Kelapa Dua Raya 189 Depok, Jawa Barat 16951 Indonesia
+(62) 856-93-010101 admin@geraidinar.com
Mon - Fri 8.30 - 16.00 National Holiday Closed

 

Hebohnya konsep Mobnas karya para siswa SMK di Solo yang terkenal dengan karyanya mobil Kiat Esemka, mengingatkan saya pada istilah yang dipopulerkan oleh Si Doel lebih dari satu dasawarsa lalu yaitu istilah ‘Tukang Insinyur’. Nampaknya memang para ‘Tukang Insinyur’ inilah yang dibutuhkan untuk menghasilkan karya nyata dalam berbagai bidang di setiap jaman. Di antara inovasi-inovasi yang mengagumkan dan sangat bermanfaat bagi kehidupan umat manusia dalam dua abad terakhir adalah memang inovasi di bidang permesinan, beberapa di antaranya yang inspiratif adalah mesin-mesin yang saya sajikan pada gambar dibawah.

 

 

Belum lama ini jutaan ikan herring terdampar dan mati di pantai barat Norwegia dalam jumlah yang belum pernah terjadi sebelumnya. Begitu banyaknya ikan yang terdampar ini sehingga sejauh mata memandang – bukan lagi pasir yang nampak di pantai tetapi tumpukan ikan-lah yang nampak (foto di bawah). Sampai-sampai berbagai ahli di Norwegian Institute of Marine Research-pun kebingungan dengan fenomena ini, mereka hanya bisa menduga-duga apa gerangan yang terjadi.

 

Tahun 1970-an China adalah negeri yang miskin dan amat sangat tertutup. Rakyatnya tidak bisa menonton TV, Radio maupun media-media lain selain yang dari pemerintahnya. Maka ketika pemerintahnya ingin mengirim atlit ice dancing ke kejuaraan dunia, mereka tidak memiliki informasi yang cukup tentang apa dan bagaimana ice dancing ini. Seorang pemuda Yoew Bin yang ditugasi untuk mewakili negaranya, hanya dibekali sejumlah klipping koran asing yang sudah disensor dan dia dilatih oleh (tentu saja) pelatih yang sama sekali tidak berpengalaman di bidangnya.

Kemarin (04/01/12) saya ikut memberi sambutan pada sebuah workshop yang luar biasa, workshop selama dua hari tersebut diberi nama Pesantren Guru – diikuti oleh lebih dari 100 orang guru-guru sekolah Islam utamanya dari wilayah Jabodetabek, tetapi ada juga yang dari luar negeri. Penyelenggaranya adalah Yayasan Al-Fatih Pilar Peradaban, dengan dukungan beberapa institusi dan BUMN. Dari diskusi saya dengan penyelenggara dan juga pembicara lain, saya dapat melihat akan segera lahirnya peluang baru di bidang pendidikan ini.

Di masjid komplek tempat saya tinggal, jamaah shalat dhuhurnya kini hampir sama banyaknya dengan shalat fardhu lainnya. Kok bisa ?, bukankah penghuninya pada ke kantor di siang hari ? sebagiannya memang demikian, tetapi cukup banyak yang mulai bekerja di rumah.  Yang pada bekerja di rumah ini sebagian memiliki pegawai beberapa orang, maka mereka inilah yang ikut meramaikan masjid di siang hari selain penghuni komplek sendiri. Awalnya orang yang melihat kami siang-siang pada sarungan ke masjid, sering bertanya ‘apakah Anda tidak bekerja ?’, maka sambil berseloroh kami punya jawaban yang khas untuk ini : ‘kami ini adalah orang-orang yang tidak memiliki pekerjaan tetap, tetapi kami tetap bekerja !’.