Kelapa Dua Raya 189 Depok, Jawa Barat 16951 Indonesia
+(62) 856-93-010101 admin@geraidinar.com
Mon - Fri 8.30 - 16.00 National Holiday Closed

Sejak tulisan saya tentang ‘…Membakar Kapal…’ January tahun 2010 lalu, dalam banyak kesempatan saya bertemu dengan orang-orang yang telah benar-benar berani ‘membakar kapal’-nya. Memang tidak semua ceritanya kemudian menjadi indah, tetapi rata-rata mereka  tidak menyesal atas apa yang telah dilakukannya. Untuk menemani mereka yang lagi pada berusaha membangun usahanya tersebutlah tulisan ini saya buat,  agar para (calon ) entrepreneur ini lebih comprehensive dalam memahami dan mengelola usahanya. Saya gunakan pendekatan visual yang disebut Business Model Building Blocks,  karena berdasarkan pengalaman saya sendiri merupakan pendekatan yang paling mudah dipahami dan diimplementasikan. 

Sejak tulisan saya tentang ‘…Membakar Kapal…’ January tahun 2010 lalu, dalam banyak kesempatan saya bertemu dengan orang-orang yang telah benar-benar berani ‘membakar kapal’-nya. Memang tidak semua ceritanya kemudian menjadi indah, tetapi rata-rata mereka  tidak menyesal atas apa yang telah dilakukannya. Untuk menemani mereka yang lagi pada berusaha membangun usahanya tersebutlah tulisan ini saya buat,  agar para (calon ) entrepreneur ini lebih comprehensive dalam memahami dan mengelola usahanya. Saya gunakan pendekatan visual yang disebut Business Model Building Blocks,  karena berdasarkan pengalaman saya sendiri merupakan pendekatan yang paling mudah dipahami dan diimplementasikan.

 

Yang disebut business model adalah pendekatan rasional tentang bagaimana sebuah institusi usaha membuat (create), menyampaikan (deliver) dan mengambil atau menangkap (capture) sesuatu yang memiliki nilai (value). Business Model adalah tentang bagaimana, bukan tentang apa. Benda (apa) yang sama bisa melahirkan peluang yang berbeda bila di create – deliver dan capture dengan cara (bagaimana) yang berbeda.

 

Memamahi Business Model juga berarti memahami peluang usaha. Benda-benda yang sudah ada di sekitar kita-pun seperti telepon genggam, beras, emas, internet,  motor dlsb. bisa tiba-tiba memunculkan peluang usaha baru yang menjanjikan – bila kita bisa menghasilkan Business Model yang berbeda untuk benda-benda yang sudah ada dan dianggap biasa tersebut.

 

Business Model ini terbangun atas sembilan batu bata (building blocks) yang satu sama lain saling memperkokoh membentuk bangunan usaha Anda. Sembilan building blocks ini adalah sebagai berikut :

 

1.     Customer Segments (CS) : yaitu siapa yang akan Anda layani dengan produk barang atau jasa Anda.

2.     Value Propositions (VP) : apa yang Anda tawarkan untuk CS Anda, Apa masalah mereka yang Anda atasi atau apa kebutuhan mereka yang Anda penuhi.

3.     Channels (CH) : bagaimana VP di nomor 2 tersebut Anda sampaikan ke CS di no 1.  Bagaimana dikomunikasikan, didistribusikan dan melalui saluran apa.

4.     Customer Relationship (CR) : bagaimana institusi usaha Anda terus dapat berhubungan dengan CS Anda.

5.     Revenue Stream (R$) : atas VP yang berhasil Anda deliver ke CS, hasil apa yang Anda peroleh.

6.     Key Resources (KR) : adalah assets yang Anda perlukan untuk dapat menghasilkan VP yang Anda deliver ke CS dan untuk ini Anda mendapatkan R$.

7.     Key Activitues (KA) : adalah perbuatan atau tindakan apa yang Anda lakukan untuk dapat menghasilkan VP yang Anda deliver ke CS dan untuk ini Anda mendapatkan R$.

8.     Key Partnership (KP) : tidak semua KR harus Anda miliki sendiri, tidak juga semua KA harus Anda lakukan sendiri ; bila harus ada yang dimiliki atau dilakukan oleh orang lain – siapa-siapa mereka ini ?.

9.     Cost Structure (C$) : adalah biaya-biaya yang harus Anda keluarkan untuk dapat menghasilkan VP yang Anda deliver ke CS dan untuk ini Anda mendapatkan R$.

 

Agar sembilan batu bata tersebut dapat lebih mudah dipahami dan kemudian juga mudah diterapkan, Business Model Building Blocks ini saya visualisasikan melalui dua tahap sebagai berikut  :

 

Tahap pertama adalah membentuk Business Model Building Blocks yang masih standar atau masih kosong, ini untuk menuntun agar kita tahu apa yang harus kita isikan di masing-masing batu bata tersebut nantinya. Bentuknya yang masih kosong ini dapat dilihat pada gambar dibawah.

 Business Model - Standard

Tahap kedua adalah untuk bisnis yang sedang kita bangun atau sedang kita jalankan, kita isikan hal-hal  yang relevan untuk masing-masing batu bata tersebut. Untuk ini saya gunakan contoh dari Business Model-nya situs ini yaitu Gerai Dinar.

 Business Model - Gerai Dinar

Dari contoh Business Model-nya Gerai Dinar tersebut diatas misalnya, Anda dapat melihat bahwa meskipun yang kami jual adalah emas yang sama dengan produk yang bisa dijual oleh rata-rata toko emas; tetapi hampir keseluruhan sembilan batu bata yang membentuk bangunan usaha Gerai Dinar berbeda dengan batu bata – batu bata yang membentuk bangunan usaha toko emas pada umumnya.

 

Kesembilan element Business Model Gerai Dinar juga jelas berbeda dengan element-element yang membentuk usaha bank, lembaga investasi dan sejenisnya.  Dari Business Model yang unique inilah peluang usaha yang diraih oleh Gerai Dinar juga unique.

 

Contoh Business Model lain yang saat ini sedang kami exercise adalah Business Model Bazaar Madinah. Setelah dua pekan lebih di launch yang tadinya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan sembako, toiletries, bahan segar dan makanan matang – Businsess Model Bazaar Madinah yang dinamis secara otomatis menyesuikan diri dengan kebutuhan utama Customer Segments (CS) yang dilayaninya, Bazaar Madinah yang pertama ini kemudan menjadi semacam food court – karena rupanya pedagang makanan inilah yang paling banyak meramaikan Bazaar Madinah ini, dan dari sisi pengunjung ke lokasi juga paling banyak adalah mereka-mereka yang memang mencari makanan. Bisa saja Bazaar Madinah- Bazaar Madinah yang nantinya insyaAllah hadir di tempat lain, memiliki Business Model yang berbeda.

 Business Model - Bazaar Madinah

Dari dua contoh di atas Anda bisa lihat bahwa suatu usaha menjadi lebih mudah dipahami setelah divisualisasikan dalam bentuk Business Model Building Blocks ini. Bila dia mudah dipahami,  insyaAllah juga akan lebih mudah dijalankan dan di elaborasi peluang-peluang berikutnya.

 

Bila Anda tertarik untuk mendalami ilmu Business Model ini, ada buku yang bagus sekali yang bisa saya rekomendasikan yaitu buku yang berjudul Business Model Generation karya Alexander Osterwalder dan Yves Pigneur ( John Willey & Sons, Hoboken - NJ , 2010). Bahan untuk tulisan ini juga saya ambilkan dari buku yang saya rekomendasikan tersebut.  Semoga bermanfaat bagi Anda yang sudah terjun di usaha atau sedang menimbang-nimbang untuk membakar kapal Anda,  Amin.