- Details
- Category: Entrepreneurship
- Hits: 6876
Situs resmi Bank Dunia tahun lalu mengungkapkan bahwa tahun 2050 ketika penduduk dunia mencapai 9 milyar orang, dunia membutuhkan pangan 50 % lebih banyak dari sekarang. Masalahnya adalah, alih-alih naik 50 % - produksi pangan dunia justru cenderung turun 25 % karena perbagai faktor seperti perubahan iklim, penurunan kesuburan tanah, penurunan kwalitas air dan kerusakan perbagai sumber daya alam lainnya. Apa yang kita lakukan kini, ikut menentukan apakah jurang pangan (food gap) itu melebar atau kita bisa merintis jalan untuk menutupnya.
- Details
- Category: Entrepreneurship
- Hits: 10632
Peluang itu milik orang yang mau dan mampu menaklukkan tantangannya. Salah satu peluang inilah yang kini sedang diupayakan untuk diambil oleh sekitar 1,400-an pelaku dan peminat kebun kurma Indonesia yang bergabung dalam Indonesian Date Palm Association. Tentu tidak mudah bagi generasi pertama petani Kurma Indonesia ini karena harus memulai segala sesuatunya dari awal, namun justru di sinilah letak peluangnya. Bayangkan bila negeri dengan penduduk muslim terbesar dengan tanah yang paling subur ini menanam tanaman buah – yang dijanjikan tidak ada kelaparan dengannya – insyaAllah kita akan bisa menekan angka kelaparan di seluruh dunia.
- Details
- Category: Entrepreneurship
- Hits: 7488
Dengan terus bertambahnya jumlah penduduk bumi ini, lahan untuk hunian tentu akan terus bertambah sementara luas daratan bumi tidak bertambah. Akbibatnya yang menjadi korban pertama adalah lahan-lahan pertanian yang berubah menjadi lahan hunian. Lantas dari mana manusia yang terus bertambah tersebut akan memperoleh makanannya ketika lahan semakin sempit ? Di tahun buah dan sayur yang kami canangkan untuk tahun ini kami ingin mengajak masyarakat luas untuk ikut memikirkan paradox lahan untuk bertani ini, dan sekaligus ber-exercise bersama untuk mengatasinya.
- Details
- Category: Entrepreneurship
- Hits: 8057
Hari-hari ini harga minyak mentah dunia jatuh ke titik terendah dalam 11 tahun terakhir, saat ini sudah dibawah US$ 30/barrel. Sedikit yang kita bisa rasakan adalah adanya penurunan harga BBM, namun dampak ekonomi secara keseluruhan tidaklah sederhana. Bukan hanya para pekerja di sektor perminyakan yang terancam pekerjaannya, tetapi di berbagai sektor lain juga bisa terseret dengan kejatuhan harga minyak ini. Ada yang perlu kita waspadai agar tidak ikut menjadi korban berikutnya dari trend yang satu ini.
- Details
- Category: Entrepreneurship
- Hits: 10417
Ketahanan pangan kita yang sangat lemah – di urutan 74 dari 105 negara yang di-ranking oleh The Economist tahun lalu – sangat bisa jadi karena kekeliruan dalam memilih komposisi bahan makanan pokok kita. Selama ini kita terlalu fokus pada bahan pokok dari jenis serelia seperti padi dan gandum import, kemudian sedikit jenis umbi-umbian seperti singkong dan sedikit ekstrak tepung seperti sagu. Bagaimana dengan buah-buahan ? sejauh ini tidak dianggap sebagai bahan makanan pokok, padahal justru buah-buahan ini yang paling banyak disebut di Al-Qur’an untuk makanan manusia di dunia maupun di surga !