- Details
- Category: Entrepreneurship
- Hits: 19197
Dalam berbagai tulisan saya di situs ini saya banyak sekali menekankan bahwa bila Dinar hendak digunakan sebagai investasi, maka orientasinya harus jangka panjang. Oleh karenanya yang cocok direncanakan dengan Dinar adalah kebutuhan-kebutuhan jangka panjang seperti biaya sekolah anak, ongkos naik haji, tabungan untuk pembelian rumah, dana pensiun dlsb.
Meskipun demikian tidak dapat dipungkiri bahwa kita juga sering menghadapi problem jangka pendek sesaat seperti biaya pengobatan atau kebutuhan mendesak lainnya. Dinar Anda tentu juga sangat berguna untuk kebutuhan yang mendesak tersebut.
Masalahnya adalah bagaimana bila kebutuhan mendesak tersebut timbul pada saat harga Dinar rendah seperti hari-hari ini ?, kalau Dinar dijual pada saat harga rendah sedangkan waktu beli harganya masih tinggi – kan rugi ?. Disinlah letak keunggulan GeraiDinar beserta para mitranya untuk tidak henti-hentinya mencari solusi terbaik agar pengguna Dinar tidak dirugikan.
Untuk mengantisipasi potensi kerugian seperti dalam kasus tersebut misalnya, GeraiDinar bekerjasama dengan BMT Daarul Muttaqiin kini dapat memberikan fasilitas pinjaman tanpa beban apapun – dengan jaminan Dinar Anda.
Jadi bila Anda membutuhkan Rupiah dari Dinar Anda sedangkan saat itu harga Dinar lagi rendah kalau dijual sayang, maka Anda dapat mengajukan pinjaman tanpa beban (tanpa bunga, tanpa margin atau apapun namanya) dengan menyerahkan Dinar yang Anda miliki sebagai jaminannya.
- Details
- Category: Entrepreneurship
- Hits: 6073

Judul tulisan ini saya ambil dari buku – the Big Switch karya Nicolas Carr (W.W. Norton & Co.; 2008) yang saya baca menjelang saya terjun nangani Gerai Dinar lebih dari setahun yang lalu. Buku ini pula yang ikut memberi inspirasi saya pada system-system yang kita kembangkan untuk GeraiDinar dan berbagai usaha kedepan.
Dalam legenda industri Amerika abad 19, dikenal nama Henry Burden yang karyanya antara lain dapat Anda lihat pada foto disamping. Henry Burden perlu membuat pembangkit listrik tenaga air dengan kincir raksasa setinggi 60 ft untuk pabrik sepatu kuda-nya yang memproduksi rata-rata 1 sepatu kuda per detik !. Pada zaman itu orang masih bepergian naik kuda, jadi sangat banyak sepatu kuda dibutuhkan.
Namun bukan pabrik sepatu kuda yang luar biasa ini sumber inspirasinya, melainkan adalah sumber tenaga yang harus disediakan oleh pabrik sepatu kuda itu sendiri yang bisa menjadi pelajaran bagi kita yang hidup sekarang.
Saat itu setiap pabrik harus memiliki sumber energi sendiri karena masing-masing pabrik – konon mempunyai spesifikasi kebutuhan energi yang berbeda-beda. Bisa kita bayangkan betapa tidak efisiennya saat itu karena setiap pengusaha yang akan membuat pabrik, berarti dia juga harus bersusah payah membangun pabrik energynya.
Inefisiensi juga terjadi ketika ada kelebihan daya dari satu pabrik, tidak bisa dipakai untuk pabrik yang lain karena lagi-lagi spesifikasi yang katanya berbeda.
Masalah inefisiensi sumber energy ini baru teratasi abad berikutnya ketika mulai bermunculan utility company (kalau di Indonesia PLN), yaitu satu perusahaan energy yang besar – yang dapat mensuplay kebutuhan energy berbagai industri dan rumah tangga sekaligus.
- Details
- Category: Entrepreneurship
- Hits: 10643
Dan apa musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu). QS 42:30
Hari ini para pemimpin dunia yang tergabung dalam G-20 dijadwalkan bertemu di London untuk mencari solusi atas krisis finansial global yang sudah berlangsung sejak tahun lalu.
Beda dengan pertemuan-pertemuan petinggi negara yang biasanya dihiasi banyak senyum dan tawa; pertemuan kali ini nampaknya akan cukup tegang karena sedari awal sudah ada dua kubu yang bertentangan.
Kubu Amerika, Inggris dan negara-negara pendukungnya memandang stimulus ekonomi-lah solusi dari krisis ini. Sementara Perancis dan Jerman berpendapat bahwa pengetatan regulasi finansial harus menjadi prioritas yang utama.
Diluar forum para pemimpin dunia tersebut bertemu, sejak kemarin demonstrasi hebat terjadi di London. Lebih dari 4000 demonstran yang sudah mulai mengarah pada anarki ini mengusung tema anti kapitalisme, karena menurut mereka kapitalisme inilah yang telah menimbulkan kesengsaraan yang mereka kini derita.
- Details
- Category: Entrepreneurship
- Hits: 7670

“…. Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya, karena itu mohonlah ampunan-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhanku amat dekat (rahmat-Nya) lagi memperkenankan (doa hamba-Nya)." (QS 11:61)
Tahun lalu saya menulis tentang konsep Muzara’ah untuk Memproduktifkan Lahan…; sejak saat itu banyak sekali pembaca yang berminat untuk ikut terlibat dalam gerakan Bumiku Hijau ini. Mohon maaf kalu terkesan lamban, namun proyek-proyek semacam ini memang sangat banyak detail yang perlu kita persiapkan – semuanya insyaallah terus berjalan, progress untuk project ini secara berkala akan terus kita komunikasikan.
Dalam tulisan saya tahun lalu tersebut diatas saya gambarkan bumi Jawa Barat (dan Indonesia umumnya) yang sebenarnya subur namun terkesan gersang bila kita lihat melalui perjalanan darat sepanjang jalan Tol Cipularang, ini tidak terlepas dari paradigma menguasai – namun tidak memakmurkan.
- Details
- Category: Entrepreneurship
- Hits: 6341

Meskipun dampaknya yang sangat luas melanda seluruh dunia, nampaknya sangat sedikit orang yang memahami apa dan bagaimana krisis ini, dari mana dia berasal, apa yang dilakukan pemerintah untuk mengatasinya dst. Karena sedikit yang paham, maka lebih sedikit lagi yang bisa mengambil pelajaran.
Agar kita bisa mengambil pelajaran, marilah kita menjadi golongan yang sedikit tersebut dengan mencoba memahami krisis ini. Saya berusaha menulisnya dengan sederhana berupa point-point pentingnya saja sebagai berikut :
· Krisis ini bermula di Amerika Serikat; penyebab awalnya adalah tindakan bank sentral mereka the Fed yang berusaha memulihkan ekonomi paska peristiwa WTC 9/11 dengan cara menurunkan suku bunga secra terus menerus.
· Rendahnya suku bunga memicu keluarga-keluarga di Amerika keranjingan meng-‘gadaikan’- rumahnya, menjadikan rumah-rumah mereka sumber duit untuk keperluan yang nggak terlalu penting sekalipun.
· Karena maraknya permintaan kredit perumahan ini, maka lahirlah opportunis-opportunis baru seperti Quick Loan Funding yang memberikan kredit bahkan ke orang-orang yang tidak layak menerima kredit, atau seperti Ownit yang memberikan kredit perumahan sampai 100% - tanpa pengaman uang muka !.
· Kredit atau pinjaman ke orang yang tidak seharusnya menerima yang kemudian disebut Sub-prime borrowers, inilah yang kemudian memicu gelombang krisis yang sangat besar dan luas dampaknya.
· Penyebar luasan kredit buruk ini difasilitasi oleh pasar modal kebanggaan Amerika – Wall Street – yang mem-package investasi-investasi ‘sub-prime’ menjadi seolah investasi yang menjanjikan. Investor diseluruh dunia membeli investasi buruk ini hanya karena melihat ini berasal dari Wall Street di Amerika – yang mereka selalu banyangkan sebagai ‘gurunya’ investasi.
· Situasi ini diperburuk dengan munculnya product-product dengan nama canggih seperti Collateralized Debt Obligations (CDOs) yang tidak hanya tidak dipahami oleh orang awam, tetapi gurunya bank sentral sekaliber Alan Greenspan – pun mengaku tidak memahami produk ini .
· Bukan hanya perorangan, atau investor tanggung yang membeli produk-produk investasi buruk tersebut. Bahkan institusi pemerintah-pun ikut-ikutan membeli.