Kelapa Dua Raya 189 Depok, Jawa Barat 16951 Indonesia
+(62) 856-93-010101 admin@geraidinar.com
Mon - Fri 8.30 - 16.00 National Holiday Closed

Notice: Undefined offset: 181 in /DATA/geraidin/public_html/libraries/src/Access/Access.php on line 608

Notice: Trying to get property of non-object in /DATA/geraidin/public_html/libraries/src/Access/Access.php on line 608

Notice: Undefined offset: 181 in /DATA/geraidin/public_html/libraries/src/Access/Access.php on line 613

Notice: Trying to get property of non-object in /DATA/geraidin/public_html/libraries/src/Access/Access.php on line 613

Energy Transition 3D

Beberapa tahun lalu kami membuat reaktor serbaguna seperti dalam foto di bawah. Kami sebut serbaguna karena reaktor ini bisa mengolah biomassa apa saja dan menjadikannya 3 produk utama yaitu Syngas, Bio-Oil dan arang.

Seiring perjalanan waktu, dunia ramai membicarakan isu transisi energi dari fosil ke energi bersih yang carbon neutral, reaktor tersebut ternyata bisa menjadi model yang ideal untuk tiga dimensi transisi energi - Energy Transition 3 Dimension (ET3D).

ET3D tersebutlah yang akan mewarnai era transisi energi di seluruh dunia hingga tahun 2050 - tahun ditargetkannya Net-Zero Emission bagi mayoritas negara- negara di dunia. Tetapi apa sesungguhnya ET3D tersebut?

D pertama adalah dari Democratized, yaitu pergeseran dari monopoli atau oligopoli pengelolaan energi di era fossil berubah menjadi pengelolaan energi oleh rakyat di era carbon neutral. Penyebabnya adalah sumber-sumber energi yang carbon neutral itu menyebar secara alami - tidak bisa dimonopoli. Beda dengan tambang minyak dan batubara yang hanya bisa dikelola dengan modal besar, sumber energi seperti sinar matahari, angin, biomassa dlsb. bisa dikelola oleh siapa saja yang mau dan mampu.



D kedua adalah distributed, yaitu pergeseran dari pengelolaan energi yang terpusat (centralized) menjadi menyebar. Dari kilang-kilang dan power plant raksasa, menjadi kilang-kilang dan power plant skala mikro yang bisa hadir sampai tingkat desa, komunitas, daerah/pulau terpencil dlsb.

D ketiga adalah disruptive, baik dari sisi inovasi teknologi, pemikiran, budaya, regulasi dlsb. Sampah dan limbah yang rata-rata masih menjadi liability misalnya, bukan hanya butuh disruptive technology untuk merubahnya menjadi energi yang paling efisien dan murah, tetapi juga butuh perubahan budaya masyarakat dalam menyikapi sampah dan limbah ini, butuh perubahan regulasi dan birokrasi agar sampah tidak menjadi beban anggaran yang semakin berat dst.

Disruptive innovation yang hadir bersama reaktor serbaguna tersebut ternyata jauh lebih luas dari tiga target produk semula, karena dari sini kemudian lahir 3 patent teknologi yang antara lain bisa melengkapi demokratisasi energi dunia. Bila yang dibicarakan dunia masih sebatas demokratisasi energi listrik dengan panel surya misalnya, dengan patent-patent yang menjadi turunan dari reaktor tersebut - demokratisasi energi bisa masuk bahan bakar murah, biogasoline, green diesel dlsb yang bisa diproduksi di tingkat desa sekalipun !