Kelapa Dua Raya 189 Depok, Jawa Barat 16951 Indonesia
+(62) 856-93-010101 admin@geraidinar.com
Mon - Fri 8.30 - 16.00 National Holiday Closed

introducing D100 & G100

Setelah B50 (biodiesel 50%) kami meluncur di jalan raya untuk tes 1000 km pertama yang saya unggah kemarin, team R&D kami eager untuk meluncurkan serangkaian tes kami untuk produk-produk berikutnya. Yang insyaAllah siap dites dalam 1-2 bulan kedepan adalah apa yang disebut D100 dan G100. Saya perkenalkan di sini siapa tahu ada yang mau nyumbang mobil baru untuk tes ini, seperti dalam kasus B50 kemarin!

D100 atau bio-hydrocarbon diesel 100% atau juga dikenal dengan drop-in diesel adalah diesel yang memiliki karakter sama persis dengan petroleum diesel, namun sepenuhnya dibuat dari renewable hydrocarbon atau bio-hydrocarbon. Karena karakternya yang demikian dia bisa menggantikan sepenuhnya - hingga 100% petroleum diesel yang bergantung pada fosil. Tidak perlu perubahan apapun di mesin mobil yang menggunakannya, system angkutan dan penyimpanannya semua sama dengan infrastruktur yang ada - itulah maka disebut drop-in, maknanya tinggal dicemplungkan ke mesin dan infrastruktur yang sudah ada.



Sedangkan G100 adalah bio-hydrocarbon gasoline, yaitu pengganti bensin fosil yang berupa bensin yang diproduksi dari bahan yang sepenuhnya renewable. Jadi bukan hanya jutaan mobil yang secara masif mencemari udara dengan emisi CO2-nya, motor yang tidak kalah banyaknya-pun insyaallah akan segera bisa menikmati bahan bakar yang carbon neutral - karena baik D100 maupun G100 adalah sepenuhnya carbon neutral - bila diproduksi dengan cara kami memproduksinya.

Meskipun reaktor-reaktor yang kami rancang untuk produksi D100 dan G100 tersebut adalah teknologi yang kami patenkan, tetapi masyarakat luas akan dapat mengaksesnya dengan leluasa. Bahkan D100 maupun G100 ini nantinya bisa diproduksi di tingkat desa atau pengguna langsung - Anda bisa memproduksi bahan bakar sendiri! Dengan jalan 3D yaitu Democratized, Distributed dan Disruptive inilah nantinya Indonesia insyaAllah bisa mencapai Net Zero Emission yang lebih cepat dari yang direncanakan.

Lantas apa bahan baku yang bisa diproses menjadi D100 dan G100 tersebut? Bisa minyak nabati apa saja, termasuk jelantah, minyak nyamplung, minyak malapari (pongam), minyak jarak, kemiri sunan, minyak sawit, minyak kelapa dst. Bahkan versi murahnya atau Low Cost Fuels yang kami sebut BioLite akan bisa diproduksi dari sampah perkotaan dan limbah pertanian, tetapi yang ini nanti setelah D100 dan G100 meluncur duluan, karena masih butuh satu lagi solusi teknologinya yang lagi antri di R&D kami. Kami share dahulu di sini untuk sekaligus mengundang stakeholder/s yang memiliki passion yang sama agar bisa bersinergi dari awal dengan kami. InsyaAllah.