Kelapa Dua Raya 189 Depok, Jawa Barat 16951 Indonesia
+(62) 856-93-010101 admin@geraidinar.com
Mon - Fri 8.30 - 16.00 National Holiday Closed

Seorang professor di Frankfurt School of Finance and Management – Germany, Prof. Thorsten Polleit belum lama ini mengungkapkan teorinya bahwa faham demokrasi yang dianut di hampir seluruh dunia saat ini telah membawa dampak korupsi kolektif yang sangat besar yaitu berupa inflasi. Dengan tingkat keilmuan beliau – yang dipercaya sebagai Chief German Economist for Barclay Capital  selama 12 tahun - tentu teori tersebut bukan  teori yang tanpa dasar.

Ketika seekor anak kucing dalam bahaya, ibunya mengamankannya dengan menggigit lehernya untuk dibawa menjauh dari bahaya. Ketika anak monyet dalam bahaya, induk monyet lari dahulu kemudian anaknya mengejar dan nggemblok di punggungnya. Anak kucing pasif dan ibunya yang aktif, sedangkan anak monyet aktif meskipun ibunya tidak peduli. Dari keduanya, mana yang lebih dekat dengan system ekonomi kita saat ini ?

Cerberus adalah monster berkepala tiga dalam mythology Yunani kuno yang menjadi penjaga dunia bawah tanah. Diperlukan tiga kepala sebagai perlambang keperkasaannya untuk menghadang siapa saja yang hendak melewati gerbang yang dijaganya. Di antara tempat Anda berdiri sekarang dengan apa yang Anda cita-citakan, ada juga penghadang semacam cerberus berkepala tiga ini. Anda hanya akan bisa sampai pada apa yang Anda cita-citakan bila berhasil membunuh sekaligus tiga kepala cerberus – yang dalam hal ini adalah passivity (kepasifan), procrastination (penunda-nundaan) dan perfectionism (kesempurnaan).

Revolusi industri hampir tiga abad terakhir telah membawa dunia pada tingkat kemajuan yang kita nikmati sekarang. Revolusi industri ini membawa perubahan besar pada jenis pekerjaan utama masyarakat, yang semula didominasi petani menjadi didominasi buruh industri dan pekerja kerah putih penunjangnya. Kita yang hidup di jaman ini menyaksikan perubahan berikutnya, yaitu pergeseran ke arah dominasi industri jasa – yang dominan kini bukan lagi buruh atau pekerja tetapi para ‘seniman’, kok bisa ?

Ketika Albert Einstein menyaksikan bagaimana kehebatan suku Indian Navajo dalam perdagangan barternya, dia berkomentar “Bila saya berkesempatan hidup sekali lagi, saya akan memilih menjadi pedagang ketimbang jadi ilmuwan. Saya pikir barter adalah hal yang mulia, saya pingin tahu lebih banyak tentangnya…”. Kekaguman Einstein ini bukan tanpa alasan, karena perdagangan barter pernah menyelamatkan suatu negeri dari Great Depression 1930-an pada jamannya.