangkali inilah perjalanan ciplukan menuju sebesar terong itu,  mungkin !.

Pesantren akhir pekan 21-22 April 2012  insyaallah akan mengambil tema “Entrepreneurship Demystified”. Meskipun tidak menjanjikan bahwa membangun usaha itu mudah, tetapi kita bisa memulainya secara konkrit dari yang mudah dahulu. Bagi Anda yang sudah mendaftar dan sudah mengirimkan CV untuk kegiatan pesantren tersebut – atau sudah pernah mengikuti acara sebelumnya, berikut adalah agenda detilnya :

Apresiasi saya pada pesantren adalah karena pandainya para Kyai membekali  santrinya dengan pelajaran yang berguna untuk seumur hidup, sebagian bisa saya pahami sejak kecil waktu pelajaran tersebut diberikan – tetapi tidak sedikit yang  baru saya pahami setelah tua begini. Salah satu pelajaran tersebut tiba-tiba begitu berguna ketika beberapa hari lalu saya diundang sebagai pembicara tamu pada pelatihan entrepreneurship di sebuah hotel mewah di Jakarta. 

Sekitar 10 tahun lalu badan kesehatan dunia WHO mengungkapkan bahwa satu dari setiap empat orang pernah mengalami gangguna kejiwaan dalam hidupnya. Saya terus terang tidak tahu data perkembangannya setelah itu, tetapi dugaan saya sendiri porsi orang yang terkena gangguan ini kemungkinan besarnya tidak berkurang. Beribu penyebab bisa membuat orang terganggu kejiwaannya, oleh karenanya kita perlu mengenal gejala awalnya supaya tidak menjadi korban satu dari empat orang tersebut.

Bayangkan apa yang dilakukan Abdurrahman bin ‘Auf di hari pertamanya masuk pasar setelah hijrah ke Madinah, dengan tangan kosong dia dekati para penjual di pasar untuk membantu menjualkan barangnya, dia dekati pula orang-orang yang berkunjung ke pasar untuk membantu menemukan barang yang dibutuhkannya. Dengan keahlian berdagang secara ihsan – dia menjadi orang terkaya di jamannya, dan yang lebih utama dari ini adalah dia termasuk salah satu sahabat yang dijamin masuk surga.