Kelapa Dua Raya 189 Depok, Jawa Barat 16951 Indonesia
+(62) 856-93-010101 admin@geraidinar.com
Mon - Fri 8.30 - 16.00 National Holiday Closed

Seorang ibu yang janda berhasil membangun jaringan toko roti besar. Dia ingin tiga anaknya lebih membesarkan lagi jaringan toko roti tersebut dengan menyekolahkan anak-anaknya di perguruan tinggi- perguruan tinggi terbaik. Ada yang belajar teknologi per-roti-an, ada yang belajar keuangan dan ada yang belajar bisnis. Tetapi ketika si ibu sudah menyerahkan pengelolaan usaha ke tiga anaknya, jaringan toko roti tersebut malah mati. Mengapa ini bisa terjadi ?

Ketika dalam satu dasawarsa (2001-2011) penduduk China ‘hanya’ tumbuh 5.6 % dari 1.276 Milyar ke 1.347 Milyar, dalam periode yang sama kebutuhan jagung negeri itu mengalami pertumbuhan sebesar 47%. Permintaan jagung yang melonjak secara luar biasa di China ini membuat seluruh produsen jagung dunia kalang kabut untuk menyediakan supply-nya. Akibatnya cadangan jagung dunia anjlog ke titik terendah selama hampir empat dasawarsa terakhir, dan dunia tersentak dengan pertanyaan – apa yang sebenarnya terjadi ?

Sekitar 100-an pengunjung situs ini hari Sabtu 02/02/13 lalu berkumpul di Rumah Hikmah-Cibubur untuk membuka wawasan baru tentang apa yang kami sebut Barter Modern atau Creative Trading. Selain penyampaian materi, acara juga diisi dengan exercise ringan di antara waktu sholat dan makan siang. Exercise ini kami beri nama Hari Pertama Abdurrahman Di Pasar. Seperti apa ?

Bila Anda sekarang melihat mobil super mewah seperti Lamborghini yang harganya mendekati Rp 10 Milyar di Jakarta, pengendaranya kemungkinan adalah lawyer, pengusaha, selebritis atau orang-orang yang mudah mencari uang lainnya. Sekian tahun dari sekarang situasi itu akan berubah, nantinya para petanilah yang akan mampu membeli mobil-mobil sekelas Lambo tersebut ! kok bisa ?

Menurut laporan McKinsey, hanya 12 % usaha Indonesia saat ini yang menggunakan pembiayaan kredit dari Bank. Lantas kemana uang masyarakat yang begitu banyak ditabung di bank-bank ?, menurut laporan yang sama pula antara lain uang tersebut tersimpan dalam apa yang mereka sebut high-yield, low risk Bank Indonesia Certificates (SBIs). Laporan ini seolah menguatkan alasan mengapa riba dilarang dalam Islam, karena uang tidak perlu bekerja produktif sudah menjadi investasi dengan hasil tinggi dan resiko rendah. Lantas mau digerakkan dengan apa ekonomi kalau demikian ?