Kelapa Dua Raya 189 Depok, Jawa Barat 16951 Indonesia
+(62) 856-93-010101 admin@geraidinar.com
Mon - Fri 8.30 - 16.00 National Holiday Closed

Tidak banyak yang menyadari bahwa salah satu skills paling dasar yang kita miliki dan terus kembangkan sejak kita lahir adalah skills ‘jualan’, mungkin ini pula  mengapa bandwidth paling lebar dari pintu rizki juga adanya di jual beli ini -  9 dari 10 pintu rizki adanya di perniagaan/jual-beli. Bahkan tidak tanggung-tanggung, ketika Allah menawarkan ultimate rizki kepada kita, Allah-pun mengajak kita untuk ‘berjual-beli’ : “ Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Qur'an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar”. (QS 9 :111).

 

Salah satu tempat yang paling dibenci oleh Allah di muka bumi ini adalah pasar, hal ini sejalan dengan hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda: "Lokasi yang paling Allah cintai adalah masjid, dan Lokasi yang paling Allah benci adalah pasar." (Shahih Muslim, 1076).  Tetapi sepintas mungkin nampak ironi, bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bahkan juga mendirikan  pasar bagi kaum muslimin. Mengapa demikian ?.

 

Alhamdulillah, meskipun masih banyak masalah yang perlu dicarikan solusi, persiapan untuk beroperasinya Bazaar Madinah insyaAllah berjalan sesuai rencana. Sebagaimana hal baru lainnya, banyak faktor yang masih unknown tetapi justru disini menariknya bagi yang menyukai tantangan dan menyukai hal-hal baru. Untuk ini bagi Anda yang memiliki passion yang sama dengan kami, ingin bekerja keras bukan hanya untuk diri sendiri tetapi juga untuk umat dan masyarakat pada umumnya, kami mengundang Anda untuk belajar bersama mengelola Bazaar Madinah ini sehingga unggul di kancah perekonomian modern tetapi pada saat yang bersamaan juga istiqomah di jalur syariah.

 

Di dalam Al-Qur’an ada dua nama  surat yang artinya kurang lebih sama yaitu ‘orang yang berselimut’,  pertama surat  Al- Muzzammil dan yang kedua surat Al-Muddatstsir. Yang pertama menyuruh yang diseru bangun dari selimut untuk menegakkan sholat malam, dan yang kedua menyuruh bangun dari selimut untuk kemudian memberi peringatan.  Saya terinspirasi oleh dua surat ini  karena merasa begitu beratnya untuk bangun di malam yang dingin, bangun dari hangatnya selimut dan nikmatnya tidur lelap. Tetapi rupanya justru disini-lah letak pembelajarannya bagi orang-orang yang ingin membuat perubahan besar dalam hidupnya, baik untuk dirinya sendiri maupun untuk masyarakatnya.

 

Judul tulisan ini saya ambilkan dari perkataan ‘Abdur Rahman bin ‘Auf ketika menolak pemberian separuh harta dan seorang istri dari saudaranya Sa'ad bin ar-Rabi' –  yang baru dipersaudarakan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasalam setibanya hijrah di Madinah. Hadits lengkapnya dapat dilihat di tulisan saya sebelumnya dengan judul “...Job Security...”.  Dari ucapan tersebut setidaknya kita bisa mencontohnya dalam dua hal, pertama adalah mengenai sikap dalam memandang harta (orang lain) dan kedua mengenai keimanan yang menumbuhkan PD (Percaya Diri) akan keluasan ‘pasar’ rizki Allah SWT.