Kelapa Dua Raya 189 Depok, Jawa Barat 16951 Indonesia
+(62) 856-93-010101 admin@geraidinar.com
Mon - Fri 8.30 - 16.00 National Holiday Closed

Kali ini saya setuju dengan roadmap yang direncanakan pemerintah untuk melahirkan 1,000 teknopreneur seperti yang disampaikan rombongan presiden di San Francisco  dua hari lalu. Rayuan pemerintah agar para diaspora pada mau pulang tersebut disampaikan ke sekitar 800-an WNI yang bertebaran di sekitar Silicon Valley dan sekitarnya – termasuk diantaranya team iGrow yang memang lagi di sana. Lantas sebenarnya dimana peluang bagi kita di bidang teknopreneur itu ?

Tiga tahun sudah berjalan sejak kami mendirikan Indonesia Startup Center, alhamdulillah sudah mulai nampak hasilnya. Diantaranya berhasil menempatkan startup binaan kami iGrow menjadi salah satu yang terbaik di Euro Asia, bahkan kini tengah menjalani proses akselerasi bersama 500-an startup terbaik dunia di Silicon Valley. Dari pengalaman tersebut, kami ingin men-duplikasi keberhasilan yang ada untuk melahirkan startup baru yang memiliki peluang bahkan lebih baik dari yang sebelumnya. Dan peluang ini kami tawarkan ke Anda - komunitas pembaca situs GeraiDinar ini.

Isu gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kini tengah menjadi perdebatan antara unsur pekerja dan unsur pemerintah. Unsur pekerja wajar mengkawatirkan adanya gelombang PHK dan bahkan bisa mulai menghitungnya dari sejumlah besar perusahaan yang diduga akan melakukan PHK dalam beberapa bulan kedepan. Unsur pemerintah nampak menolak isu adanya gelombang PHK ini dengan berbagai alasan yang dimilikinya. Tetapi lebih penting dari perdebatan ini semua,  adakah upaya untuk mencegah atau setidaknya mengantisipasi gelombang PHK ini  ?

Krisis pangan yang berujung pada Food Gap yang semakin menganga sebenarnya mudah dideteksi gejalanya di sekitar kita. Selain harga pangan yang semakin mahal, juga kwalitas makanan yang semakin menurun - buah dan sayur tidak lagi beraroma juga salah satu gejalanya. Krisis ini bisa dicegah bila kita bisa memahami inti permasalahannya. Untuk memahami ini dalam tataran teknis operasional kita butuh science, tetapi tentu science saja tidak cukup – karena science hanya menghasilkan dzon (dugaan) sectoral sesaat. Kita butuh guidance – yang kebenarannya hakiki sepanjang jaman, dan ilmuNya meliputi segala sesuatu.

Seperti puzzle besar, keping-keping penyusun kemakmuran itu menyebar di pemukaan bumi. Petunjuk untuk menyusun keping-keping tersebut tersedia lengkap bagi yang mau menggunakannya. Bagi yang tidak menggunakannya-pun tetap bisa menyusun keping-keping itu, tetapi manakala gambar besar dikiranya akan terbentuk – ternyata justru tidak menemukan keping yang dibutuhkan – sehingga harus merusak semua yang telah disusunnya. Seperti wanita yang memintal benang kemudian menguraikannya kembali (QS 16:92).