Kelapa Dua Raya 189 Depok, Jawa Barat 16951 Indonesia
+(62) 856-93-010101 admin@geraidinar.com
Mon - Fri 8.30 - 16.00 National Holiday Closed

Menurut World Health Organization (WHO) pada tahun 2000 lalu penderita diabetis di Indonesia telah mencapai 8,426,000 jiwa dan diperkirakan akan menjadi 21,257,000 jiwa pada tahun 2030. Bila trend tersebut dianggap linier, maka saat ini kemungkinan sudah mencapai sekitar 13.5 juta orang penderita diabetis di negeri ini. Bagaimana kita bisa membantu puluhan juta orang penderita diabetis ini mengatasi masalahnya ?, saya melihat salah satunya adalah menggunakan solusi social media.

Baru-baru ini Credit Suisse mengeluarkan laporan yang sangat detil dengan judul Global Wealth Report 2012. Laporan setebal 60 halaman lebih ini antara lain meng-high light Indonesia sebagai salah satu dari 25 negara di dunia yang akan mengalami pertumbuhan kemakmuran dalam 5 tahun mendatang sampai 2017. Bahkan menurut laporan ini di Indonesia akan lahir 100,000-an milyarder baru, Andakah salah satunya ?

Tulisan ini saya sarikan dari bukunya Tom Keneally yang berjudul ‘Three Famines : Starvation and Politics’ (PublicAffairs, New York, NY, 2011). Buku ini mengulas tiga kelaparan besar dalam sejarah modern – khususnya dalam dua abad terakhir. Tiga kelaparan besar itu adalah di Irlandia (1845), Bengal –India (Semasa PD II) dan Ethiopia (1970-an s/d 1980-an).

Di ilhami oleh film Premium Rush yang menceritakan kurir-kurir bersepeda andalan kota Manhattan untuk melawan kemacetan, saya berfikir kurang lebih jasa seperti inilah yang dibutuhkan kota Jakarta untuk melawan kemacetan yang kurang lebih sama atau bahkan lebih buruk. Hanya kalau menggunakan sepeda ya ndak manusiawi lha wong Jakarta luasnya 11 kali Manhattan, maka yang paling pas ya jenis transportasi yang sudah dikenal masyarakat Jakarta yaitu ojek – yang saya plesetkan menjadi O-JEX kependekan dari Online Jakarta Express.

Dengan penduduk dunia yang mendekati 7 milyar orang saat ini, pemenuhan kebutuhan pokok penghuninya menjadi tantangan tersendiri. Makanan, energi dan air  menjadi problem utama untuk dapat diatasi. Menyusul kebutuhan lainnya yang juga sangat mendesak seperti kesehatan, perumahan dan pendidikan. Siapakah yang akan mengatasi masalah-masalah ini ?, pemerintah kah ?, sebagian ya – tetapi itu tidak cukup. Salah satu harapan itu ada pada para entrepreneur, mengapa ?