Kelapa Dua Raya 189 Depok, Jawa Barat 16951 Indonesia
+(62) 856-93-010101 admin@geraidinar.com
Mon - Fri 8.30 - 16.00 National Holiday Closed

Solar Energy : The Nu Perspective

Inspirasi energi itu begitu jelasnya, namun karena kita abaikan - maka kita tempuh jalan yang susah payah untuk memperolehnya - dan itupun yang kita peroleh energi fosil yang kotor dan perlu berpuluh tahun untuk bisa meninggalkannya. Inspirasi itu ada di Surat An-Naba 13-15, dimulai dari sinar matahari yang sangat terang, menguapkan air laut dan turunlah hujan, dan dari sana tumbuh segala tanaman dan pepohonan. Dikuatkan pula kemudian di Surat Yasin 80 dan Surat Al-Waqi'ah 71-73 - yang sangat jelas menyebutkan sumber api/energi itu dari tanaman/pepohonan yang hijau.

Sekarang bagaimana kita meng-integrasikan petunjukNya tersebut dalam bentuk aplikasi yang sesuai dengan zaman ini, lengkap dengan perkembangan teknologinya? Hampir semua teknologi saya gunakan disini, kecuali teknologi baterei untuk menyimpan listrik dari solar cell. Pertama karena mahal, kedua karena efek cemaran lingkungan dan ketiga karena kurang fleksibel.



Aplikasi lengkapnya menjadi seperti pada ilustrasi di bawah, Sinar matahari dan hujan yang ditimbulkannya kita gunakan untuk menanam pohon-pohon energi seperti nyamplung dlsb. Hasil fotosinteisnya berupa buah dan biji nyamplung yang kandungan minyaknya lebih dari 70% berat biji kering. Dengan solar panel kita tangkap sinar matahari lagi dan kita ubah menjadi listrik, untuk menjalankan mesin pemeras biji nyamplung menjadi crude tamanu oil (CTO). Dengan solar panel yang sama kita jalankan reaktor untuk meng-upgrade CTO menjadi drop-in biofuels baik berupa bensin, diesel, jetfuel dan bahkan LPG.

Biofueels inilah penyimpan energi yang paling fleksibel, bisa digunakan kapan saja dan dimana saja, bisa untuk mesin apa saja baik untuk transportasi maupun untuk menghasilkan listrik kembali. Dan menariknya lagi system yang sama tidak hanya bisa mengolah tanaman yang menghasilkan minyak, intinya biomasa apapun bisa diolah dengan system yang sama ini dengan sedikit modifikasi.

Bila yang kita tanam adalah padi, jagung dlsb, maka yang kita olah untuk energi cukup limbahnya. Bila kita ingin tanaman yang sangat cepat pertumbuhannya, maka yang kita tanam microalgae dst. Perbedaannya hanya di mesin untuk menghasilkan intermediate product-nya. Untuk bahan biomasa mesin expeller-nya kita ganti dengan reactor fast pyrolysis, dan intermediate product-nya bukan lagi CTO tetapi Bio-Oil, selebihnya semuanya sama.

Dua hal sekaligus insyaAllah kita peroleh melalui exercise ini, pahala mengamalkan petunjukNya untuk memberi solusi pada problem-problem kehidupan, dan yang kedua energy security bagi selurub wilayah NKRI hingga seluruh pelosok negeri. Selama masih ada sinar matahari, hujan dan pepohonan - maka tidak seharusnya kita miskin energi. InsyaAllah.