Kelapa Dua Raya 189 Depok, Jawa Barat 16951 Indonesia
+(62) 856-93-010101 admin@geraidinar.com
Mon - Fri 8.30 - 16.00 National Holiday Closed

Bagi yang hobi makan rambutan – tahun ini mungkin Anda akan kecewa. Karena tidak seperti tahun lalu dimana buah rambutan melimpah, tahun ini sangat –sangat sedikit rambutan yang berbuah di Jabodetabek. Saya tidak tahu persis apa penyebabnya, tetapi konon karena hujan yang terus menerus turun diluar musim membuat bunga-bunga rambutan rontok di awal waktu. Di sekitar pesantren kami di Jonggol yang biasanya menjadi sentra rambutan-pun sampai hari ini tidak nampak adanya buah rambutan baik di pohon maupun di jalan-jalan.

 

Namun alhamdulillah dengan melimpahnya curah hujan tahun ini, seperti janjiNya rizki Allah yang lain  sebagai ganti rambutan  sesungguhnya melimpah bagi yang mau mensyukurinya. Tanah sawah di pesantren kami yang biasanya hanya bisa ditanami padi dua kali setahun, tahun ini bisa ditanami sampai tiga kali. Ribuan pohon sengon dan jabon yang kami tanam-pun menjadi lebih cepat membesar, demikian pula dengan rumput  yang kami tanam untuk kambing-kambing kami – tumbuh menghijau dengan cepat.

 

Sering kita lupa bersyukur bila salah satu bentuk rizki yang kita terima berkurang, padahal diluar itu kita ‘dikepung’ rizki dalam berbagai bentuk lainnya. Ini terjadi karena kita dididik untuk berperilaku ekonomi dengan paham ekonomi materiil – yang dibangun dari asumsi bahwa benda-benda ekonomi selalu tersedia dalam jumlah yang terbatas (scarcity).

 

Kita lupa bahwa Allah adalah Maha Kaya ( Al-Ghani) dan berbeda dengan makhluk yang kekayaannya lebih sering untuk dirinya sendiri, kekayaan Allah digunakan untuk memakmurkan makhlukNya dengan sifat Maha Memakmurkan (Al-Mughni). Jadi tidak ada istilah scarcity dalam ekonomi Allah.

 

Nah sekarang marilah kita lihat aplikasinya dalam skala global. Dunia saat ini dikawatirkan sedang menuju krisis pangan yang serius, pasalnya berdasarkan data dari FAO harga bahan pangan dunia yang di-indikasikan oleh FAO Food Price Index, telah melompat lebih dari dua kalinya dalam sepuluh tahun terakhir. Lompatan ini terjadi lebih tinggi lagi untuk jenis bahan pangan cereals  seperti padi, gandum , jagung dlsb.

 

Food 

Lantas apakah berarti dengan kenaikan harga pangan yang terus-menerus ini akan membuat penduduk bumi suatu saat tidak lagi mendapatkan makanannya ?. Tidak harus demikian, bila kita men-sikapi-nya dengan benar kemudian juga bertindak dengan benar.

 

Pertama mengenai sikap, harga-harga pangan tersebut kelihatan terus menjulang karena diukur dengan uang kertas yang terus dicetak dari awang-awang sehingga nilai daya beli-nya turun. Bila diukur dengan mata uang hikiki – yaitu emas atau perak, ternyata harga pangan dunia ini bukannya naik malah cenderung menurun !.  Perhatikan grafik berikut setelah kita gunakan emas sebagai ‘timbangan’ harganya.

 

Food 

Tetapi hanya mengubah pola pikir dan cara pengukuran saja juga belum akan membuat bahan pangan menjadi tersedia cukup dengan harga yang terjangkau, diperlukan tindakan yang nyata untuk memakmurkan bumi ini. Di Al-Qur’an  dicontohkan dengan  umat Nabi Yusuf AS yang mau kerja keras bercocok tanam secara sungguh-sungguh selama tujuh tahun – untuk membuat negerinya makmur ketika negeri lain pada paceklik.

 

Salah satu bahan pangan yang paling banyak dikonsumsi dunia – dan Indonesia impor 100% untuk ini ! – yaitu gandum, beberapa tahun terakhir melonjak harganya karena berbagai sebab seperti kekeringan, kebakaran skala besar dlsb.  Maka bila kita berpikir bahwa bahan pangan kita adalah juga gandum – akan terasa sempit-lah dunia ini.

 

Sebaliknya bila kita berpikir bahwa Allah hendak menunjuki kita dengan rizki-Nya yang melimpah – yang selama ini sudah mengepung kita yang hidup di negeri katulistiwa ini – maka inilah barangkali momentum untuk ‘bercocok tanam secara sungguh-sungguh selama tujuh tahun’ ini.

 

Dari diskusi saya dengan teman-teman yang menekuni bahan pangan ini, setidaknya ada tiga sumber bahan panggan unggulan dunia yang insyaallah bisa dihasilkan dengan cukup dari negeri ini yaitu Jamur, MOCAF (Modified Cassava Flour) dan Tepung Pisang. Saya yakin masih banyak yang lain.

 

Jadi bila salah satu bentuk rizki Anda terasa mulai kurang, jangan keburu bersedih. Sangat bisa jadi Allah sedang menyiapkan berbagai bentuk rizki lain yang selama ini sudah ‘mengepung’ Anda tetapi mungkin belum Anda sadari saja. Wa Allahu A’lam.