- Details
- Category: Umum
- Hits: 8887

“Setiap kali saya mendengar politisi menyebut kata stimulus, ingatan saya langsung kembali ke waktu sekolah menengah – ketika saya menyentuhkan kawat yang dialiri listrik ke katak percobaan yang telah mati – hanya untuk membuatnya bergerak kembali. Sekarang Anda dan saya adalah katak percobaan yang telah mati tersebut, sebentar lagi katak-katak yang telah mati ini akan menjadi katak panggang…”. Robert Kiyosaki.
Di antara penulis barat yang buku dan tulisannya banyak saya baca adalah Robert Kiyosaki, menurut saya dia cukup objektif dalam mengungkap fakta-fakta yang terkait dengan ekonomi, keuangan dan investasi. Cukup untuk memberikan kita insight tentang dunia keuangan dan investasi ribawi yang dianggap lumrah di dunianya; bukan untuk kita tiru tetapi agar kita memiliki wawasan yang memadai tentang apa yang sedang terjadi di dunia dewasa ini.
Yang mengejutkan saya adalah tulisan dia yang dimuat di Yahoo Financials kemarin, di tengah euphoria para ekonom yang seolah menyambut berakhirnya krisis financial global – Robert malah mengingatkan masyarakat untuk siap-siap menghadapi yang terburuk. Berikut kutipan beberapa poin paparannya :
- Details
- Category: Umum
- Hits: 9585

Dalam tulisan tanggal 28 Juni 2009 saya mengutip salah satu hasil konferensi pers PBB tiga tahun lalu yang mengungkapkan bahwa 50 % asset kemakmuran dunia dikuasai oleh 2% penduduk dunia, dan sebaliknya 50% penduduk dunia hanya menguasai 1 % asset kemakmuran dunia.
Proses pemiskinan global bagi sebagian besar penduduk bumi ini tentu saja tidak terjadi secara ujug-ujug (tiba-tiba), tetapi sebuah proses panjang yang antara lain adalah melalui penurunan nilai uang kertas (inflasi) yang berdampak langsung pada penurunan daya beli masyarakat secara umum.
Ambil contoh kita yang hidup di Indonesia, dalam sembilan tahun terakhir sejak 2001 – data yang saya kumpulkan dari Biro Pusat Statistik menujukkan rata-rata inflasi kita mencapai angka 8.45%. Tertinggi tahun 2005 (17.11%), terendah insyaallah tahun ini karena sampai Juli inflasi kita baru mencapai 0.66%.
Dengan angka inflasi rata-rata 8.45%, bila penghasilan kita sembilan tahun terakhir tumbuh lebih rendah dari angka tersebut berarti daya beli kita menurun atau dalam bahasa lain kita tambah miskin. Demikian pula bila tabungan atau deposito kita memberikan hasil rata-rata kurang dari angka 8.45%, berarti sesungguhnya daya beli riil dari dana yang kita investasikan menyusut.
Penyusutan asset atau penurunan daya beli ini tidak hanya dialami oleh masyarakat perorangan, tetapi juga dialami oleh perusahaan-perusahaan atau investor-investor yang berkinerja biasa-biasa saja. Misalkan Anda menjalankan perusahan publik dengan rata-rata return 15% per tahun dalam 9 tahun terakhir, Anda mungkin sudah bangga dengan kinerja ini karena berhasil melawan inflasi. Tetapi apakah demikian menurut pemegang saham Anda ?, dengan asumsi Dividend Ratio 50% saja pemegang saham hanya memperoleh rata-rata 7.5% hasil – atau masih lebih rendah dari inflasi rata-rata.
- Details
- Category: Umum
- Hits: 8457
Qowiyyun Amin artinya yang kuat lagi terpercaya setidaknya saya temukan di dua tempat di Al-Qur’an, pertama di surat An-Naml ayat 39 ketika jin ‘Ifrit menyatakan kesanggupannya untuk memindahkan singgasana ratu Balqis kehadapan nabi Sulaiman sebelum dia bangkit dari duduknya.
Kedua di surat Al-Qasas 26 ketika putri nabi Syuaib meminta ayahnya untuk memperkerjakan Musa : “…Ya bapakku ambillah ia sebagai orang yang bekerja (pada kita), karena sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya".
Qowiyyun Amin inilah salah satu jawaban terhadap krisis ekonomi dan krisis kepercayaan yang kini melanda di seluruh dunia.
Tidak kurang jumlahnya sekolah-sekolah bisnis kelas dunia yang menghasilkan lulusan-lulusan terbaik yang diperebutkan perusahaan-perusahaan besar kelas dunia; tidak kurang pula sistem pengawasan dikembangkan untuk mengawasi perusahaan-perusahaan besar yang listed di bursa dunia. Security Exchange Committee (SEC) yang mengawasi New Yorks Stock Exchange (NYSE) misalnya, katanya yang paling ketat di dunia.
- Details
- Category: Umum
- Hits: 10148

Kinerja US$ terus menjadi keprihatinan para pemimpin dunia, terutama negara yang memegang US$ dalam jumlah terbesar seperti China. Di sela-sela pertemuannya dengan para petinggi Amerika awal pekan ini, secara terus terang asisten menteri keuangan China Zhu Guang Yau mengungkapkan : “Pemerintah China sebagai pemerintahan yang bertanggung jawab, pertama dan paling penting harus bertanggung jawab pada rakyat China. Jadi tentu kami prihatin dengan keamanan asset-asset China”. Yang dimaksud asset-asset China dalam pertemuan ini adalah asset China dalam bentuk US Treasury Debt yang kini nilainya telah mencapai US$ 801.5 milyar.
Meskipun pertemuan ditutup dengan penuh semangat seperti yang diungkapkan oleh Menlu AS Hillary Clinton “kami telah meletakkan dasar-dasar yang positif, kooperatif dan hubungan yang komprehensif abad 21” ; dunia tidak menutup mata atas upaya-upaya lain yang nampaknya juga dilakukan oleh China sebagai bentuk tanggung jawabnya terhadap rakyat China – seperti yang diungkapkan oleh Zhu tersebut..
Ada dua hal yang dilakukan China untuk menggantikan atau setidaknya mengurangi ketergantungan terhadap US$ dalam perdagangan internasional.
Pertama adalah pendekatan bottom-up untuk menggantikan US$ dengan Yuan, tidak melalui system perbankan – tetapi melalui perdagangan. Dengan negara terbesar di Amerika selatan – Brasil misalnya , mereka telah menyepakati rencana untuk menggunakan Yuan langsung sebagai pengganti US Dollar dalam perdagangan antara kedua negara ini. Setelah itu, target besar berikutnya adalah OPEC yang diharapkan akan segera dapat menerima Yuan untuk pembayaran minyak produksi mereka.
- Details
- Category: Umum
- Hits: 7515
Sudah dua hari ini harian nasional kenamaan - Kompas , memuat tentang defisit AS. Head Line hari ini bahkan lebih spesifik lagi yaitu “Defisit AS Itu Genting – Indonesia Sebaiknya Melakukan Antisipasi Dini”. Inti pesan ini sebenarnya sudah menjadi bahan dari tulisan-tulisan saya di situs ini sejak akhir 2007, tetapi baguslah sekarang ada yang mengangkatnya secara lebih luas – mudah-mudahan bangsa ini siap kalau sesuatu yang sangat besar terjadi terhadap US Dollars.
Masalah kegentingan defisit AS memang hal yang sangat serius yang sebaiknya kita aware. Betapa tidak, tahun ini defisit tersebut mencapai US$ 1.09 trilyun atau 12.7% dari Produk Domestik Bruto. Padahal menurut IMF (yang suara terbesarnya juga ada di AS), ancar-ancar defisit yang aman itu maksimum hanya 3% dari PDB. Jadi defisit AS ini sudah jelas tidak aman menurut standar mereka sendiri.
Hal ini pun diakui oleh mereka seperti yang terungkap dari pernyataan Maya McGuinnes – Presiden dari Committee for a Responsible Federal Budget negeri itu : “Hampir semua orang yang bersikap jujur tahu betul bahwa kita telah mencapai sebuah titik, dimana kita berada dalam kondisi fiskal berbahaya”.
Lantas apa yang akan dilakukan oleh penguasa negeri itu ?, ini yang harus kita waspadai. Ibarat balon yang terus ditiup, hanya ada dua kemungkinan. Kemungkinan pertama adalah dihentikan tiupannya – kemudian balon dikempeskan; artinya akan terjadi depresi besar-besaran di negeri itu, kemungkinan ini ada tetapi kecil karena karakter bangsa itu yang tidak mau mengakui ‘salah’ dalam sejarahnya.