Kelapa Dua Raya 189 Depok, Jawa Barat 16951 Indonesia
+(62) 856-93-010101 admin@geraidinar.com
Mon - Fri 8.30 - 16.00 National Holiday Closed

Drop-in : The Future of Fuels

Sejak Presiden Obama dilantik Januari 2009, dia menjanjikan rakyatnya akan dapat menikmati energi alternatif yang terbarukan hingga 3.5 milyar galon per tahun mulai 2017. Wallahu 'alam realisasinya karena tidak pernah ada laporan detil tentang hal ini, tetapi perburuan energi alternatif itu setidaknya mendapatkan perhatian top priority - sehingga yang di lapangan juga semangat dalam berburu ini.

Lima tahun sejak dicanangkan tekad tersebut, International Energy Agency (IEA) mulai mensosialisasikan apa yang mereka sebut Drop-in biofuels, yaitu bahan bakar dari bio-hydrocarbon yang persis sama dengan bahan bakar minyak fosil - hanya asalnya saja yang berbeda, Drop-in biofuels berasal dari bahan yang terbarukan.

Yang menarik adalah baik tekad Obama maupun gagasan IEA, keduanya anatar lain mengincar bahan yang melimpah ruah di alam untuk menjadi sumber energi baru dan terbarukan yang mereka canangkan atau gagas, yaitu biomassa. Sejumlah besar riset ke arah sana-pun sudah dirintis, namun realisasi komersialnya di lapangan masih sangat terbatas.



Kita yang hidup di negeri tropis katulistiwa sebenarnya memiliki sumber-sumber bahan baku yang lebih banyak dari mereka, karena tanaman di negeri ini tumbuh sepanjang tahun, tidak mengalami musim gugur dan musim dingin dimana tanaman pada uumnya berhenti tumbuh. Dan kita tidak harus mulai dari nol, riset-riset yang telah begitu banyak mereka lakukan - tinggal kita sempurnakan di area-area yang mereka masih miss.

Jadi sangat mungkin drop-in biofuels yang mereka gagas itu justru bisa jalan duluan di kita, dalam 1-2 bulan kedepan insyaAllah kita sudah akan mengujinya di lapangan. Tetapi apa sih perbedaan drop-in biofuels itu dengan bahan bakar yang ada sekarang? Satu grafik di bawah dapat menjelaskannya dengan baik.

Kandungan energinya sama dengan bahan bakar minyak yang kita kenal seperti solar dan bensin, juga sama-sama tidak mengandung oksigen sehingga tidak korosif dan langsung dapat diemplungkan (makna drop-in) ke kendaraan/mesin transportasi, infrastruktur pengangkutan dan penyimpanan yang ada.

Meskipun sama-sama dari nabati, drop-in berbeda dengan biodiesel, butanol maupun ethanol - yang pada umumnya kaya oksigen. Oksigen ini penting sekali untuk kehidupan kita, tetapi keberadaannya di dalam bahan bakar tidak dihendaki karena selain menurunkan kandungan energi, juga korosif dan membuat bahan bakar tidak stabil dalam jangka panjang.

Jadi, selamat datang bahan bakar masa depan : Drop-in Biofuels!