Kelapa Dua Raya 189 Depok, Jawa Barat 16951 Indonesia
+(62) 856-93-010101 admin@geraidinar.com
Mon - Fri 8.30 - 16.00 National Holiday Closed

The Next Green Wealth

Awalnya kehijauan dan kemakmuran itu seperti dua sisi mata uang, daerah-daerah subur juga identik dengan daerah-daerah yang makmur. Fenomena ini bergeser ketika dunia memasuki era industri, era petrodollar, teknologi informasi dan jasa.

Tetapi dua sisi mata uang tersebut akan bertemu kembali, kemakmuran akan hadir di wilayah yang bisa menghadirkan kehijauan. Bahkan ini datangnya dari berita nubuwah, dari hadits sahih - muttafaq alaih -yang terjamin kebenarannya.

Bumi yang semula sangat gersang-pun di Jazirah Arab, dia akan kembali hijau, kemakmuran akan neluas hingga orang yang berhartapun kesulitan untuk menemukan orang yang mau menerima sedekahnya. Dan kini sudah ada inisiatif di Jazirah Atab yang akan menanam 50 milyar pohon dalam sepuluh tahun ini.



Bahkan sekarang semangat menghijaukan gurun itu tidak hanya di Jazirah Arab, di negeri-negeri Afrika Utara yang juga mayoritasnya negeri gurun Sahara, mulai dari Mesir, Libya, Tunisia, Algeria dan Maroko itu kini getol menghijaukan buminya masing-masing.

Gerakan ini akan terakselerasi dalam tiga dasawarsa ini, ketika dunia menuju SDGs 2030 dan Net-Zero 2050. Negara-negara Afrika Utara misalnya, akan kebanjiran green investment dari negeri-negeri di seberang lautan mereka - yaitu Eropa yang berburu lahan gersang untuk ditanami - karena menanam di lahan gersang inilah yang direcognized sebagai carbon removal pada skema Net-Zero.

Selain berburu carbon credit dengan carbon removal tersebut, negara-negara Eropa juga paling dulu butuh green fuels. Dan green fuels ini datangnya juga dari pohon-pohon yang ditanam di gurun tersebut. Dengan menanam satu pohon, dua manfaat mereka peroleh yaitu carbon credit sekaligus green fuels.

Lantas apa relevansinya dengan kita? Pertama adalah pelajaran, kalau gurun saja akan menjadi hijau - apa susahnya menghijaukan kembali 14 juta hektar lahan kritis dan sangat kritis kita dan mencegahnya agar tidak sempat jadi gurun? Kedua adalah berupa peluang, karena salah satu kandidat terbaik untuk menghijaukan gurun-gurun di MENA (Middle East and North Africa) tersebut adalah tanaman kita, yaitu tamanu atau nyamplung, maka ketika negeri-negeri gurun akan menjadi hijau dan makmur - kita kudu bisa lebih dahulu hijau dan makmur.