- Details
- Category: Entrepreneurship
- Hits: 11727
Situs resmi United Nation World Food Programme mengungkapkan bahwa resiko kesehatan terbesar di dunia saat ini adalah resiko kelaparan. Kelaparan menimbulkan lebih banyak kematian dibandingkan dengan jumlah kematian gabungan yang ditimbulkan oleh penyakit AIDS, Malaria dan TBC sekaligus. Bahwasanya masih begitu banyak jumlah orang yang kelaparan di abad modern ini, barangkali ini karena dunia baru mengandalkan ilmu, teknologi , system ekonomi, sosial dan politik buatan manusia yang penuh kelemahan dan kepentingan itu sebagai panglima – dunia belum menggunakan petunjukNya sebagai panglima untuk menyelesaikan masalah yang sangat serius seperti urusan pangan ini.
- Details
- Category: Entrepreneurship
- Hits: 8937
Krisis pangan sepanjang 2007-2008 telah melonjakkan indikator harga pangan dunia (FAO Food Price Index) dari kisaran angka 130-an ke angka di atas 200-an hingga kini. Bukan hanya masalah harga, ketika krisis itu terjadi negara-negara produsen mengerem ekspornya sehingga membuat panik negara-negara yang bahan pangannya mengandalkan produk impor. Kepanikan inilah yang kemudian memicu perburuan lahan pertanian secara global atau yang disebut land grabs.
- Details
- Category: Entrepreneurship
- Hits: 8066
Seiring dengan berlipatnya penghuni bumi, lahan-lahan pertanian produktif tergerus habis oleh pembangunan perumahan, infrastruktur dan pabrik-pabrik. Lantas bagaimana penduduk bumi yang terus bertambah banyak bisa disuply makanannya dari lahan yang semakin sempit ?. Ilmuwan modern kemudian mulai berfikir dengan apa yang disebut vertical farming, konon ini bisa menghemat lahan. Tetapi vertical farming memiliki permasalahannya sendiri !
- Details
- Category: Entrepreneurship
- Hits: 6356
Majalah business paling berbobot di dunia - Harvard Business Review (HBR) edisi terbaru (April 2013) - memuat sebuah riset yang dilakukan oleh Deloitte terhadap perusahaan paling berprestasi selama 44 tahun terakhir. Berprestasi tidak harus besar, tetapi paling tinggi tingkat pengembalian asset-nya (Return On Asset – ROA). Ternyata perusahaan-perusahaan yang berprestasi luar biasa tersebut tidak ada yang mengandalkan harga rendah dan penghematan biaya dalam strategy-nya.
- Details
- Category: Entrepreneurship
- Hits: 7364
Saya ada menanam empat pohon kelengkeng di halaman Bazaar Madinah, setiap musim buah – layaknya pohon buah lainnya – pohon kelengkeng tersebut juga selalu berbuah. Tetapi sampai sekarang saya belum sempat sekalipun merasakan buahnya, mungkin juga orang lain. Pohon kelengkeng yang ditanam di tempat umum demikian, buahnya tidak sempat matang – karena selalu keburu dipetik orang sebelum dia matang. Ini menjelaskan fenomena ekonomi yang disebut tragedy of the commons.