Kelapa Dua Raya 189 Depok, Jawa Barat 16951 Indonesia
+(62) 856-93-010101 admin@geraidinar.com
Mon - Fri 8.30 - 16.00 National Holiday Closed

Satu bulan lagi Masyarakat Ekonomi ASEAN efektif berlaku di 10 negara anggotanya termasuk tentu saja anggota dengan penduduk ( baca : pasar) terbesar – yaitu negeri kita Indonesia tercinta. Apa dampaknya bagi masyarakat luas khususnya para pelaku ekonomi ?, sulit membayangkan sepenuhnya apa yang terjadi setelah itu. Tetapi untuk memudahkannya saya sebagai masyarakat awam, membayangkan seperti kita sedang mengendarai mobil  di tengah semrawutnya kemacetan – tiba-tiba ada jalan tol disamping kita. Apakah kita bisa memanfaatkannya ?

Ketika pekan lalu saya menulis tentang Banananomics , Alhamdulillah banyak respons positif yang menghargainya. Meskipun sebagian masih menganggapnya sebagai wacana, bagi kami ini adalah sudah menjadi suatu langkah awal yang nyata   dari suatu perjalanan panjang yang akan kami tempuh. Sebagian pembaca sudah terlibat dalam project ini melalui iGrow pisang. Kesempatan yang sama kini kami buka kembali bagi yang belum terlibat.

Ketika Newton yang hidup di pergantian abad 17 -18 mengamati buah apel yang jatuh dari pohonnya, dia akhirnya bisa menjelaskan fenomena adanya grafitasi bumi. Seribu tahun sebelumnya kita sudah diperintahkan mengamati atau memperhatikan buah ketika pohon berbuah dan proses masaknya (QS 6:99). Kalau saja perintah-perintah seperti ini kita laksanakan, maka sangat bisa jadi yang kita hasilkan lebih dari pencapaian Newton dalam menjelaskan grafitasi bumi tersebut.

Di awal-awal tahun kemerdekaan kita tepatnya tahun 1953 seorang ulama Damaskus (Suriah) Syeikh Ali Thantowi berkunjung ke Indonesia. Dari kunjungannya ini beliau menulis buku yang berjudul Shuwarun Minassyarq Fi Indonesia – Potret Dari Timur di Indonesia. Buku ini merupakan ungkapan kekaguman sang Syeikh atas ciptaanNya yang paling indah di muka bumi ini yaitu Jawa. Seandainya beliau masih hidup dan berkesempatan keliling Jawa lagi kini, beliau mungkin akan menangis tersedu-sedu melihat kondisi Jawa kini. Mengapa ? 

Hujan baru beberapa hari berlangsung, kita sudah pindah dari satu masalah  besar kekeringan dan kebakaran ke masalah besar baru yaitu kebanjiran. Masalah-masalah tersebut muaranya sama yaitu pengelolaan sumberdaya alam khususnya air. Air adalah sumber semua kehidupan yang tersedia cukup, tetapi dia tidak turun di sepanjang waktu dan di semua tempat – maka tugas wakilNya di muka bumi  antara lain adalah untuk mengelola air ini – agar menjadi berkah bukan menjadi musibah.