Memahami Gerakan Harga Emas Dari Kekuatan Uang Kertas…
- Details
- Category: Dinar/Emas
- Hits: 9785

Pagi ini harga emas dunia turun significant ke angka US$ 1,114.3/ Oz ketika artikel ini saya tulis. Seperti biasa ketika harga naik atau turun significant banyak email, sms, bbm dlsb. yang sampai ke saya menanyakan penyebabnya. Untuk menghemat waktu saya menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, tulisan ini mudah-mudahan dapat memuaskan keingin tahuan para pengunjung situs ini.
Ada dua hal yang menjadi pendorong naik turunnya emas dunia, yang pertama tentu pergerakan supply and demand. Bila yang menjual banyak sedangkan yang membeli sedikit otomatis harga turun. Demikian pula sebaliknya, bila yang membeli banyak sedangkan yang mau menjual sedikit maka harga akan naik.
Karena harga emas yang kita bicarakan adalah harga emas secara global; maka supply and demand-nya pun untuk skala global. Supply and demand dalam skala mikro, seperti para pembeli/penjual emas/Dinar di GeraiDinar; Logam Mulia, toko-toko emas di Cikini, Melawai dlsb. tidak memberi pengaruh pada pergerakan harga global ini.
Pergerakan harga yang dipengaruhi oleh supply and demand ini dapat Anda ikuti setiap saat dari situsnya kitco.com.
Pendorong naik turunnya harga emas yang kedua adalah kekuatan mata uang yang dipakai untuk membelinya. Karena harga emas dunia pada umumnya dinilai dalam US$ maka kekuatan mata uang US$ juga sangat menentukan naik turunnya harga emas dunia ini.
Yang terakhir inilah yang mempengaruhi secara significant atas turunnya harga emas dunia dalam perdagangan hari kemarin. Anda bisa lihat pada grafik yang saya sajikan diatas, penurunan harga emas berjalan nyaris simetris dengan naiknya kekuatan US$ yang diukur dengan US$ Index.
Agar Pohon Berbuah Diluar Musimnya…
- Details
- Category: Entrepreneurship
- Hits: 7150

Minggu-minggu ini setiap kali saya ke kebon di daerah Jonggol; sepanjang jalan di Jonggol buah rambutan memerah hampir mengalahkan hijaunya dedaunan. Saking banyaknya buah-buah tersebut, buah-buah yang sudah dipanen ditumpuk dipinggir jalan – seperti tidak ada harganya.
Benar, rambutan yang dipanen pada puncak musim panen ini – sangat rendah harganya. Inilah dilema petani buah rambutan dan berbagai buah lainnya. Mereka merindukan panen buah , namun ketika benar-benar panen – panenan mereka jatuh harganya.
Akan menjadi peluang tersendiri bila seandainya temen-temen yang ahli hortikultura bisa melakukan rekayasa genetika atau apapun namanya sehingga pohon bisa berbuah diluar musimnya. Kita bisa menikmati duren diluar musim duren; menikmati mangga, rambutan dan lain sebagainya diluar musimnya.
Sebenarnya tidak hanya petani buah; kebanyakan investor di bisnis modern sekalipun seperti saham, property sampai emas juga lebih banyak yang berperilaku sebagai ‘orang kebanyakan’ dalam berinvestasi. Padahal ada semacam kaidah yang tertulis dalam AlQur’an , yang muncul berulang-ulang sampai sekurangnya 65 kali yang berbunyi “ …tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui (6:37)” atau yang senada.
Antara Trader Dan Investor, Termasuk Yang Mana Anda…?
- Details
- Category: Entrepreneurship
- Hits: 7800

Bertahun-tahun menjalankan perusahaan publik dan berinteraksi dengan para pemain pasar saham di profesi saya sebelumnya; saya menjadi mudah memahami mana-mana pemain pasar yang Trader dan mana pemain yang Investor. Pemain pasar yang Trader dia tidak fokus pada kinerja riil perusahaan yang sahamnya diperdagangkan, dia lebih fokus pada fluktuasi harga jangka pendek.
Sebaliknya, pamain pasar yang Investor – dia fokus pada kinerja dan prospek perusahaan dalam jangka panjang; fluktuasi harga sesaat tidak terlalu merisaukannya – bila perusahaan yang sahamnya dia beli memiliki fundamental dan prospek yang bagus dalam jangka panjang. Trader dan Investor keduanya ada di pasar dan tidak ada yang salah dengan keberadaannya, keduanya bisa benar untuk alasannya masing-masing.
Ketika pengalaman dari profesi sebelumnya tersebut saya bawa ke pasar Dinar atau emas, ternyata karakter Trader dan Investor tersebut tetap ada. Pembeli Dinar atau emas yang Trader, dia lebih fokus pada fluktuasi harga sesaat. Sebaliknya pembeli yang investor, dia lebih fokus pada kinerja Dinar/emas dalam jangka panjang.
Dinar Untuk Sektor Riil : Kini Bukan Hanya Teori…
- Details
- Category: Dinar/Emas
- Hits: 8509

Di awal kami memperkenalkan Dinar, kami libatkan pengunjung situs ini untuk membiayai pencetakan Dinar agar tersedia cukup Dinar di masyarakat dengan program Qirad. Alhamdulillah dukungan para pengunjung lebih dari yang kami harapkan, sehingga program Qirad kini tidak lagi menerima peserta baru – kecuali menggantikan peserta lama yang mundur.
Setelah kami tidak lagi menerima peserta Qirad baru; timbul banyak pertanyaan ke kami – mengapa tidak diteruskan saja – sehingga semakin banyak Dinar yang bisa dicetak dan diedarkan ke masyarakat ?. Ini betul, hanya kami tidak ingin kehilangan orientasi – bahwa penggunaan Dinar sesungguhnya harus menjadi alat tukar yang adil yang mendorong berputarnya ekonomi masyarakat. Dengan kata lain, keberadaan Dinar harus bisa mendorong berputarnya sektor riil – maka inilah yang kami fokuskan sekarang bersama para mitra kerja kami.
Tantangan Untuk Negeri Dengan Rangking 122... !
- Details
- Category: Entrepreneurship
- Hits: 8076

Kemarin sore saya tersentak dengan acara di salah satu TV swasta nasional yang lagi menyoroti kinerja 100 hari pemerintahan RI yang menghadirkan nara sumber ketua BKPM. Dalam acara tersebut antara lain disajikan data dari World Bank terakhir yang menyatakan bahwa Indonesia berada pada ranking 122 dalam hal kemudahan berusaha. Begitu burukkah negeri kita ini dalam memfasilitasi para pengusaha/investor ?.
Setengah tidak percaya saya cari laporan lengkapnya dari World Bank dan alhamdulillah bisa saya peroleh gratis dalam bentuk laporan lengkap yang dapat di download di www.doingbusiness.org . Laporan yang paling mutakhir diberi judul Doing Business 2010, berdasarkan data yang dikumpulkan dari 183 negara sampai Mei 2009.
Laporan ini pertama kali diterbitkan tahun 2003 lalu yang saat itu hanya mendasarkan pada 5 indikator. Laporan terakhir menggunakan 10 indikator kemudahan usaha yang terdiri dari : kemudahan memulai usaha, ijin konstruksi, tenaga kerja, pendaftaran property, kredit, perlindungan investor, pajak, perdagangan lintas batas, penegakan hukum kontrak dan penutupan usaha.
Dari 10 indikator tersebutlah Indonesia jatuhnya berada di ranking 122 dari 183 negara yang di Survey. Di negeri ASEAN saja, Indonesia hanya lebih baik dari Philippine yang berada di urutan 144. Sementara Singapore adalah ranking 1, Thailand 12, Malaysia 23 dan Vietnam 93.