Kelapa Dua Raya 189 Depok, Jawa Barat 16951 Indonesia
+(62) 856-93-010101 admin@geraidinar.com
Mon - Fri 8.30 - 16.00 National Holiday Closed

Karena kesibukan sepanjang tahun, kami hanya bisa belajar secara fisik ke negeri-negeri yang jauh pada musim liburan yang panjang. Bila liburan tahun sebelumnya mentadaburi ayat sampai ujung gurun Sahara dalam Ekspedisi Magribi, liburan tahun ini berusaha melihat keunggulan negeri-negeri lain saat ini agar kita bisa mengalahkannya untuk masa yang akan datang. Apa keunggulan yang insyaAllah bisa kita kalahkan ini ?

Bila lahan pertanian tanaman pangan dunia dibagi rata ke seluruh penduduknya, maka masing-masing mendapatkan bagian 0.22 ha per penduduk. Tetapi bila lahan yang sama dipersempit khusus Indonesia dan dibagi juga dengan penduduk Indonesia saja, maka masing-masing penduduk hanya mendapatkan bagian 0.08 ha per penduduk. Fakta ini merubah persepsi kita tentang kekayaan alam yang kita miliki, bahwa sesungguhnya kita tidak memiliki kelebihan kekayaan alam – kita hanya akan bisa makmur bila kita bekerja sangat efisien !

Sudah genap sepuluh hari saya tidak menyapa karena sedang i’tikaf bersama sejumlah pembaca situs ini , team Kuttab dan Madrasah Al-Fatih serta secara khusus pakar sirah  Ust. Budi Ashari dan sejumlah ahli Al-Qur’an. I’tikaf kali ini kami fokus mendalami sirah yang bersumber dari Al-Qur’an, untuk menjadi inspirasi dan solusi berbagai problema kehidupan. Oleh-oleh dari I’tikaf ini insyaAllah akan cukup untuk bahan tulisan saya sampai beberapa bulan kedepan, bisa menjadi buku ke 15 InsyaAllah. Apa yang menarik ?

Bahwasanya ketenangan itu seolah selalu berada di jalan (menuju) kemenangan, ini dapat kita pelajari dari sirah Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam sebagaimana dikabarkan langsung olehNya melalui berbagi surat di Al-Qur’an dari berbagai peristiwa dan melalui hadits-hadits yang sahih.  Lantas seperti apa ketenangan itu , darimana kita bisa memperolehnya dan bagaimana pengaruhnya pada segala bentuk perjuangan kita ? Ini adalah warfare strategy berikutnya yang saya ambil dari Al-Qur’an.

Beberapa hari lalu saya dihubungi oleh teman lama dari dunia financial di Inggris. Yang mengejutkan saya adalah warga Inggris yang non-muslim ini mengontak saya karena sedang menangani project dari perusahaan Hongkong yang beroperasi di Thailand. Projectnya sendiri terkait dengan penanaman pohon gaharu dalam skala besar, yang pendanaannya dilakukan secara global dengan instrumen pembiayaan syariah. Mengapa ini mengusik hati saya ?