Kelapa Dua Raya 189 Depok, Jawa Barat 16951 Indonesia
+(62) 856-93-010101 admin@geraidinar.com
Mon - Fri 8.30 - 16.00 National Holiday Closed
Gold Building

Dalam menggeluti dunia per-emas-an beberapa tahun terakhir, saya sering terkaget-kaget dengan orang-orang yang menghubungi saya yang mengaku memiliki (akses) terhadap berton-ton emas, bahkan yang sampai menyebut ribuan ton dari peninggalan penguasa pertama negeri ini.

 

Agar Anda tidak tergiur atau terpengaruh dengan isu-isu yang tidak masuk akal ini, kali ini saya ingin mengulas sedikit tentang produksi emas Dunia. Seluruh emas yang sudah ditambang dan ada di permukaan bumi sejak awal peradaban manusia, sampai saat ini ditaksir hanya ada sekitar 160,000 ton saja.

 

Banyak kah jumlah ini ?, tergantung darimana Anda memandangnya. Namun kalau seluruh emas dunia ditumpuk jadi satu, hanya akan menjadi satu gedung kecil saja. Pertambahan setiap tahunnya juga tidak terlalu banyak, produksi emas dunia empat tahun terakhir bahkan cenderung menurun – lihat grafik di bawah.

 

Empat tahun terakhir, stok emas dunia hanya tumbuh sekitar 1 % atau tepatnya rata-rata 1,653 ton per tahun. Jadi kalau China meneruskan rencananya untuk menambah stok cadangan emasnya – maka hampir dapat dipastikan China saja bisa meng-absorb seluruh produksi emas dunia ini.

 

Indonesia yang katanya mempunyai cadangan emas yang sangat banyak, ternyata tidak juga menunjukkan angka yang significant. Produksi tahunan Freeport misalnya ‘hanya’  sekitar 87 Ton, 54 Ton dan 69 Ton masing-masing untuk tahun produksi 2005, 2006 dan 2007 – setidaknya ini data dari www.goldsheetlinks.com. 

 

Seberapa besar kah produksi emas Indonesia ini ?; kalau dilihat jumlahnya yang kurang dari 5% dari produksi Dunia – tentu jumlah ini tidak banyak. Tetapi bila dilihat dari realita bahwa ternyata di bank sentral Indonesia kita saat ini hanya punya cadangan emas sebesar kurang lebih 73 ton saja – maka produksi tersebut diatas sesungguhnya sangat besar bagi Indonesia – kalau saja negeri ini bisa mengolahnya sendiri dari awal.

 

Bio Gas

Menurut  R.R. (Ron) Goforth (Beta-Rubicon) yang disebut Knowledge-Based Entity adalah : “entity yang  aktivitas utamanya didominasi oleh penggunaan ilmu pengetahuan dan penciptaan hasil karya,  tenaga kerjanya berpendidikan tinggi dan memiliki spesialisasi dalam keahlian di bidang penelitian dan pengembangan, dan kekayaan intellectual merupakan asset utamanya”.

 

Dengan definisi tersebut diatas maka bolehlah GeraiDinar ‘mengaku’ sebagai Knowledge Based-Entity, karena sejak awal aktivitas utama kita tidak lepas dari penggalian ilmu-ilmu yang terkait dengan ekonomi Islam, per-emasan, teknologi, pasar dlsb. Tidak henti-hentinya pula penelitian dan pengembangan kita lakukan di GeraiDinar untuk menghasilkan karya-karya seperti iQirad, M-Dinar, BMT Berbasis Dinar dlsb. Kemudian yang ketiga kekayaan kita juga tidak lain adalah kekayaan intelektual yang kita miliki.

 

Alhamdulillah dengan pertolongan Allah semata, upaya kita membangun Knowledge-Based Entity ini berjalan sangat baik meskipun usianya belum juga dua tahun; dari pengalaman keberhasilan ini  kami ingin menularkan pengalaman kami sekaligus mengajak potensi-potensi terbaik negeri ini untuk bergabung atau bersinergi dengan kami dalam membangun apa yang kami sebut nantinya menjadi Knowledge-Based Industries.

 

Cooperative

Ketika  internet mulai digunakan masyarakat awam akhir tahun 80-an, seorang professor dari MIT  Tom Malone menulis serangkaian papers yang intinya memprediksi bagaimana dunia internet ini akan merubah wajah perekonomian dunia. Ia memprediksikan bahwa perusahaan-perusahaan terbesar dunia abad 20-an akan mengalami proses yang dia sebut decentralize and externalize menjadi sebuah ekosistem industri.

 

Bayangkan  kalau perusahaan raksasa seperti AT & T tidak hanya pecah menjadi dua atau tiga tetapi menjadi ribuan perusahaan yang berbeda, maka disagregasi radikal sukarela ini akan menjadi alternatif yang menarik ……..”  kata Tom Malone dalam saah satu wawancaranya dengan majalah teknologi Wired.

 

Belasan tahun kemudian ternyata prediksi Tom tidak terwujud. AT & T tidak pecah menjadi ribuan perusahaan kecil, AT & T tetap menjadi perusahaan yang bahkan semakin besar. Demikian pula perusahaan –perusahan raksasa dunia lainnya seperti Goldman Sachs, General Electric,  Wal-Mart dan ratusan raksasa lainnya tumbuh rata-rata menjadi tiga kali lebih besar selama decade terakhir.

 

Namun prediksi Tom Malone ternyata juga tidak terlalu salah, terutama sejak September tahun lalu sejak raksasa-raksasa keuangan dunia mulai runtuh yang kemudian juga diikuti oleh runtuhnya raksasa lain dari industri otomotif dlsb.

 

Krisis finansial global yang sampai saat ini juga belum bisa dikatakan telah pulih, bukan hanya  suatu siklus yang berulang – tetapi juga menjadi permulaan dari era baru dalam pereknonomian global. Era baru ini ditandai dengan lahirnya ribuan startups atau perusahaan pemula, semakin sedikitnya jumlah perusahaan raksasa, dan tidak terbatasnya peluang baru yang kini bermunculan.

 

Dalam bidang keuangan misalnya, kini telah terbukti tidak benar anggapan masyarakat dunia selama ini bahwa perusahaan-perusahaan raksasa keuangan tersebutlah yang lebih aman dan lebih tahan terhadap krisis.Krisis justru bermula dari runtuhnya raksasa-raksasa yang dahulu dengan sombongnya menyatakan dirinya too big to fail.

 

Wealth Formula

Kemakmuran memiliki makna yang berbeda-beda dari satu individu ke individu lainnya. Namun secara umum kemakmuran ini mengandung unsur-unsur  kebebasan, keimanan, kemerdekaan, kesehatan, kedamaian, keharmonisan, kemajuan, kecukupan dan berbagai unsur positif lainnya.

 

Dalam tulisan ini saya hanya mengambil arti sempit dari kemakmuran dari sisi monetary  (Monetary Wealth) yang berarti ketersediaan asset yang bisa di daya gunakan secara leluasa untuk meemenuhi kebutuhan pemiliknya secara berkelanjutan.

 

Bagaimana kita membangun Monetary Wealth ini ?, formula disamping adalah rumusan sederhana yang saya ambilkan dari bukunya Robert Kiyosaki terakhir dengan judul The Real Book of Real Estate (Vanguard Press, 2009) . Kata si penulis apabila kita pahami dan terapkan unsur-unsur dari formula tersebut kita akan bisa makmur – paling tidak secara finansial.

 

X = eXchange

 

Exchange adalah pertukaran barang dari satu pemilik ke pemilik lainnya dengan imbalan barang yang lain.

 

O = Opportunity

 

Kesempatan untuk melakukan pertukaran.

 

T = Talent

 

Talent atau bakat yang meliputi juga sikap, kemampuan, kapasitas, kekuatan, kecerdasan, ketrampilan yang melekat pada diri seseorang.

 

E = Equity

 

Equity atau ekuitas adalah nilai kekayaan atau hak yang dimiliki seseorang.

 

Tm = Time

 

Time atau waktu adalah kecepatan kita melaksanakan sesuatu.

Produk GeraiDinar

Karena ada beberapa produk dari GeraiDinar dan BMT Daarul Muttaqiin yang seolah tumpang tindih satu sama lain, maka pada kesempatan ini – menjawab banyaknya pertanyaan – saya jelaskan karakter dari masing-masing produk, sehingga pembaca bisa memilih produk Dinar yang mana yang paling tepat untuk Anda.

 

Pertama tentang produk Dinar fisiknya sendiri. Dinar adalah keeping koin emas 4.25 gram, 22 karat yang di Indonesia diproduksi oleh Logam Mulia, PT Aneka Tambang (BUMN). Sejauh ini GeraiDinar hanya menjual Dinar produksi Logam Mulia. Dalam Islam Dinar emas inilah uang yang adil sepanjang masa, namun dalam hukum NKRI Dinar hanya dihukumi seperti perhiasan biasa – tidak bersifat legal tender artinya untuk saat ini Anda tidak dapat memaksa orang untuk menerima pembayaran dengan uang Dinar Anda.

 

Karena belum menjadi legal tender dan satuan fisiknya yang bernilai sangat besar (untuk ukuran uang kertas – saat ini sekitar Rp 1,400,000/Dinar), maka dari tiga fungsi uang – Dinar emas sementara ini baru memerankan dua diantaranya yaitu sebagai store of value dan sebagai unit of account, sementara fungsi sebagai medium of exchange belum dapat diperankan secara praktis oleh Dinar secara fisik.

 

Karena Dinar secara fisik belum dapat secara luas memainkan peran sebagai alat tukar atau medium of exchange ini, agar Dinar tidak terlalu banyak yang tersimpan di lemari-lemari penyimpanan  (safe deposit ) – maka kami lahirkan produk kedua yaitu Qirad yang kemudian kami beri nama dagang iQirad. Dengan produk iQirad ini Dinar yang semula lebih banyak tersimpan di lemari-lemari, kini bergerak dan berputar untuk mendanai pencetakan Dinar-Dinar berikutnya.