Enam pekan sejak eksperimen Bazaar Madinah mulai beroperasi, banyak sekali yang dapat kami syukuri. Seolah kini kami memiliki laboratorium hidup untuk ekonomi umat yang sesungguhnya – yaitu sektor riil yang ditarik oleh lokomotif yang namanya pasar. Selain berpuluh lapangan kerja yang tercipta, berpuluh wirausahawan baru lahir – ‘laboratorium’ itu kini siap membuka peluang-peluang berikutnya. Peluang-peluang baru ini hadir dengan dengan dua hal yang saya sendiri menyebutnya sebagai Inspiration and Perspiration.
Untuk memahami dua hal ini saya ambilkan langsung dari kisah dua orang pedagang di Bazaar Madinah, keduanya adalah ibu muda yang sama-sama tidak berpengalaman untuk berjualan. Ibu muda yang pertama mencoba jualan teh botol dan sejenisnya , sedangkan yang kedua berjualan buah buahan.
Karena udara Depok yang panas, dagangan ibu muda yang pertama laris sejak hari pertama Bazaar Madinah dibuka. Tetapi ibu muda yang kedua dagangannya nyaris tidak laku, sampai beberapa hari mencoba tetap bertahan – dagangan ibu yang kedua ini tetap sangat sedikit yang terjual.
Sebagai bentuk solidaritas sesama pedagang yang baru belajar, ibu muda yang pertama dengan keterbatasan pengalaman dan pengetahuannya sendiri – berusaha membantu ibu yang kedua. Sederhana sekali yang dia lakukan, dia menyarankan seperri ini : “ mbak, coba deh mbak...buahnya dikupas terus di blender menjadi juice, siapa tahu laku ?”.
Saran dari ibu yang pertama ini rupanya sangat masuk akal dan bisa diterima oleh ibu yang kedua, tanpa berpikir panjang – ibu yang kedua langsung berlari mencari juicer dan hari itu juga mulai membuat juice dari buah-buah dagangannya. Sejak saat itulah juice buah dagangan si ibu yang kedua ini laris manis dan menjadi salah satu top performer penjualan di Bazaar Madinah.
Apa yang disampaikan oleh ibu yang pertama yang kemudian diterima oleh ibu yang kedua inilah yang disebut Inspiration atau inspirasi. Inspirasi bisa datang dari mana saja, termasuk dari orang-orang yang ada di sekeliling kita – yang bisa jadi tadinya kita tidak terlalu menghiraukannya.
Tetapi inspirasi saja tidak cukup, banyak sekali orang memperoleh inspirasi untuk berbuat ini atau itu, menghasilkan ini itu, usaha ini itu tetapi tidak dilaksanakan – maka inspirasi tinggal inspirasi. Perhatikan apa yang dilakukan oleh ibu yang kedua, begitu mendapatkan inspirasi dia langsung berbuat dan bekerja keras merealisasikannya – kerja keras sampai berkeringat – untuk menunjukkan kesungguhan inilah yang disebut perspiration.
Kombinasi antara inspirasi-inspirasi baru yang kemudian bener-bener dilaksanakan seperti ini yang saya saksikan hampir setiap hari ada di pasar fisik skala mikro yang saya sebut Bazaar Madinah ini. Dalam skala kecil ibu muda yang pertama tersebut diatas kini sudah tidak hanya berjualan teh botol dan sejenisnya, dagangan laris dia kini meliputi nasi pecel, roti bakar dan teman-temannya. Bahkan melihat pengunjung Bazaar Madinah yang semakin rame di malam hari, banyak sekali pengunjung yang bermobil – ibu yang pertama kini siap meluncurkan dagangan unggulan berikutnya yaitu T-Bone Steak dan Sirloin Steak – yang nampaknya memang pas dengan selera pengunjung yang datang ke Bazaar Madinah di malam hari.
Akan halnya ibu muda yang kedua, kini telah melengkapi lapaknya dengan sealer ( penutup gelas minuman) – yaitu alat sederhana dan juga tidak mahal – tetapi sangat menunjang peningkatan penjualannya. Minuman juice yang tertutup rapi selain terkesan lebih bersih juga mudah dibawa-bawa oleh pengunjung yang tidak sempat minum di tempat. Bukan hanya ini, blimbing buah kebanggaaan kota Depok yang banyak dijajakan di pinggir jalan namun tidak terlalu banyak peminat – kini menjadi salah satu minuman favorit setelah dibuat menjadi juice blimbing – sedikit nilai tambah ( dengan membuat juice), tetapi berdampak serius pada penjualan.
Dalam skala yang besar, kita semua hidup dalam suatu ‘pasar’ yang sesungguhnya. ‘Pasar’ yang dikunjungi oleh ratusan juta orang lewat berbagai media. Pertanyaannya adalah apakah kita sudah bisa berperan menangkap ‘peluang pasar’ ini seperti dua orang ibu tersebut diatas ?. Inspiration mungkin sudah datang kepada kita secara bertubi-tubi, tinggal yang dibutuhkan adalah merealisasikannya dengan perspiration – kerja keras secara sungguh-sungguh sampai berkeringat. InsyaAllah kita semua bisa !.