Kelapa Dua Raya 189 Depok, Jawa Barat 16951 Indonesia
+(62) 856-93-010101 admin@geraidinar.com
Mon - Fri 8.30 - 16.00 National Holiday Closed

Pada tahun 2050 diperkirakan 2/3 dari penduduk dunia akan berada di perkotaan, namun khusus Indonesia akan terjadi 20 tahun lebih cepat atau sekitar tahun 2030. Dua penyebabnya, pertama pertumbuhan penduduk yang relatif tinggi di kisaran 1 % dan yang kedua lebih dari 55 % penduduk negeri ini memilih tinggal di wilayah yang luasannya hanya sekitar 6 % dari wilayah Indonesia keseluruhan. Kompetisi untuk sekedar mempertahankan kehidupan yang layak di kota akan semakin berat saat itu, tetapi kita memang tidak harus hidup di kota !

Seperti tiga kuda pacu yang sedang berlaga di arena balap, bila yang satu di depan – yang dua pasti di belakangnya. Tiga kuda itu bernama riba, jual beli dan sedekah. Memang kita yang hidup di jaman ini sedang menyaksikan ‘kuda riba’ lagi melaju dengan sangat kencang di depan, dua kuda lainnya yaitu  ‘kuda jual beli’ dan ‘kuda sedekah’ tertinggal jauh di belakang. Tetapi tidak ada jalan lain untuk mengalahkan ‘kuda riba’ selain memacu sekuat tenaga ‘kuda jual beli’ dan ‘kuda sedekah’ agar segera bisa mengalahkannya. Bagaimana caranya ?

Dalam resolusi PBB no A/RES/66/288 yang terkenal dengan resolusi The Future We Wanttahun 2030 seharusnya menjadi tahun dimana tidak lagi ada kelaparan di dunia – Zero Hunger. Tetapi bila resolusi tersebut tidak ditindak lanjuti dengan langkah konkrit dalam menyelesaikan berbagai masalah yang imminent, maka bukannya tidak ada kelaparan tahun tersebut – malah sebaliknya kelaparan bisa merajalela. Saat itu orang yang memiliki uang-pun bisa jadi akan antri makanan 5-6 jam seperti yang terjadi di Venezuela tahun ini. Kita bisa mencegahnya asal mau !

Idiom ‘skeleton in the closet’ dalam bahasa Inggris artinya undisclosed fact about someone or something. Karena fakta-nya yang tersembunyi inilah maka seseorang atau sesuatu itu tidak nampak seperti yang semestinya, bila ini menyangkut suatu masalah – maka masalah itu menjadi sulit terpecahkan karena tidak semua faktanya dimunculkan. Masalah kemiskinan misalnya, dia adalah ‘skeleton in the closet’ bagi kota-kota besar di negeri berkembang utamanya – maka sulit sekali diatasi karena fakta yang tersembunyi tersebut. Lantas bagaimana mengatasinya ?

Ketika gunung Tambora meletus 10 April 1815 dentumannya yang sangat dasyat terdengar sampai pulau Sumatra, peradaban di dua kerajaan langsung lenyap seketika yaitu Kerajaan Tambora dan Kerajaan Pekat. Aerosol sulfat yang dihembuskan oleh letusan gunung tersebut menyebar sampai Eropa, sehingga tercatat sekali-kalinya dalam sejarah – Eropa tidak mengalami musim panas sampai setahun sesudah letusan tersebut, dan suhu permukaan bumipun turun setengah derajat Celcius karenanya. Kini dua abad berlalu, peradaban baru tengah terbentuk di daerah tersebut – dan kita tidak hanya bisa jadi penonton, kita bisa menjadi pelakunya !