Kelapa Dua Raya 189 Depok, Jawa Barat 16951 Indonesia
+(62) 856-93-010101 admin@geraidinar.com
Mon - Fri 8.30 - 16.00 National Holiday Closed

Ketika Nabi Musa ‘Alaihi Salam mendapatkan tugas berat dari Allah untuk mendatangi Fir’aun, pertama yang dia minta kepada Allah adalah agar dilapangkan dadanya dengan do’a yang mashur yang kita sering ikuti hingga kini – Rabbisyrohlii shodrii. Hari ini  tahun baru 1 Muharram  1437 H, sebenarnya bisa dimaknai sebagai awal dari serangkaian tugas berat bagi umat ini kedepan – dan tugas-tugas berat ini hanya dimungkinkan terlaksananya bila kita semua bisa mulai dari melapangkan dada kita.

Bila saya sering membahas tentang pengelolaan lahan, air dan api/energi, itu karena memang tuntunan Uswatun Hasanah kita agar muslim itu bersyirkah dalam tiga hal tersebut. Tiga hal yang di luar sana disebut FEW (Food, Energy and Water)  - menjadi perebutan dan bahkan alasan perang, dalam dunia Islam tiga hal ini malah bisa menjadi titik awal pemersatunya. Yaitu bila kita bisa mulai dari tiga hal ini, bersyirkah dalam hal-lainnya insyaAllah akan lebih mudah. Bagaimana kita bisa memulainya ?

Harus saya akui banyak ide dan gagasan yang saya lontarkan di situs ini yang belum atau bahkan sebagian gagal diimplementasikan di lapangan. Tetapi satu atau dua ide yang berhasil diimplementasikan dengan baik, itupun cukup untuk terus mensyukuri nikmatNya – sambil terus menggali ide-ide berikutnya. Salah satu yang patut banyak-banyak disyukuri itu adalah iGrow, setelah tahun lalu memenangkan Startup terbaik Asia di arena Tech in Asia – semalam iGrow kembali menjadi salah satu yang terbaik di wilayah yang lebih luas di EuroAsia melalui event Startup Istanbul 2015.

Bencana asap semakin mencemaskan karena mulai menimbulkan korban jiwa. Saya tetap belum melihat ada solusi yang konkrit yang efektif yang diambil oleh para penguasa negeri ini, maka mewakili rakyat yang pernah merasakan betapa menyesakkannya asap ini – sekali lagi saya ingin membantu pemikirannya. Yaitu melihat semua yang terbakar tersebut dari kaca mata yang lain,  sebagai sumber energi yang ter (di)sia-siakan. Begitu kita bisa melihat semua biomassa berupa semak belukar, dahan, ranting dan daun kering adalah sumber energi yang sangat kita butuhkan – maka kita akan berbuat memanfaatkannya sebelum menjadi musibah.

Sejak saya menulis tentang Qirbah sekitar tiga bulan lalu, banyak yang tidak sabar menunggu kehadirannya. Alhamdulillah seluruh bahan sampai teknik pembuatannya agar tidak bocor dlsb., sudah berhasil kami pelajari dan beberapa qirbah bener-bener sudah berhasil dibuat tanpa bocor. Yang menjadi kendala kini adalah produksi massalnya – karena qirbah intinya adalah produk kerajinan. Maka kami ingin mengajarkan seluasnya cara membuat qirbah ini, karena saya melihat inilah salah satu jalan untuk menuju air minum itu bisa gratis kembali.