Clean Energy Solution : ‘And’ Not ‘Or’
Saat ini ada sekitar 1.2 milyar kendaraan bermotor di dunia dan baru sekitar 1%-nya yang listrik. Pada tahun 2030 diperkirakan sekitar separuh kendaraan baru yang dijual di dunia adalah kendaraan listrik dalam berbagai jenisnya.
Ada 4 jenis kendaraan listrik yang akan memadati jalan raya saat itu yaitu jenis MHEV (Mild Hybrid Electric Vehicle), HEV (Hybrid Electric Vehicle), PHEV(Plug-in Hybrid Electric Vehicle) dan BEV ( Battery Electric Vehicle).
Meskipun pada tahun SDGs tersebut penjualan kendaraan listrik dunia sudah sampai sekitar 50%, tidak berarti udara kita sudah akan bersih saat itu. Karena puncak penggunaan energi listrik fosil yaitu batubara di Indonesia justru akan terjadi saat itu, baru kemudian turun melandai dan menjad carbon neutral 30 tahun kemudian (2060).
Solama komposisi energi listrik kita masih seperti sekarang bahan bakunya, penggunaan mobil listrik baru akan menurunkan sekitar 1/3 dari emisi mobil bensin. Jadi dibutuhkan effort yang lebih luas lagi dari transformasi ke mobil listrik ini.
Jumlah mobil yang 1.2 milyar tersebut dan 99% nya menggunakan bahan bakar cair, harus dipikirkan untuk menggantinya dengan bahan bakar cair juga tetapi yang bersifat renewable dan carbon neutral - itulah yang kami usung dengan bio-hydrocarbon drop-in biofuels. Karena mengganti BBM fosil dengan drop-in biofuels ini bisa membuat emisi nendekati 100% carbon neutral, maka pergeseran yang masif ke arah drop-in biofuels ini harus menjadi fokus.
Lebih dari itu, ketika mobil listrik sudah meluas, drop-in biofuels bisa pula digunakan untuk power generation yang dipakai untuk mengisi baterei mobil-mobil listrik tersebut. Maka saat itulah mobil listrik bisa bener-bener bersih dari emisi CO2, karena untuk mengisi betereinyapun listriknya adalah listrik hijau yang catbon neutral.
Itulah sebabnya pengembangan drop-in biofuels yang kami lakukan sama sekali tidak berkompetisi dengan mobil listrik, malah sebaliknya kita bisa bersinergi untuk menghadirkan udara yang benar-benar bersih. Solusi emisi ini tidak harus membuat kita memilih antara drop-in biofuels or electric vehicle, tetapi solusinya adalah drop-in biofuels and electric vehicle. Dengan solusi ‘and’ not ‘or’ inilah mobil-mobil yang 1.2 milyar dan terus bertambah tersebut bisa terus co-exist antara yang berbahan bakar cair dan yang bertenaga listrik.