Kelapa Dua Raya 189 Depok, Jawa Barat 16951 Indonesia
+(62) 856-93-010101 admin@geraidinar.com
Mon - Fri 8.30 - 16.00 National Holiday Closed

Sepanjang Desember 2010 lalu ada fenomena yang luar biasa di negeri ini yaitu fenomena demam sepakbola yang melanda jutaan penggemarnya, dari rakyat jelata sampai presiden. Deman yang satu ini menjadi demam yang membuat ‘penderita’nya rela berhari-hari tidur dan makan seadanya di Jakarta – meninggalkan keluarga yang jauh di kampung – demi untuk mendukung dan menyaksikan langsung team kebanggaannya bertanding di medan laga. Demam ini juga menyita begitu banyak perhatian para pemimpin negeri, sehingga mereka rela  sementara meninggalkan urusan rutin yang lainnya – yang tentu saja tidak kalah pentingnya – demi untuk memberi semangat para pejuang lapangan hijau.

 

Seperti biasa setiap pagi saya membaca beberapa media sebelum mulai menulis untuk situs ini. Kadang berita-beritanya menjadi inspirasi untuk tulisan-tulisan di situs ini, kadang juga tidak ada yang bisa menjadi inspirasi. Khusus untuk pagi ini saya merangkai tiga berita dari dua surat kabar yaitu Republika dan Kompas, yang kalau dibaca satu per satu kelihatannya tidak nyambung – tetapi bila di cerna ketiganya sekaligus  dan dilihat dengan timbangan yang adil – baru kita akan bisa melihat adanya sesuatu yang menjadi tanggung jawab kita semua untuk memperbaikinya.

 

Sampai pertengahan tahun 2010 ini, Indonesia menduduki nomor urut ketiga dalam pengguna facebook dunia dengan jumlah pengguna 25.9 juta orang. Hanya sedikit dibawah nomor urut kedua yaitu Inggris dengan jumlah pengguna 26.5 juta. Nomor satu tentu Amerika sendiri yang mencapai 125.9 juta pengguna. Dengan jumlah tersebut Indonesia berkontribusi kurang lebih 6 % dari seluruh pengguna facebook dunia yang mencapai 428.5 juta.

 

Dalam tulisan saya tanggal 16 Desember 2010 lalu saya menjelaskan bahwa inflasi itu seperti ember bocor untuk mengangkut air,  seberapa keras-pun kita bekerja – hasilnya tidak akan optimal karena tabungan  kita terus tergerus oleh inflasi. Bila Anda punya uang banyak dan ditaruh di Deposito, hasil bersihnya setelah pajak hari-hari ini akan berada di kisaran 5 % per tahun. Bila di tabungan biasa, hasil bersihnya akan lebih rendah lagi yaitu di kisaran 3 % per tahun. Apalah artinya hasil yang 5% atau bahkan 3 % ini bila dibandingkan dengan inflasi rata-rata year on year (yoy) delapan tahun terakhir sejak Januari 2003 berada di kisaran 8% per tahun?.

 

Waktu saya kecil, orang tua di kampung yang petani ‘gajian’ setiap musim panen dua atau tiga kali setahun. Ketika saya memasuki dunia kerja seperti umumnya pegawai atau pekerja saya digaji per bulan. Saudara-saudara saya yang profesinya sebagai dokter mereka ‘digaji’ per tindakan atau per pasien. Teman-teman saya yang menekuni profesi lainnya seperti lawyer atau konsultan mereka ‘digaji’ per jam atau per kasus. Yang saya amati adalah, semakin pendek siklus ‘gajian’ seseorang akan cenderung semakin makmur dia.