Kelapa Dua Raya 189 Depok, Jawa Barat 16951 Indonesia
+(62) 856-93-010101 admin@geraidinar.com
Mon - Fri 8.30 - 16.00 National Holiday Closed

Setiap hari masing-masing kita mayoritasnya sudah sangat sibuk dengan berbagai kegiatan rutin ini – itu, sehingga waktu terasa tidak pernah cukup. Yang bekerja di kantor berangkat pagi pulang sore atau bahkan malam – seolah tidak ada lagi tersisa waktu selain untuk istirahat. Yang berwirausaha-pun demikian, mereka rata-rata malah memiliki jam kerja yang jauh lebih panjang dari para pegawai. Dengan kesibukan yang sudah luar biasa tersebut, bisakah Anda meluangkan waktu 1 jam extra setiap hari ? bila jawaban Anda “Ya”,  sangat mungkin Anda akan menjadi orang yang luar biasa atau extra ordinary  you – seperti yang Anda cita-citakan.

Ada pasar di dunia ini yang saat ini nilainya lebih dari 2 kali APBN kita, yaitu pasar industri farmasi. Bila APBN kita angkanya di kisaran  Rp 1,300 trilyun, pasar industri farmasi global saat ini nilainya sekitar  US$ 330 milyar atau sekitar Rp 2,970 trilyun. Pasar inipun tumbuh sangat pesat jauh melampaui industri lainnya, berdasarkan datanya IMS - pemain industri farmasi yang beroperasi di lebih dari 100 negara – dua tahun dari sekarang (2014) pasar industri farmasi global akan mencapai US$ 1.1 trilyun atau 3.67 kali ukuran pasar sekarang. Dimana peluang kita ?.

 

Meskipun masalah pangan adalah kebutuhan primer yang paling mendasar, ternyata perhatian terhadap pangan ini nampaknya tidak dianggap terlalu penting di negeri ini. Saya memperoleh gambaran ini dari pidato wakil ketua KPK  - Bambang Widjojanto – dalam acara deklarasi Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) di Jakarta semalam. Setelah saya cek langsung datanya dari situs resmi Direktorat Jendral Anggaran  - Departemen Keuangan Republik Indonesia, gambarannya memang betul-betul menyedihkan.

 

Beberapa dekade lalu ketika komunikasi dunia usaha masih mengandalkan telex yang harus hemat kata-kata, sebuah pabrik sepatu dari negara maju mengirim dua salesman baru untuk ekspansi ke wilayah yang paling terbelakang di Afrika.  Begitu sampai di wilayah yang dituju, salesman pertama mengirim telex yang berbunyi: “tidak ada harapan . masyarakat tidak memakai sepatu”.  Tidak lama kemudian datang telex yang kedua dari salesman yang satunya lagi : “peluang melimpah. masyarakat belum memakai sepatu”.

 

Dalam salah satu masa kejayaan Islam di jaman Bani Abbasiyah (132 H – 656 H), kota Bagdad selain menjadi pusat pemerintahan juga menjadi pusat ilmu pengetahuan dunia saat itu. Aplikasi ilmu yang tinggi pada kehidupan sehari-hari menjadi kebiasaan di masyarakat, hal ini terjadi karena para ulamanya pandai mengajarkan ayat – ayat Al-Qur’an untuk menjadi solusi dalam segala macam problem kehidupan. Yang ingin saya ceritakan disini adalah apa yang disebut Tes Rangkap Tiga.