Kelapa Dua Raya 189 Depok, Jawa Barat 16951 Indonesia
+(62) 856-93-010101 admin@geraidinar.com
Mon - Fri 8.30 - 16.00 National Holiday Closed

Setidaknya sampai dua kali Allah menjelaskan mukjizat di tangan Musa yang bercahaya dan tanpa cacat sebagai tanda-tanda kekuasaanNya, karena ada pemahaaman yang keliru dari umat-umat sebelumnya yang berpendapat putihnya tangan Musa tersebut karena lepra. Tetapi Al-Qur’an bukan hanya kebenaran cerita, dia juga petunjuk. Petunjuk apa yang ada di tangan Musa yang bercahaya ini ? Di jaman ultra modern ini, salah satunya adalah petunjuk tentang sumber energi masa depan yaitu energi dari lambaian tangan !

Entah siapa yang menemukan ide membuat juice buah dengan mesin blender, tetapi bagi kalangan yang concern terhadap nutrisi dan kesehatan – konon blender merusak nutrisi. Lalu muncullah mesin-mesin mahal  kategori slow juicer – yang katanya bisa membuat juice dengan nutrisi yang relatif tidak rusak karena proses membuat juice-nya menggunakan mesin yang berputaran rendah, jadi tidak timbul panas yang merusak nutrisi. Tetapi jauh sebelum blender dan slow-juicer ditemukan, masyarakat jawa kuno sudah menemukan cara membuat juice yang paling efektif. Tidak perlu alat, bahkan tidak perlu mengupas kulit buah.

Di dalam Al-Qur’an ada satu surat yang artinya Hidangan, yaitu surat no 5 Surat Al-Maidah. Rupanya demikianlah Sang Maha Pencipta menyediakan rezeki bagi seluruh makhlukNya dengan menghamparkan hidangan yang cukup bagi semuanya, kemudian masing-masing diberi petunjuk untuk mengambil yang mana yang paling baik baginya. Hanya satu makhlukNya yang diberi kebebasan memilih, dan hanya satu pula makhlukNya yang bisa mengganggu ketersediaan hidangan tersebut – yaitu manusia !

Kalau kita harus impor gandum, saya masih bisa paham – lha wong kita terlanjur suka makan roti dan mie sedangkan gandum tidak ditanam di negeri ini. Impor kedelei ? saya mulai kurang paham karena kedelai bisa tumbuh dimana saja di negeri ini, demikian pula dengan impor gula – kita menanam tebu sejak jaman Belanda. Yang membuat saya sungguh sangat tidak paham adalah mengapa kita harus impor garam ? Lha wong kita negeri bahari dengan total pantai yang terpanjang di dunia, masak harus impor garam sih ? pasti ada yang very-very seriously wrong dalam pengelolaan sumber daya alam kita !

Ketika manusia masih hidup nomaden, yang bisa berburu dan membuat api sudah menjadi orang yang cerdas pada zamannya. Ketika peradaban pertama muncul, manusia mulai menetap dan menanam bahan makanannya sendiri – dibutuhkan kecerdasan baru, yaitu kemampuan untuk memahami tanah dan mengenal biji-bijian. Zaman terus berubah dan manusia dituntut untuk terus mengasah kecerdasannya – agar dia bisa tetap lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupannya. Dari mana dia bisa terus belajar agar tidak tersesat di zamannya ? Itulah gunanya petunjuk !