- Details
- Category: Umum
- Hits: 16688

Waktu saya balita, ada dua peristiwa menggegerkan yang terkait satu sama lain yaitu Gestapu 1965 dibidang politik dan sanering Rupiah. Untuk urusan politik, biarlah situs-situs politik yang mengulasnya. Saya hanya tertarik mengulas yang terkait dengan sektor finansial.
Waktu itu uang kertas Indonesia-Rupiah lagi mengalami nasib yang tragis setelah dalam periode lima tahun antara tahun 1960 -1965 mencapai 650 % dan indeks biaya mencapai angka 438. Index harga beras mencapai 824, tekstil 717, dan harga Rupiah anjlok tinggal 1/75 (seper tujuh puluh lima) dari angka Rp 160/US$ menjadi Rp 120,000 /US$.
Karena Rupiah yang sudah tidak tertolong lagi ini, pemerintah waktu itu terpaksa mengeluarkan kebijakan yang disebut Sanering Rupiah yaitu memotong tiga angka nol terakhir dari Rupiah lama menjadi Rupiah baru. Kebijakan ini dituangkan dalam Penetapan Presiden atau Penpres No 27/1965 yang menjadikan Rp 1,000 (uang lama) = Rp 1,- (uang baru).
Isu Sanering Rupiah juga sempat mencuat dipuncak krisis politik bebarengan dengan krisis moneter Indonesia 32 tahun kemudian yaitu antara tahun 1997-1998. Meskipun akhirnya Sanering Rupiah tidak dilakukan, seandainya hal itu dilakukan pada tahun tersebut – ini juga bukan hal yang mengejutkan – karena tiga angka nol yang pernah dihilangkan pada tahun 1965 – ternyata balik kembali dalam waktu hanya 32 tahun tersebut.
- Details
- Category: Umum
- Hits: 12930

Ada film yang menyentuh tentang kerinduan hamba Allah untuk memenuhi panggilanNya pergi ketanah suci menunaikan ibadah haji, Emak Ingin Naik Haji yang hari-hari ini banyak diputar di bioskop-bioskop di Indonesia.
Mengapa film ini popular – saya rasa karena kedekatan ceritanya dengan realita yang kita hadapi. Hampir seluruh muslim/muslimah yang menghayati perintah Allah untuk menunaikan haji bagi yang mampu ini, pasti sangat merindukan untuk bisa pergi berhaji.
Saya ingat perjuangan bapak-ibu saya keluarga petani kecil di desa yang berusaha menyekolahkan 11 anaknya ke jenjang perguruan tinggi. Sampai wafatnya bapak saya tidak kesampaian naik haji (baru dapat kami badal hajikan sekian tahun setelah bapak wafat); kemudian ibu saya sampai bertahun –tahun menangis setiap jum’at karena merindukan Baitullah.
- Details
- Category: Umum
- Hits: 11163

“Tidaklah Allah mengutus seorang nabi kecuali telah menggembalakan kambing”. Lalu para sahabat beliau bertanya: “Demikian juga engkau?” Beliau menjawab: “Ya, Aku dahulu menggembalakan kambing milik seorang penduduk Mekkah dengan imbalan beberapa qiraath.” (HR. Bukhori dan Muslim)
Para ulama umumnya menafsirkan hadits tersebut dengan menguraikan beberapa kebaikan dari penggembalaan kambing, diantaranya adalah : melatih kesabaran, mengembangkan sifat tawadhu, kasih sayang terhadap yang lemah, cinta usaha dan mandiri, membangun kekuatan jasmani, membangun keberanian , mengembangkan managerial skills dlsb.
Saya ingin meng-elaborate salah satu saja dari kebaikan-kebaikan dari penggembalaan kambing ini dalam konteks ekonomi modern, yaitu growing asset (asset tumbuh) yang sesungguhnya. Mengapa demikian ?, coba perhatikan beberapa perbandingan berikut :
· Bila kita menaruh dana di bank dalam Rupiah, bagi hasil kita saat ini akan berkisar antara 6 - 7 % per tahun. Sementara inflasi rata-rata Indonesia sejak tahun 2001 – sekarang masih diatas 8 %, artinya uang kita yang di deposito bukannya tumbuh malah menyusut.
· Bila kita taruh uang kita dalam deposito US$, maka bagi hasil kita saat ini berkisar antara 1 – 3 % per tahun. Sementara inflasi rata-rata US$ dalam 38 tahun terakhir adalah 4.37%; lagi-lagi uang kita dalam US$ bukannya tumbuh malah menyusut.
· Bila kita taruh uang kita di Dinar; grafik tahunan yang selalu bisa dilihat di GeraiDinar.Com, untuk setahun terakhir menunjukkan appresiasi nilai Dinar – per data pagi ini, ketika artikel ini saya buat - mencapai 22.67% setahun terakhir dan 380% untuk 10 tahun terakhir !. Appresiasi nilai Dinar melambung hampir 3 kali angka inflasi; tetapi sesungguhnya Dinar Anda jumlah keping-nya tetap, hanya nilainya saja yang melonjak. Dinar adalah proteksi asset yang sangat efektif melindungi daya beli dari hasil jerih payah kita semua, tetapi Dinar yang disimpan saja tidak akan menjadi growing asset yang sesungguhnya.
· Kambing setiap tahun beranak, sekali beranak bahkan sering tidak hanya satu – kadang dua bahkan ada yang sampai empat. Ambil angka terendahnya 1; ambil pula risiko kematiannya 1/10 anak kambing. Maka setiap tahun satu kambing menghasilkan 0.9 kambing; diambil lagi biaya pemeliharaannya 50%-nya maka masih menghasilkan 0.45 satuan kambing. Karena satuan kambing ini sama dengan satuan Dinar (sejak jaman Rasulullah SAW sampai sekarang, harga satu kambing kelas rata-rata setara dengan satu Dinar), maka investasi kita di kambing insyaallah akan memberikan hasil 45% per tahun dalam satuan Dinar. Dengan menggunakan Dinar Investment Yield yang saya perkenalkan tahun lalu memberikan hasil dalam Rupiah sebesar 88.56% atau dalam US$ setara dengan 61.37 %...!
Jadi jelas bahwasanya memelihara kambing seperti yang dilakukan oleh para nabi, sesungguhnya tetap relevan sampai di jaman ekonomi modern saat ini sekalipun.
- Details
- Category: Umum
- Hits: 9550

The Dollar Meltdown (Penguin Group, NY 2009) adalah judul buku karya Charles Goyette yang mendapatkan perhatian luas di Amerika akhir-akhir ini; sampai anggota congress senior negeri itu yang punya perhatian khusus pada moneter Ron Paul memberikan catatannya yang berbunyi : “ Goyette telah melakukan pekerjaan hebat dalam menjelaskan mengapa Amerika menuju krisis finansial hebat kedepan, dan mengajari strategi yang masuk akal bagi warga Amerika untuk melindungi diri dan keluarganya. Saya percaya buku ini wajib dibaca (bagi warga Negara Amerika)”.
Buku yang terdiri dari empat Bab ini terus terang juga menarik bagi saya – meskipun isinya sendiri tidak banyak yang baru – karena mayoritas pokok-pokok pemikirannya juga sudah saya tulis di situs ini dalam dua tahun terakhir, jauh sebelum buku ini terbit.
Dua bab Pertama banyak membahas dengan detil tentang krisis finansial yang terjadi selama dua tahun terakhir, bagaimana terjadinya, upaya-upaya bailout yang dilakukan pemerintah yang dianggapnya gagal dan justru membuat blunders, tumpukan hutang yang menggunung dan semakin menggunung (dalam bahasa penulis disebut : First there is a mountain…then there is a bigger mountain) yang akhirnya nanti akan membawa kepada kebangkrutan.
Bab III menguraikan dengan jelas tentang prediksi penulis akan masa depan ekonomi Amerika yang di representasikan dengan US Dollar-nya. Menurut si Goyette ini, kemungkinan besar terjadi (likely scenarios) bahwa US$ akan runtuh hanya dalam beberapa tahun mendatang.
Mengenai timing-nya ini, Goyette menjelaskan keberulangan sejarah. Dollar yang kita kenal sekarang adalah Dollar yang tidak lagi dikaitkan dengan emas – ini merupakan pengingkaran Amerika atas perjanjian yang digagasnya sendiri yaitu Bretton Woods Agreement. Amerika terpaksa melepaskan kaitan uangnya dengan emas secara resmi tahun 1971 setelah didahului oleh kebangkrutan ekonomi akibat membiayai perang yang tidak bisa dimenangkannya – yaitu Perang Vietnam.
Hal serupa kini sudah terjadi selama bertahun-tahun; Amerika menguras sumber-sumber keuangannya untuk membiayai The Three Trillion Dollar War (bahkan konon dana yang dikeluarkan telah membengkak menjadi US$ 4 – 5 trilyun), berupa perang iraq yang tidak memberi manfaat pada bangsa Amerika sendiri.
- Details
- Category: Umum
- Hits: 32360

Sejak saya mulai aktif memperkenalkan Dinar melaui GeraiDinar.Com ini; tidak hentinya terus memikirkan bagaimana kita bisa terus menyebar luaskan Dinar ini dengan aman dan mudah ke masyarakat luas. Salah satu yang sangat penting dijaga keamanannya adalah keaslian Dinar itu sendiri yang harus memenuhi standar 22 karat 4.25 gram.
Awal tahun 2008 saya pernah mencoba mengembangkan gelas ukur sederhana untuk tes keaslian Dinar menggunakan prinsip hukum Archimedes. Namun alat yang sederhana ini ternyata tidak mudah untuk memproduksinya – karena kendala teknis pada prinsip kerja pipa kapiler.
Kemudian untuk mempercepat kemampuan tes Dinar secara akurat, kita akhirnya membeli alat X-Ray Spectrometer yang mirip dengan salah satu alat tes yang digunakan oleh Logam Mulia. Alat ini dapat mengukur keaslian Dinar dengan sangat cepat dan akurat; namun karena harganya yang mencapai ratusan juta Rupiah per unitnya – kita tidak bisa membelinya dalam jumlah banyak untuk bisa digunakan di kota-kota lain dimana agen kami berada.
Alhamdulillah melalui serangkaian percobaan sederhana akhirnya kita bisa membuat sendiri alat tes keaslian Dinar yang mudah, murah dan relatif akurat. Satu-satunya yang perlu Anda beli hanya timbangan emas digital yang minimum bisa mengukur sampai dua digit dibelakang koma. Banyak tersedia di pasaran dan harganya hanya beberapa ratus ribu Rupiah saja, meskipun juga ada yang harganya mencapai satu Dinar ! – tetapi tetap jauh lebih murah dari X-Ray Spectrometer tersebut diatas.
Kemudian Anda perlu membuat alat sederhana untuk menaruh air, yang nantinya digunakan untuk timbangan basah Dinar. Dari sekian banyak alat/ barang disekitar kita, yang paling cocok karena ringannya adalah bekas gelas kemasan air minum mineral. Anda patong ditengahnya dan gunakan yang dibawah saja. Anda isi air sekarang potongan gelas tersebut hingga mencapai kurang lebih 80% terisi – supaya nanti cukup untuk mengambangkan Dinar didalam air..
Taruh sekarang potongan gelas yang sudah diisi air tersebut diatas timbangan, maka timbangan akan menunjukkan berat tertentu tergantung sejauh mana Anda mengisi airnya tadi – misalnya muncul angka 70.55 gram. Baca manual timbangan Anda untuk men-tara menjadi nol pada posisi plastik berisi air berada di tempat penimbangannya tersebut.