Kelapa Dua Raya 189 Depok, Jawa Barat 16951 Indonesia
+(62) 856-93-010101 admin@geraidinar.com
Mon - Fri 8.30 - 16.00 National Holiday Closed
Local Fuel Untuk Ketahanan Energi
 
Bagi Anda yang aka mengisi BBM di SPBU hari-hari, Anda siap-siap dikejutkan dengan lonjakan harga BBM non-subsidi Anda - tetap harus bersyukur karena BBM masih ada untuk dibeli. Beban bagi teman-teman pelaku industri dan yang berada di proyek remote area, selain mahal juga tidak selalu ada.
Kedepannya-pun juga tidak bisa diharapkan menjadi lebih mudah, selain karena cadangan minyak dunia yang terus menyusut, krisis seperti Rusia - Ukraina, China - Taiwan dan sejenisnya bisa terjadi setiap saat. Kita yang tidak tahu menahu tentang krisis inipun ikut kena getahnya, kenaikan harga dan bahkan kelangkaan BBM yang ikut dipicu oleh krisis-krisis semacam ini.
Lantas apa solusinya? Bisa jadi solusi itu ada di depan mata kita - hanya kita abaikan saja selama ini. Solusi ini saya sebut Local Fuel, yaitu bahan bakar yang diproduksi dari bahan-bahan baku setempat dan juga digunakan di daerah yang sama. Saya ambilkan contoh di sini adalah limbah padat perkotaan, sampah ini masih menggunung di kota-kota kita padahal dengan dua langkah saja dia bisa diubah menjadi bahan bakar pengganti minyak impor yang terus bergejolak tersebut.
Sampah apapun prinsipnya bisa kecuali tiga hal - yaitu logam, kaca dan bumi (tanah, batu dan semen). Bila sampah tersebut kita panaskan dengan laju pemanasan yang sangat tinggi - di kisaran 600 C/s, dan kemudian didinginkan dengan sangat cepat pula, maka hasilnya berupa minyak - yang kami sebut MSW-Oil (Municipal Solid Waste Oil).
MSW-Oil ini bisa langsung digunakan oleh industri untuk menggantikan minyak bakar atau solar industri. Namun kalau mau digunakan untuk transportasi - pengganti bensin dan solar, maka MSW-Oil perlu diupgrade lagi. Intinya dibersihkan dari potensi gas berbahaya pada hasil pembakarannya - seperti NOx dan SOx, dan difraksinasi menjadi bahan bakar standar untuk kendaraan seperti bensin dan solar.
MSW-Oil bila diupgrade akan menjadi MSW-Fuels yang komposisinya tergantung dari jenis sampah yang diolah, sebagian besarnya akan menjadi pengganti solar (50-70%), pengganti bensin (10-20%) dan pengganti mazut (10-30%). Ketiganya bisa menjadi solusi bahan bakar untuk masyarakat perkotaan.
Bagaimana dengan yang di pedesaan dan di remote area? Mereka bahkan punya bahan yang lebih baik - yaitu limbah pertanian, perkebunan dan limbah hutan. Kalori Bio-Oil yang dihasilkannya akan lebih rendah dari MSW-Oil tetapi yang jelas akan lebih bersih dan lebih sustainaable.
Bagaimana bila tidak ada limbah atau sampah apapun yang bisa diolah? Misalnya teman-teman yang tinggal di daerah gurun yang gersang? Selama Anda masih bisa punya akses terhadap air - kalau tidak ada air tawar, air laut-pun bisa - maka Anda masih bisa menumbuhkan microalgae maupun macroalgae - yang bila diolah menjadi Bio-Oil yang sudah memiliki kalori yang dua kali lebih besar dari kalori rata-rata biomassa pada umumnya. Tidak ada tempat di bumi ini yang tidak bisa memproduksi local fuel-nya sendiri, asal mau saja!