Kelapa Dua Raya 189 Depok, Jawa Barat 16951 Indonesia
+(62) 856-93-010101 admin@geraidinar.com
Mon - Fri 8.30 - 16.00 National Holiday Closed

Mengharapkan burung terbang tinggi tetapi punai di tangan dilepaskan – itulah peribahasa yang pas bagi sumber pertumbuhan ekonomi negeri ini. Kita ikut-ikutan mengejar sektor pertumbuhan ekonomi dari sektor industri dan jasa – sebagaimana dilakukan di negeri-negeri yang maju – tetapi sektor pertanian kita justru menjadi bancakan negeri-negeri lain. Negeri subur dengan penduduk yang mendekati 260 juta ini sesungguhnya memiliki sumber internal untuk pertumbuhan ekonomi yang luar biasa besar – yaitu pemenuhan kebutuhan rakyatnya sendiri, khususnya di bidang pangan.

Ketika Thomas Malthus (1766-1834) berteori bahwa pertumbuhan penduduk dunia mengikuti deret ukur (1,2,4,8 dst.) sementara pertumbuhan ketersediaan pangan mengikuti deret hitung (1,2,3,4 dst.), dunia mengikutinya. Dampaknya korban KB dirancang secara global untuk menekan pertumbuhan jumlah penduduk, dan perebutan sumber-sumber pangan menjadi ‘perang baru’ yang didorong oleh ketakutan manusia akan kelaparan. Bagaimana kalau teori Malthus ini ternyata salah ?

Seperti apa hasilnya bila ahli-ahli ekonomi Islam dunia memilih diantara 250 Startups dari 40 negara, untuk menentukan siapa startup yang akan memberi dampak paling luas di dunia Islam ? Hasil pilihan mereka yang diprakarsai oleh Dubai Silicon Oasis Authority (DSOA) dan Dubai Islamic Economy Development Center (DIEDC) dibawah pengawasan langsung His Highness Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum – Penguasa Dubai – itu diumumkan semalam, yang patut disyukuri adalah salah satu dari 5 terbaiknya berasal dari Indonesia yaitu iGrow !

Beberapa hari ini saya tidak sempat menulis karena terlibat di Global Islamic Economy Summit  – GIES 2016 Dubai. Banyak hal-hal menarik dari para penakluk ekonomi dunia, juga dari kalangan akademisi dan birokrasi. Tetapi diantara sekian banyak pembicara yang diundang, inspirasi yang menurut saya paling menarik justru datang dari seorang pembicara yang nyentrik – seorang pemuda berusia 38 tahun – yang bisa saya sebut sebagai seorang yang bener-bener menaklukkan dunia secara harfiah. Mengapa demikian ?

Beberapa waktu lalu saya dihubungi oleh World Food Programme (WFP) United Nation, terkait dengan program Zero Hunger-nya mereka yang ditargetkan untuk tercapai pada tahun 2030. Menurut mereka ada kemiripan visi antara apa yang kami lakukan di project iGrow – My Own Food, dengan project Zero Hunger mereka ini. Bisa jadi irisan visi itu memang ada, tetapi jalan yang kita tempuh sangat berbeda – jadi mungkin akan sulit terjalin kerjasama. Mengapa demikian ?