Kelapa Dua Raya 189 Depok, Jawa Barat 16951 Indonesia
+(62) 856-93-010101 admin@geraidinar.com
Mon - Fri 8.30 - 16.00 National Holiday Closed

Notice: Undefined offset: 181 in /DATA/geraidin/public_html/libraries/src/Access/Access.php on line 608

Notice: Trying to get property of non-object in /DATA/geraidin/public_html/libraries/src/Access/Access.php on line 608

Notice: Undefined offset: 181 in /DATA/geraidin/public_html/libraries/src/Access/Access.php on line 613

Notice: Trying to get property of non-object in /DATA/geraidin/public_html/libraries/src/Access/Access.php on line 613

Biodiversity of Biofuels

Untuk beberapa dekade di abad lalu, Indonesia adalah anggota organisasi pengekspor minyak (OPEC). Namun sudah sekitar dua dekade ini kita tidak lagi menjadi anggota OPEC, karena minyak bumi yang kita produksi untuk kebutuhan sendiripun tidak cukup - kita menjadi net-importer minyak.

Tiga-empat dasawarsa kedepan, dari sekarang hingga tahun 2050/2060, akan menjadi dekade-dekade biofuels, karena dunia sedang menuju jatuh tempo target Net-Zero yang telah disepakati oleh negara-negara di dunia. Bahkan sebelum itu, tahun 2030 juga ada kebutuhan untuk memenuhi NDCs (Nationally Determined Contributions) di tahun SDGs 2030 tersebut.

Kita di Indonesia menjadi salah satu yang sangat berpeluang untuk memimpin dekade biofuels tersebut, sejumlah tanaman yang tumbuh sangat baik di negeri ini berpotensi untuk mengisi kebutuhan drop-in biofuels untuk seluruh jenis bahan bakar yang paling umum dipakai di dunia saat ini.



Tanaman-tanaman tersebut saling melengkapi satu sama lain. Untuk pengganti diesel kita sudah familiar dengan biodiesel dari sawit, tinggal mengubah prosesnya akan menjadi green diesel yang bersifat drop-in, lebih murah prosesnya karena tidak butuh metanol, lebih hijau dan mengandung energi lebih tinggi.

Untuk pengganti bensin, seluruh jenis minyak nabati bisa digunakan. Kandungan asam oleat dan linoleat yang umum ada di minyak-minyak tersebut tinggal dibelah pada ikatan ganda-nya dan diupgrade dengan membuang oksigennya - maka jadilah dia bensin yang persis sama dengan bensin dari minyak bumi, tetapi yang ini sepenuhnya hijau, netral karbon dan terbarukan.

Untuk pengganti avtur - bahan bskar pesawat, kita bisa isi dari asam laurat dan miristat - yaitu kandungan utama yang ada di minyak kelapa dan inti sawit. Untuk pengganti LPG bisa dari kemiri dan kemiri sunan. Untuk pengganti mazut - bahan bakar kapal/industri - bisa dari minyak apa saja karena dia hanyalah limbah penyulingan.

Kecuali tanaman sawit yang alhamdulillah negeri ini sudah punya sangat banyak, tananam-tanaman penghasil biofuels tersebut bisa ditanam di lahan -lahan gersang dan belum produktif hingga saat ini. Kelapa, pongam dan tamanu bahkan bisa ditanam hingga bibir pantai yang airnya asin/payau sekalipun. Jarak bisa ditanam di lahan kritis bersama tamanu dlsb. Dan apapun yang kita akan tanam dalam beberapa tahun ini, insyaAllah sudah akan bisa dipanen jauh sebelum 2030 tiba, apalagi 2050/2060.